Hubungan antara ketertarikan fisik, lintas budaya, dan standar penerimaan supermarket dalam proses pemasokan produk pertanian jenis sayuran segar pada pt. xyz, tbk

Minarti, Dwi (2006) Hubungan antara ketertarikan fisik, lintas budaya, dan standar penerimaan supermarket dalam proses pemasokan produk pertanian jenis sayuran segar pada pt. xyz, tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E20-01-Dwi-Cover.pdf - Published Version

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-02-Dwi-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-03-Dwi-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-04-Dwi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-05-Dwi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (476kB) | Preview

Abstract

Bisnis Perbankan dapat dikategorikan sebagai bisnis yang selalu akrab dengan risiko. Dari sekian banyak jenis risiko yang ada dalam industri perbankan, risiko operasional merupakan salah satu jenis risiko yang sering kali membuat kejatuhan suatu bank, baik bank di luar maupun dalam negeri, baik bank ukuran kecil atau skala besar. Kasus beberapa bank beku operasi / take over di Indonesia merupakan contoh nyata kegagalan pengendalian risiko operasional dalam industri perbankan. Munculnya risiko operasional dalam bisnis perbankan dipengaruhi oleh banyak sebab. Salah sayu sebab utamanya adalah faktor sumber daya manusia (SDM), di samping penyebab lainnya seperti kelemahan sistem teknologi, kelemahan sistem dan prosedur atau karena kejadian Eksternal. Penyebab timbulnya risiko ini dapat berdiri sendiri tetapi dapat pula terkait satu sama lain. Bank Bukopin yang mempunyai 37 cabang di seluruh Indonesia dan didukung 4.095 orang akan menghadapi risiko operasional (operational risk), di samping risiko kredit (credit risk), dan risiko pasar (market risk). Risiko operasional yang dihadapi cabang-cabang ini cenderung meningkat dari waktu ke waktu, baik dilihat dari dampak kerugian yang ditimbulkan maupun dari frekuensi kejadiannya. Kenyataan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor tertinggi dari penyebab munculnya risiko operasional, maka dilakukan penelitian dan kajian yang terkait dengan strategi pengembangn sumber daya manusia ini, sehingga diharapkan untuk masa mendatang risiko operasional yang timbul karena faktor SDM dapat dieliminir. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) Menganalisis faktor-faktor pengembangan sumber daya manusia yang menjadikan sumber daya manusia sebagai penyebab tertinggi timbulnya risiko operasional di cabang-cabang Bank Bukopin. (2) Memformulasikan dan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia yang dapat mengeliminir timbulnya risiko operasional di cabang-cabang Bank Bukopin. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus pada suatu periode waktu yang didasari oleh fakta yang sebenarnya, adalah dengan menganalisis faktor pengembangan sumber daya manusia (SDM) cabang-cabang untuk mengetahui penyebab tertinggi timbulnya risiko operasional, sedangkan untuk memformulasikan dan menentukan prioritas atas alternatif strategi yang sebaiknya dilakukan menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Dari hasil analisa terhadap risk self assessment Manajemen Risiko Operasional yang dilakukan di cabang-cabang Bank Bukopin ditemukan bahwa dari 51 penyebab risiko/risk causes yang digunakan untuk menilai risiko operasional di cabang-cabang Bank Bukopin, risk issue yang paling banyak timbul disebabkan oleh faktor sumber daya manusia, yaitu sebanyak 7 risk causes dari top ten risk causes selama satu tahun terakhir. Sebagian besar (93,14%) responden juga menyebutkan bahwa Sumber Daya Manusia merupakan hal yang paling penting dalam pengendalian risiko operasional, sedangkan yang menyebabkan faktor SDM menjadi penyebab utama risiko operasional adalah : jumlah pegawai yang ada di cabang-cabang Bank Bukopin belum memadai dengan beban pekerjaan yang ada dan penilaian kinerja belum berjalan dengan adil dan transparan. Berdasarkan hasil pembahasan formulasi strategi dengan menggunakan Analisis SWOT, maka prioritas strategi alternatif pengembangan SDM yang dapat dilakukan secara berurutan sesuai dengan kondisi eksternal internal adalah : (a) Strategi Weaknessess Opportunities (W-O) yaitu dengan meningkatkan law enforcement terhadap penegakan disiplin kerja karyawan, termasuk kewajiban untuk selalu up dating pengetahuan sehingga meningkatkan kompetensi yang menunjang kinerja, dengan lebih tegas memberikan sangsi, karena kewajiban updating kompetensi karyawan Bank sudah ada ketentuannya, sehingga untuk karyawan yang terbukti tidak ada perbaikan kinerja dan secara berturut-turut memperoleh penilaian dibawah standar dapat diganti dengan karyawan baru karena minat masyarakat menjadi pegawai bank asih tinggi. Namun secara umum program pelatihan terkait peningkatan kompetensi perlu ditingkatkan melalui kerja sama dengan lembaga/ konsultan bidang SDM. (b) Strategi Strengths Opportunities (S-O) yaitu dengan mengembangkan dan sosialisasi PKO terkait pedoman SDM yang disesuaikan dengan perkembangan organisasi dan kebijakan melalui kerjasama dengan lembaga konsultan manajemen bidang SDM (c) Strategi Strengths Threats (S-T) yaitu dengan memperbaiki pedoman dan tata cara penilaian kinerja karyawan kontrak untuk mengatasi ancaman turn over yang cukup tinggi (d) Strategi Weaknessess Threats (W-T) yaitu dengan melakukan perbaikan dan penyesuaian job description sesuai dengan regulasi tentang kualifikasi standar karyawan Bank.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan Sumber Daya Manusia, Cabang-Cabang Bank Bukopin, Pengendalian Risiko Operasional, Penyebab Risiko, Formulasi Strategi, Analisis SWOT, QSPM.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 09 Aug 2016 08:59
Last Modified: 09 Aug 2016 08:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2536

Actions (login required)

View Item View Item