Penerapan analisis kelayakan dan target costing dalam pengembangan agribisnis ubi jalar (studi kasus di kabupaten tanah laut, kalimantan selatan)

Yulianti, Astrina (2006) Penerapan analisis kelayakan dan target costing dalam pengembangan agribisnis ubi jalar (studi kasus di kabupaten tanah laut, kalimantan selatan). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R29-01-Yulianti-Cover.pdf - Published Version

Download (468kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-02-Yulianti-Abstract.pdf - Published Version

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-03-Yulianti-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (417kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-05-Yulianti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (396kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-04-Yulianti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (450kB) | Preview

Abstract

Pengembangan agribisnis terpadu di antaranya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah, melalui keberlanjutan subsistem produksi primer ke subsistem pengolahan hasil pertanian. Ubi jalar adalah tanaman palawija yang populer dan banyak dibudidayakan oleh petani di berbagai daerah di Indonesia. Komoditas ini memiliki potensi untuk diusahakan tidak hanya dalam bentuk segar, tapi juga dalam bentuk olahan. Untuk pengembangan usaha dari subsistem primer ke pengolahan, dibutuhkan kajian berbagai aspek, khususnya aspek kajian finansial. Kalimantan Selatan memiliki potensi produksi ubi jalar yang unggul dibandingkan dengan propinsi lain di Pulau Kalimantan, di mana produktivitasnya paling tinggi. Ketersediaan bahan baku yang memadai tersebut merupakan peluang untuk mengembangkan agribisnis ubi jalar ke tahap subsistem pengolahan. Di samping hal itu, peluang pasar produk olahan ubi jalar khususnya produk pasta ubi jalar masih terbuka lebar. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usahatani ubi jalar di Kabupaten Tanah Laut, menganalisis kelayakan usahatani ubi jalar dan pendirian pabrik pengolahan ubi jalar, menerapkan target costing untuk memperoleh harga ubi jalar yang akan digunakan sebagai bahan baku oleh pabrik pengolahan, serta menentukan harga jual ubi jalar yang menguntungkan bagi petani sesuai dengan harga bahan baku ubi jalar segar yang dapat diterima oleh pabrik. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi bagi pemerintah daerah Kabupaten Tanah Laut untuk mengembangkan strategi pengembangan kawasan agribisnis di daerah tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian penting, yaitu penelitian terhadap aktivitas on farm (budidaya ubi jalar) dan penelitian terhadap aktivitas pabrik pengolahan ubi jalar. Hasil data yang diperoleh kemudian diidentifikasi secara deskriptif dan dilakukan analisis finansial. Tujuan akhir proses analisis adalah untuk melihat kesesuaian harga bahan baku (ubi jalar) di tingkat petani sebagai penjual dan pihak pabrik sebagai pembeli. Harga tersebut diharapkan akan layak bagi kedua belah pihak. Responden yang terlibat dalam penelitian adalah responden petani dari Kecamatan Pelaihari dan Takisung. Sedangkan untuk data pabrik pengolahan, sumber informasi berasal dari pabrik pengolahan ubi jalar PT Galih Estetika di Kuningan, Jawa Barat. Hasil identifikasi terhadap budidaya ubi jalar menunjukkan bahwa petani yang merupakan transmigran dari Pulau Jawa, telah mampu beradaptasi dalam hal budidaya dengan bekal pengalaman yang dimiliki ketika masih melakukan usahatani di daerah asal. Petani melakukan budidaya ubi jalar dua kali dalam setahun dan melakukan pola pergiliran tanaman. Namun, para petani tersebut masih memerlukan bantuan pemerintah dalam hal penyuluhan dan pendanaan. Selama ini petani mengandalkan keuangan rumah tangga sepenuhnya untuk usahatani. Masalah penting yang berulangkali dihadapi petani adalah flutuasi harga yang sering merugikan bagi petani. Harga di tingkat petani berfluktuasi dari angka Rp 250 per kilogram hingga Rp 2000 per kilogram. Analisis kelayakan terhadap budidaya ubi jalar menggunakan perhitungan aliran kas. Perhitungan dilakukan dengan membedakan luas lahan tanam ubi jalar, yaitu kelompok I: 0,25 hektar atau kurang, kelompok II: 0,26 – 0,99 hektar, dan kelompok III: satu hektar atau lebih. Kriteria kelayakan usahatani ubi jalar menggunakan indikator tercukupinya pemenuhan kebutuhan hidup riil rumah tangga petani. Untuk kepentingan tersebut, aliran kas bersih kemudian dibandingkan dengan pengeluaran rumah tangga petani berdasarkan hasil penelitian maupun nilai PDRB harga berlaku dan harga konstan setempat. Hasil analisis finansial terhadap budidaya ubi jalar memberikan informasi bahwa semakin bertambah luas lahan tanam ubi jalar, maka petani dapat menggunakan input berupa tenaga kerja dengan lebih efisien, yaitu lebih cepat dalam penggarapan lahan karena menggunakan traktor dan lebih murah. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usahatani ubi jalar, hanya hasil ubi jalar dari budidaya pada luas lahan tanam satu hektar atau lebih yang dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga petani. Sedangkan untuk petani dengan luas lahan kurang dari satu hektar harus mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Agar usahatani ubi jalar dapat mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga petani berdasarkan nilai PDRB harga berlaku, maka luas lahan tanam minimal yang digarap oleh petani adalah seluas 1,14 hektar. Luas lahan tanam minimal ini berlaku jika harga di tingkat petani paling rendah adalah Rp 1.100 per kilogram dengan produktivitas ubi jalar 8.600 kilogram per hektar. Proyek pendirian industri pengolahan ubi jalar dilakukan sebagai lanjutan dari rencana peningkatan pendapatan petani ubi jalar dengan cara memperluas lahan tanam, menampung hasil panen, dan menjaga stabilitas harga jual ubi jalar yang menguntungkan petani. Jenis pilihan produk dan proses produksi pabrik pengolahan ubi jalar dilakukan dengan cara bench marking terhadap perusahaan produsen pengolahan ubi jalar yang sudah ada, yaitu salah satunya adalah PT Galih Estetika di Kuningan, Jawa Barat. PT GE telah beroperasi dari tahun 2000 dengan produk olahan ubi jalar yang utama adalah pasta (padat dan pulper), serta tepung dan pakan dari ubi jalar yang merupakan by product. Tujuan utama pasar pasta ubi jalar adalah Jepang, dengan volume permintaan per tahun sebesar 200.000.000 kilogram. Berdasarkan hasil analisis kelayakan yang telah dilakukan, maka lokasi terpilih untuk pendirian pabrik pengolahan ubi jalar adalah Kecamatan Pelaihari. Produksi direncanakan berjalan dengan hanya satu lini produksi untuk masing-masing jenis produk. Apabila pabrik memaksimalkan kapasitas produksi, maka nilai produk yang dihasilkan per tahun sebesar 2.971.080.00 rupiah. Untuk itu, pabrik membutuhkan bahan baku ubi jalar sebanyak 1.116.000.000 kilogram/tahun. Biaya-biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek pendirian pabrik pengolahan ubi jalar terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Total biaya investasi adalah Rp 1.728.731.000 yang dikeluarkan pada tahun ke-0. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap, biaya variabel, serta biaya administrasi dan pemasaran. Total biaya operasional per tahun adalah Rp 2.887.440.147. Total biaya yang hanya terkait langsung dengan proses produksi (COGS) per tahun sebesar Rp 2.053.633.980. Nilai biaya-biaya tersebut adalah pada saat pabrik beroperasi pada kapasitas maksimalnya. Aliran kas bersih proyek bernilai positif dari tahun ke-1 hingga umur proyek habis di tahun ke-20. Hal ini berarti hasil penerimaan proyek yang direncanakan mampu menutupi keseluruhan biaya operasionalnya berikut pajak penghasilannya. Berdasarkan nilai kriteria kelayakan investasi, maka proyek dinilai layak pada tingkat diskonto 16 persen. Nilai NPV sebesar 1.456.269.163 rupiah, sedangkan nilai B/C sebesar 1,84, nilai IRR sebesar 29,24 persen, serta payback period selama 3 tahun 7,7 bulan. Proyek akan layak sampai dengan tingkat diskonto sebesar IRR-nya yaitu 29,24 persen. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek lebih sensitif terhadap perubahan harga pasta dibandingkan perubahan harga bahan baku ubi jalar. Apabila proyek menggunakan dana pinjaman, maka perhitungan kriteria kelayakan investasi menggunakan tingkat diskonto berupa WACC. Nilai WACC proyek sebesar 12,72 persen. Nilai kriteria kelayakan proyek berupa NPV sebesar 2.726.227.156 rupiah, B/C sebesar 2,58, dan IRR sebesar 29,63 persen. Proyek akan layak sampai dengan tingkat diskonto sebesar 29,63 persen. Persentase modal pinjaman dalam struktur modal sebesar 60 persen. Total pinjaman investasi sebesar 1.037.238.600 rupiah, dengan total bunga pinjaman sebesar 912.769.968 rupiah. Sedangkan total pinjaman modal kerja yang dibutuhkan pada tahun pertama sebesar 1.480.884.856 rupiah. Pinjaman dapat dilunasi selama 10 tahun berikut dengan bunganya. Keuntungan proyek pendirian pabrik pengolahan ubi jalar bagi petani selain menampung hasil panennya, juga dapat menstabilkan harga jual. Hal ini dibuktikan dengan melakukan analisis target costing. Perusahaan dapat membeli ubi jalar dari petani dengan harga Rp 1.213 per kilogram. Harga rata-rata di tingkat petani adalah Rp1.100 per kilogram. Harga maksimal yang dapat ditawarkan pihak pabrik adalah Rp 1.337 per kilogram ubi jalar, yaitu pada saat pabrik mencapai nilai B/C sama dengan satu. Tahapan pelaksanaan proyek diawali dengan mempersiapkan petani melakukan perluasan lahan tanam dan memperbaiki efisiensi budidaya yang telah berlangsung. Perluasan lahan dapat memanfaatkan lahan tidur yang ada di Kabupaten Tanah Laut berupa lahan sawah maupun lahan kering yang jumlahnya mencapai ribuan hektar. Agar pabrik pengolahan ini lebih kompetitif, disarankan mencari sumber-sumber pinjaman yang memberikan bunga di bawah tingkat suku bunga pinjaman investasi BPD Kalimantan Selatan yang besarnya 16 persen. Pemerintah perlu menjembatani antara petani dan pihak perusahaan agar masing-masing dapat melakukan kerjasama yang saling menguntungkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: ubi jalar, agribisnis, aliran kas, analisis kelayakan, IRR, NPV, B/C, payback period, WACC, target costing
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 10 Aug 2016 01:45
Last Modified: 10 Aug 2016 01:45
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2539

Actions (login required)

View Item View Item