Strategi bersaing herbisida parakuat (pt. syngenta)

Ramadhanti, Legina (2006) Strategi bersaing herbisida parakuat (pt. syngenta). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E20-01-Legina-Cover.pdf - Published Version

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-02-Legina-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-03-Legina-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-04-Legina-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E20-05-Legina-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview

Abstract

Pembangunan pertanian masih menjadi hal yang penting bagi Indonesia, hal ini tebukti dari besarnya upaya pemerintah didalam mendukung pengembangan perusahaan agribisnis. Industri Pestisida (Produk Perlindungan Tanaman) saat ini menjadi semakin diminati oleh pelaku-pelaku baru. Herbisida sebagai salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan gulma/tumbuhan pengganggu, merupakan jenis pestisida yang paling banyak digunakan. Dikeluarkannya deregulasi atas kebijakan pestisida yang baru melalui terbentuknya SK Mentan No. 434.1/Kpts/TP.270.7.2001 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pestisida telah merubah peta persaingan pasar pestisida. Jumlah pesaing yang masuk kedalam industri ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan menjadi awal terbentuknya struktur pasar persaingan sempurna didalam pasar pesitisida, dimana pesaing-pesaing baru mulai masuk kedalam pangsa pasar masing-masing industri pestisida. Deregulasi yang diberlakukan didalam industri agribisnis telah menimbulkan persaingan yang semakin agresif diantara perusahaan pestisida. Semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan pestisida tentunya akan berdampak pada marjin dari penjualan produk pestisida, khususnya herbisida parakuat. Herbisida parakuat, pertama kali terdaftar di Indonesia pada tahun 1974 kemudian statusnya diubah menjadi pestisida terbatas pada tahun 1979. Saat itu PT Syngenta Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan yang menjadi pelopor herbisida kontak yang berbahan aktif parakuat. Namun, sejak dikeluarkannya kebijakan pestisida yang baru yang dilandasi oleh UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Persaingan Usaha Tidak Sehat. maka PT Syngenta Indonesia tidak lagi menjadi perusahaan satu-satunya yang menjual produk herbisida parakuat. Dalam kurun waktu 3 tahun sejak dikeluarkannya kebijakan yang baru, jumlah pemain yang masuk kedalam pasar herbisida parakuat berjumlah 13 perusahaan, termasuk PT Syngenta Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa besarnya peminat yang ingin berkecimpung di dalam bisnis herbisida parakuat. Bertolak dari uraian tersebut diatas, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: (1) Sejauh mana posisi tingkat persaingan industri produk herbisida parakuat, (2) Bagaimana respon kondisi faktor internal dan eksternal PT Syngenta Indonesia dalam menghadapi pesaing dalam industri produk herbisida parakuat, (3) Strategi mana yang tepat untuk diimplementasikan oleh PT Syngenta Indonesia didalam menghadapi persaingan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka penelitian ini dimulai dengan menganalisa kondisi internal PT Syngenta dengan mengeksplorasi faktor-faktor yang menjadi kompetensi ini yang dimiliki dan harus dikembangkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Lingkungan ekternal dan lingkungan industri dianalisa dengan menggunakan metode (1) PEST untuk lingkungan eksternal makro; (2) metode Lima Kekuatan Porter untuk menganalisis lingkungan eksternal mikro dan juga untuk mengetahui intensitas persaingan PT Syngenta Indonesia dalam industri bisnis pestisida di Indonesia. Penilain secara kuantitatif dilakukan dengan metode Paired Comparison dan metode Delphi. Responden yang digunakan ditentukan secara purposive sampling (sengaja). Sementara itu, analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, Teknologi) dilakukan secara deskriptif melalui studi pustaka. Penggunaan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation) dimaksudkan untuk memahami kekuatan dan kelemahan maupun peluang dan ancaman yang dimiliki oleh PT Syngenta Indonesia dalam menghadapi pesaingnya. Selanjutnya hasil matriks ini dituangkan dalam matriks SWOT dan IE guna merumuskan alternatif-alternatif strategi bersaing dari PT Syngenta. Alternatif strategi yang dipilih dari alternatif-alternatif yang ada ditentukan dengan metoda QSPM (The Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil evaluasi Matriks IFE menunjukkan bahwa faktor strategis internal yang menentukan keberhasilan dalam strategi bersaing produk parakuat PT Syngenta Indonesia adalah iklan, promosi dan pemasaran. Meskipun hasil evaluasi Matriks EFE diperoleh bahwa faktor strategis eksternal yang merupakan peluang sangat kuat dalam strategi bersaing produk parakuat PT Syngenta adalah potensi pasar yang terbuka lebar permintaan dan persepsi pasar yang masih tinggi, namun faktor strategis eksternal yang menjadi ancaman yang harus dicermati adalah masuknya produk parakuat generik di pasaran, harga produk generik yang lebih murah, keberadaan organisasi yang anti pestisida dan maraknya peredaran parakuat palsu. Berdasarkan matriks IE yang diperoleh dari skor total IFE dengan nilai 3,24 dan skor total EFE dengan nilai 3,37, kondisi ini memperlihatkan bahwa PT Syngenta Indonesia berada pada sel 1 yaitu perusahaan berada pada posisi tumbuh (grow) dan membangun (build). Dari hasil penentuan prioritas strategi dengan menggunakan analisis QSPM berdasarkan urutan total nilai ketertarikan (Total Atractiveness Score), maka alternatif strategi yang tertinggi atau prioritas utama adalah strategi meningkatkan dan mengefektifkan promosi dengan total skor 4,78 sedangkan prioritas kedua dan ketiga masing-masing adalah strategi mengembangkan sistim pemasaran (3,56) dan strategi penelitian dan pengembangan produk (5,40). Beberapa hal yang dapat disarankan dari hasil kajian ini adalah: PT Syngenta perlu meningkatkan dan mengefektifkan promosi dengan memanfaatkan jasa perusahaan periklanan, menempatkan tenaga pemasaran di daerah-daerah yang berpotensi yang belumdimasuki oleh produk pesaing serta menerapkan sistim pengelolaan penagihan piutang yang tidak tertagih.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Herbisida parakuat, PT Syngenta Indonesia, Manajemen Strategi, Strategi Bersaing, paired comparison, teknik Delphi,Five Forces of Porter, matriks SWOT, matriks IE dan QSPM.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 10 Aug 2016 08:26
Last Modified: 10 Aug 2016 08:26
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2552

Actions (login required)

View Item View Item