Formulasi strategi pengelolaan pelabuhan perikanan samudera dalam mendukung pembangunan perikanan (studi kasus pada pelabuhan perikanan samudera nizam zachman jakarta)

Maharbhakti, Harlym Raya (2006) Formulasi strategi pengelolaan pelabuhan perikanan samudera dalam mendukung pembangunan perikanan (studi kasus pada pelabuhan perikanan samudera nizam zachman jakarta). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R29-01-Maharbakti-Cover.pdf - Published Version

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-02-Maharbakti-Abstract.pdf - Published Version

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-03-Maharbakti-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (424kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-04-Maharbakti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (395kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R29-05-Maharbakti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (545kB) | Preview

Abstract

Potensi lestari sumberdaya perikanan laut Indonesia mencapai 6,7 juta ton/tahun yang tersebar di wilayah perairan territorial Indonesia dan perairan ZEEI (Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia). Dari seluruh potensi sumberdaya ikan tersebut, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 5,12 juta ton per tahun atau sekitar 80 persen dari potensi lestari, dan sudah dimanfaatkan sebesar 4,7 juta ton pada tahun 2004 atau 91,8 persen. Potensi perikanan Indonesia yang besar merupakan aset potensial dalam memberikan kontribusi yang signifikan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut. Pelabuhan perikanan dibangun untuk mendukung pembangunan perikanan, khususnya aktivitas penangkapan ikan. Pelabuhan perikanan merupakan sentra perikanan laut yang sangat penting peranannya di dalam rantai sistem perikanan laut. Pelabuhan perikanan merupakan tempat berlindung atau berlabuh bagi kapal-kapal perikanan untuk melakukan berbagai kegiatan seperti mengisi bahan perbekalan, mendaratkan ikan hasil tangkapan, perawatan dan perbaikan alat tangkap dan kapal. Salah satu masalah pokok yang penting diperhatikan dalam penyediaan pelabuhan perikanan adalah pengelolaannya. Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta berlokasi di Muara Baru Ujung, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara merupakan “pelabuhan perikanan yang diusahakan” artinya pengelolaannya dilakukan oleh UPT Pelabuhan Perikanan yang mengelola sebagaian fasilitas non ekonomis, non produktif, sedangkan fasilitas ekonomis, dan produktif dikelola oleh Perum Prasarana Perikanan Samdera Jakarta (Menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : Kep.26I/MEN/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelabuhan Perikanan). Berdasarkan tipenya Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta merupakan pelabuhan perikanan tipe A, atau kelas I yang sekaligus menjadi pelabuhan perikanan yang terbesar dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap dibandingkan dengan rata-rata pelabuhan perikanan lainnya di Indonesia, dengan tujuan distribusi dan pemasaran ikan untuk lokal, nasional maupun ekspor ke manca negara. Perkembangan kapal perikanan yang semakin modern dengan ukuran yang besar dan berkembangnya industri perikanan di PPS Samudera Nizam Zachman yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan secara optimal mengisyaratkan beberapa hal yaitu (1) tingginya animo pengusaha perikanan, khususnya usaha penangkapan dan pengolahan, (2) tingginya lapangan kerja yang tersedia, (3) semakin beratnya daya dukung lingkungan, dan (4) dalam jangka panjang dikhawatirkan nilai guna lahan dan fasilitas yang tersedia menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta saat ini, (2) mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, (3) merekomendasikan formulasi strategi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta dalam mendukung pembangunan perikanan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi melalui pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder yang diperoleh melalui studi literature dan laporan tahunan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta dan Perum Prasarana Perikanan Samudera Jakarta, data primer yang diperoleh melalui wawancara, diskusi dan pengisian kuisioner yang dilakukan oleh responden (pakar/ahli di bidang pelabuhan perikanan). Pengolahan data sekunder dengan metode Skor (Tim Pengkajian dan Evaluasi Pengelolaan Pelabuhan Perikanan, 1999) sedangkan data primer diolah dengan menggunakan analisis Internal - Eksternal, dilanjutkan dengan analisis SWOT untuk memperoleh strategi dan dianalisis dengan menggunakan Proses Hierarki Analitik (PHA) untuk mendapatkan prioritas strategi yang direkomendasikan. Kontribusi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman terhadap pembangunan perikanan dapat dilihat dari kontribusinya dalam jumlah dan nilai produksi perikanan yang dihasilkan terhadap jumlah dan nilai produksi perikanan Kota Jakarta Utara. Kontribusi tersebut dihitung dengan menggunakan Indeks Relatif Produksi Perikanan, yang menghasilkan nilai indeks relatif rata-rata sama dengan 1,00, sehingga dapat dikatakan bahwa produksi perikanan relatif dari Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman sama baiknya dengan produksi perikanan relatif Kota Jakarta Utara. Evaluasi pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta pada tahun 2005 yang ditinjau dari aspek keuangan, aspek operasional, aspek peluang pengembangan dan aspek dampak sinergi memperoleh total skor 90. Nilai skor 90 menunjukkan bahwa Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta masih dapat dikategorikan sebagai Pelabuhan Perikanan yang Layak Diusahakan. Faktor-faktor prioritas masing-masing level hirarki pada Analytical Hierarchy Process terkait dengan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman adalah sebagai berikut : a. Faktor penentu yang paling berpengaruh dalam pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman adalah fasilitas pelabuhan. b. Pelaku yang diharapkan paling berperan dalam pengelolaan adalah Perum Prasarana Perikanan Samudera Jakarta. c. Tujuan utama yang ingin dicapai sesuai dengan visi dan misinya yaitu meningkatkan kualitas pelayanan. d. Strategi prioritas dalam pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman adalah pembangunan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitas pelabuhan. Strategi pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta yang direkomendasikan adalah (1) pembangunan, pemeliharaan, rehabilitasi dan pengembangan fasilitas pelabuhan dengan bobot nilai 0,411, (2) meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sumberdaya manusia dengan bobot nilai 0,245, (3) meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan pelabuhan dengan bobot nilai 0,120, (4) penambahan dana operasional pelabuhan dengan bobot nilai 0,117dan (5) penyempurnaan peraturan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta dengan bobot nilai 0,108.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manajemen Strategi, Pelabuhan Perikanan, Studi Kasus, Evaluasi Pengelolaan, Analisis IE, Analisis SWOT dan AHP.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Aug 2016 04:08
Last Modified: 19 Aug 2016 04:08
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2575

Actions (login required)

View Item View Item