Analisis hubungan antara motivasi dan kemampuan kerja perawat dengan kualitas pelayanan kesehatan pada rsud tarakan jakarta

Budiyanto, . (2006) Analisis hubungan antara motivasi dan kemampuan kerja perawat dengan kualitas pelayanan kesehatan pada rsud tarakan jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
5EK-01-Budiyanto-Cover.pdf - Published Version

Download (412kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-02-Budiyanto-Abstract.pdf - Published Version

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-03-Budiyanto-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (412kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-04-Budiyanto-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5EK-05-Budiyanto-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (392kB) | Preview

Abstract

Sasaran pembangunan seperti yang telah diamanatkan dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) maupun Program Pembangunan Daerah (Propeda) DKI Jakarta, yaitu untuk melakukan upaya peningkatan kualitas SDM melalui perbaikan pada ketiga komponen, yaitu kesehatan masyarakat, kondisi ekonomi, dan taraf pendidikan. Pada sektor kesehatan, strategi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat diarahkan pada upaya peningkatan akses masyarakat untuk memperoleh mutu pelayanan kesehatan, dan adanya pemerataan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya Pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah dengan penyediaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang moderen dan berfasilitas lengkap. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang sangat kompleks karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja terdiri dari multidisiplin dan berbagai jenis keahlian. Pelayanan keperawatan merupakan inti dari suatu pelayanan kesehatan. bahkan 40 – 60% pelayanan di rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan (nursing service). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa perawat dituntut sebagai pemberi jasa untuk mampu memberikan pelayanan bermutu sesuai standar pelayanan yang ditentukan. Sedangkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan adalah bentuk pelayanan minimal yang harus dilakukan oleh jajaran kesehatan terutama SDM yang bertugas di rumah sakit (RSUD Tarakan, 2004). Tersedianya tenaga perawat yang terlatih, memiliki kemampuan dan motivasi kerja yang tinggi dalam sebuah rumah sakit dapat berimplikasi kepada kualitas pelayanan kesehatan yang pada akhirnya mampu mewujudkan kondisi masyarakat yang sehat. Salah satu RSUD Tipe B di DKI Jakarta yang secara ketat menerapkan SPM di seluruh jajaran pelayan kesehatan adalah RSUD Tarakan Jakarta Pusat. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Jakarta. Batasan penelitian dilakukan agar lebih terfokus pada aspek-aspek yang dianalisis, maka penelitian ini dibatasi pada permasalahan yakni hubungan antara variabel motivasi kerja dan kemampuan kerja perawat (independent variables) dengan kondisi kualitas pelayanan (dependent variable) kesehatan yang diberikan RSUD Tarakan kepada masyarakat. Sedangkan Tujuan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut : (1) Menganalisis kondisi motivasi kerja dan kemampuan kerja perawat serta kualitas layanan yang terdapat di RSUD Tarakan, (2) Menganalisis hubungan antara motivasi kerja perawat dan kemampuan kerja perawat dengan kualitas pelayanan kesehatan pada RSUD Tarakan, dan (3) Memberikan rekomendasi kepada pimpinan rumah sakit dalam peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu sejak bulan Pebruari sampai dengan Mei 2006 di RSUD Tarakan Jakarta. Sampel penelitian adalah sebanyak 53 orang yang diperoleh dari perhitungan rumus Slovin dengan kesalahan 10% terhadap populasi perawat sebanyak 110 orang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif. Melalui pendekatan penelitian deskriptif ini dimungkinkan dapat diperoleh gambaran tentang aspek-aspek maupun fenomena yang terkait dengan tema secara akurat termasuk di dalamnya sifat-sifat dari beberapa fenomena, kelompok atau individu, dan yang menentukan terjadinya suatu keadaan. Adapun variabel-variabel dan dimensi yang akan diukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) untuk variabel motivasi kerja, terdiri dari dua sub variabel, (a) faktor intrinsik (intrinsic factor), meliputi sifat-sifat pribadi, sistem nilai pribadi dan keinginan masa depan, (b) faktor ekstrinsik (extrinsic factor) meliputi, kepemimpinan, kompetisi antar sesama, tuntutan tugas, dorongan/bimbingan atasan, gaji/insentif. (2) untuk variabel kemampuan kerja, terdiri dari dua sub variabel, (a) pengetahuan (knowledge) meliputi, tingkat pendidikan, kesempatan mendapatkan pelatihan, (b) ketrampilan (skills) meliputi, pengalaman kerja, kesempatan memperoleh pekerjaaan yang sesuai. dan (3) untuk variabel kualitas pelayanan, meliputi beberapa 5 dimensi kualitas pelayanan, yaitu : (a) fisik (tangible), kondisi pelayanan yang meliputi fasilitas fisik, peralatan, personil dan komunikasi, (b) kehandalan (reliability), yang tercermin dari ketepatan waktu dan akurasi dalam memberikan pelayanan. (c) ketanggapan (responsivness), kesediaan mendengarkan keluhan dan tanggap terhadap keinginan konsumen. (d) jaminan (assurance), yakni tanggung jawab dan keramahan petugas dalam memberikan pelayanan. (d) kepedulian (empathy), yakni kesediaan mendengar keluhan masyarakat dan keadilan dalam memberikan pelayanan. Alat analisis dalam penelitian ini adalah: (1) analisis deskriptif untuk menginterpretasikan data hasil penelitian, (2) uji validitas dan reliabilitas data hasil penelitian, (3) analisis median atau nilai tengah data hasil penelitian, (4) uji Chi Square dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara motivasi kerja, kemampuan kerja dan kualitas pelayanan dengan variabel demografi responden (umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja), (5) analisis korelasi Spearrman rank untuk dapat melihat kuat - lemahnya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang diukur. Seluruh data hasil penelitian ini dinyatakan valid atau sahih berdasarkan perhitungan dengan teknik uji korelasi Pearson product moment. Teknik kriteria nilai median untuk mengetahui kondisi variabel-variabel yang diukur. Kondisi motivasi kerja diperoleh bahwa secara umum faktor intrinsik ( sifat pribadi, sistem nilai pribadi, keinginan masa depan) masih rendah (nilai median = 2,0), sedangkan faktor ekstrinsik (kepemimpinan, iklim kerja, tugas pekerjaan, bimbingan atasan dan gaji insentif) adalah sedang (nilai median = 3,0). Nilai median untuk kondisi kemampuan kerja secara umum adalah sedang (nilai median = 3,0), namun pada faktor skill atau keterampilan nilai mediannya 2,0 (rendah), akan tetapi pada faktor knowledge atau pengetahuan nilai mediannya 3,0 (sedang). Sedangkan nilai median kondisi kualitas pelayanan pada tingkat sedang (nilai median = 3,0). Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh bahwa seluruh variabel penelitian ini : motivasi kerja, kemampuan kerja dan kualitas pelayanan terhadap variabel demografi (umur, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) tidak terdapat perbedaan. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi atau hubungan seluruh faktor dalam variabel motivasi kerja (X1) dengan kualitas pelayanan (Y) diperoleh nilai korelasi sebesar 0,588 atau kekuatan hubungannya adalah secara umum pada tingkat sedang. Koefisien determinan hubungan tersebut antara variabel motivasi kerja (X1) dengan kualitas pelayanan (Y) adalah sebesar 0,346. Hal ini berarti bahwa kualitas pelayanan yang dilakukan para perawat kepada pasien di RSUD Tarakan Jakarta dapat ditentukan oleh variabel motivasi kerja dengan kontribusi sebesar 34,60%, sedangkan sisanya 65,40 % dijelaskan oleh variabel di luar motivasi kerja yang diukur dalam penelitian ini. Perhitungan korelasi atau hubungan seluruh faktor dalam variabel kemampuan kerja (X2) yang dimiliki para perawat RSUD Tarakan Jakarta dengan kualitas pelayanan (Y) diperoleh nilai korelasi sebesar 0,582 atau kekuatan hubungannya adalah secara umum pada tingkat sedang. Koefisien determinasi hubungan antara variabel kemampuan kerja (X1) dengan kualitas pelayanan (Y) adalah sebesar 0,339. Hal ini berarti bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien di RSUD Tarakan Jakarta dapat dijelaskan oleh variabel kemampuan kerja para perawat dengan kontribusi sebesar 33,90%, sedangkan sisanya 66,10% ditentukan oleh variabel di luar kemampuan kerja yang diukur dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini terdapat beberapa implikasi manajemen yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan para perawat di RSUD Tarakan Jakarta adalah sebagai berikut: 1. Secara umum motivasi kerja para perawat khususnya faktor intrinsik masih rendah. Hal ini disebabkan karena selain motivasi pribadi masih rendah juga harapan masa depan dalam karier para perawat merasa belum baik. Untuk memperbaiki hal ini maka manajemen perlu memperbaiki pengembangan karier khususnya para perawat dalam jenjang baik struktural maupun jabatan fungsional. 2. Faktor lingkungan atau ekstrinsik juga dinilai besar pengruhnya kepada motivasi kerja. Hal ini diperlihatkan oleh nilai persepsi mengenai lingkungan kerja yang cukup baik dan hubungan interpersonal yang harmonis antar anggota organisasi di RSUD Tarakan Jakarta. Hal-hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan selain perhatian dan dorongan atasan, gaji dan insentif, juga perlu ditetapkannya beban kerja yang sesuai dari setiap petugas kesehatan atau perawat. 3. Dari segi kemampuan kerja perawat di RSUD Tarakan Jakarta secara umum pada tingkat sedang, namun perlu dilakukan peningkatan keterampilan atau skill para perawat. Hal ini karena persaingan antar rumah sakit komersial sedemikian ketat terutama dalam hal perbaikan kualitas pelayanan terutama melalui peningkatan keterampilan teknis petugas paramedik atau perawat. 4. Berdasarkan hasil perhitungan nilai korelasi diperoleh bahwa motivasi kerja dan kemampuan kerja perawat memiliki hubungan pada tingkat sedang terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Selain itu kedua variabel hasil penelitian ini yaitu motivasi kerja mencapai 34,60 % dan kemampuan kerja mencapai 33,90% mampu menjelaskan kualitas pelayanan yang ada di RSUD Tarakan Jakarta. Dengan demikian maka agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maka pihak manajemen RSUD perlu melakukan program kegiatan meningkatkan motivasi kerja dan kemampuan kerja perawat sebagai manifestasi dari perbaikan kualitas SDM sesuai dengan value dan budaya kerja yang dislogankan RSUD Tarakan Jakarta.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: RSUD Tarakan Jakarta, Perawat Kesehatan, Motivasi Kerja, Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik, Kemampuan kerja, Faktor Knowledge, Faktor Skill, Kualitas Pelayanan, Korelasi Spearrman Rank , Uji Validitas dan Reliabilitas Data, Teknik Median, Chi Square, Koefisien Determinan.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Aug 2016 02:59
Last Modified: 19 Aug 2016 02:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2574

Actions (login required)

View Item View Item