Analisis Brand Equity Jamu Anti Masuk Angin Kemasan Sachet Di Kota Bogor

Handayani, Nur (2010) Analisis Brand Equity Jamu Anti Masuk Angin Kemasan Sachet Di Kota Bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R37-01-Nur-Cover.pdf - Published Version

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R37-02-Nur-Abstrak.pdf - Published Version

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R37-03-Nur-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R37-04-Nur-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (550kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R37-05-Nur-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (754kB) | Preview

Abstract

Saat ini, trend pengobatan herbal telah banyak dilirik masyarakat sebagai alternatif penyembuhan penyakit. Salah satu penyakit yang sudah lama menjadi fenomena bagi masyarakat Indonesia adalah Masuk Angin. Fenomena ini mendorong berbagai industri jamu membuat produk jamu anti masuk angin. Respon masyarakat terhadap jamu anti masuk angin ternyata cukup bagus, sehingga mendorong lahirnya berbagai merek baru jamu anti masuk angin. Adanya standarsdisasi jamu anti masuk angin ke dalam OHT (Obat Herbal terstandar) juga mendorong perkembangan jamu yang pada awalnya kurang diterima masyarakat sebagai penyembuh dan pencegah penyakit, mulai diminati oleh masyarakat Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Jamu untuk mengobati masuk angin merupakan salah satu pasar OHT yang sedang berkembang, industri nasional mengunggulkan produk tersebut sebagai produk ekspor. Antangin, Bintangin, Orangin, dan Tolak Angin merupakan merek jamu anti masuk angin kemasan sachet yang beredar di Bogor. Keempat merek memiliki manfaat dalam mengobati masuk angin. Produk terkemas dalam sachet dan berbentuk cairan. Berbagai karakteristik konsumen dalam memilih merek jamu anti masuk angin dan Keempat merek tentu saja memiliki tingkatan ekuitas merek yang berbeda di masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, analisis karakteristik demografi dan ekuitas merek penting untuk dianalisis guna memperoleh calon pembeli potensial yang tertarget dan kegiatan-kegiatan pemasaran yang perlu dilakukan. Dengan demikian, perumusan masalah pokok penelitian ini adalah Bagaimana karakteristik demografi konsumen jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor?; Bagaimana keragaan jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor?; Bagaimana hubungan antara karakteristik demografi konsumen dengan ekuitas merek jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor?; Bagaimana kontribusi peubah-peubah ekuitas merek produk jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor?; Bagaimana implikasi manajerial untuk merek jamu anti masuk angin kemasan sachet yang dianalisis? Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografi konsumen jamu anti masuk angin di Kota Bogor; menganalisis keragaan jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor; menganalisis hubungan antara karakteristik demografi konsumen dengan ekuitas merek jamu anti masuk angin kemasan sachet di Kota Bogor; menganalisis kontribusi peubah-peubah ekuitas merek produk jamu anti masuk angin di Kota Bogor; merumuskan implikasi manajerial pemasaran untuk merek jamu anti masuk angin yang dianalisis. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner kepada 140 orang responden. Data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan data dan informasi dari kelurahan, BPS, media cetak, jurnal, dan internet. Kota Bogor merupakan wilayah dengan kondisi iklim yang memiliki curah hujan tinggi, dengan demikian masyarakat Bogor memiliki potensi terkena masuk angin, Sampel responden menggunakan purposive sampling. Pemilihan Kecamatan Bogor Barat didasarkan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan kecamatan Bogor lainnya. Analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif dan Analisis Structural Equation Modelling (SEM). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik konsumen jamu anti masuk angin, sedangkan analisis ekuitas merek digunakan untuk memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ekuitas merek. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa tiap item pertanyaan valid (layak) dan hasil uji realibilitas kuesioner dikatakan handal atau realibel. Hasil uji validitas dengan Korelasi Pearson menunjukkan bahwa semua nilai r hasil diatas nilai r tabel (r hasil > r tabel) dan hasil uji reliabilitas dengan Cronbach’s alpha, diperoleh hasil yang dapat diterima (reliabel) dengan nilai sebesar 0,64. Karakteristik umum responden jamu anti masuk angin secara keseluruhan berjenis kelamin perempuan dengan usia antara 26 hingga 35 tahun, sudah menikah dan berasal dari kalangan keluarga sejahtera III (KS III). Responden memiliki rata-rata pengeluaran rutin perbulan antara Rp 2.500.000 – Rp 4.500.000. Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga dan pegawai swasta serta telah menuntaskan pendidikan menengah pertama (SMP). Pada analisis tabulasi silang diperoleh hasil uji chi-square, terlihat adanya keterkaitan antara beberapa faktor-faktor dimensi Ekuitas Merek dengan demografi responden yang ditunjukkan dari signifikansi nilai p yang bernilai lebih kecil dari 0.05. Keterkaitan karakteristik responden terletak pada jenis kelamin dengan unaware brand dan committed buyer; keterkaitan usia responden dengan top of mind brand, top op mind advertising dan brand used most often; keterkaitan pendidikan terakhir ressponden dengan top of mind advertising; keterjaitan pengeluaran responden perbulan dengan recommendation dan best brand. Model SEM ekuitas merek jamu anti masuk angin dalam penelitian ini terdiri atas 14 atribut teramati yang terbagi dalam tiga dimensi pembentuk ekuitas merek, yaitu kesadaran merek (brand awareness), persepsi kualitas merek (brand perceived quality), dan kesetiaan merek (brand loyalty). Sebuah variabel indikator ekuitas merek yang diukur pada penelitian adalah merek terbaik (best brand). Pada model tersebut ekuitas merek adalah laten endogen (tidak bebas). Sedangkan laten eksogen adalah ketiga dimensi pembentuk ekuitas merek yang dapat diukur dengan peubah indicator yaitu : X1 sampai dengan X13. Untuk mengukur peubah laten endogen, ekuitas merek diukur dengan peubah indikator Y1. Dari hasil total pengaruh (total effect) pada model SEM, atribut-atribut atau faktor-faktor yang memiliki pengaruh dominan (paling besar dan signifikan) adalah kesadaran merek (brand awareness). Secara umum, model-model yang digunakan dalam analisis SEM memiliki hasil uji kecocokan yang baik (good fit). Hasil Analisis SEM menunjukkan bahwa dua dimensi pembentuk ekuitas merek yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap ekuitas merek jamu anti masuk angin yang diteliti (brand awareness dan brand perceived quality). Dimensi brand awareness merupakan dimensi yang memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk ekuitas merek dengan nilai estimasi sebesar 0.60. Pengaruh dimensi pembentuk ekuitas merek kedua adalah brand perceived quality yang memiliki nilai estimasi sebesar 0.44. Sementara itu, dimensi brand loyalty tidak berpengaruh signifikan terhadap ekuitas merek. Pada dimensi brand awareness, faktor muatan paling besar yang memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan dimensi brand awareness adalah top of Mind Brand, kemudian diikuti oleh peubah Top of Mind Advertising dan Brand Share . Hal tersebut menunjukkan bahwa keberadaan suatu merek jamu anti masuk angin sangat dipengaruhi oleh merek yang berada di benak konsumen, keberadaan iklan jamu anti masuk angin, dan merek jamu anti masuk angin yang terakhir dikonsumsi oleh konsumen. Sedangkan variabel indikator dimensi brand awareness lain tidak berpengaruh signifikan dan berkontribusi terhadap penurunan dimensi Brand awareness, ditunjukkan dari nilai uji-t dibawah 1.96 dan faktor muatan bernilai negatif. Pada dimensi brand perceived quality, persepsi kualitas merek jamu anti masuk angin kemasan sachet dipengaruhi oleh merek yang sering digunakan oleh konsumen, merek yang menurut konsumen dianggap memiliki kualitas terbaik dan kepuasan konsumen terhadap kualitas produk setelah dikonsumsi. Hal tersebut ditunjukkan oleh faktor muatan paling besar yang memberikan kontribusi besar terhadap dimensi brand perceived quality adalah variabel indikator brand used most often, kemudian diikuti oleh variabel indikator best perceived quality dan overall satisfaction. Berdasarkan penjelasan di atas, pihak manajemen harus lebih giat membangun atau menambahkan awareness dan quality produk sehingga kesetiaan konsumen terhadap merek tetap terjaga dan tidak mudah untuk berpindah ke merek jamu anti masuk angin lainnya. Pengembangan awareness dapat dilakukan dengan pengelolaan iklan dengan optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga hasilnya pun dapat efektif bagi perusahaan. Selain, membangun awareness, pihak pemasar juga harus selalu memperhatikan kualitas produk. Survei secara berkala terhadap end user dapat dilakukan agar perusahaan mengetahui kekurangan dari atribut kesan kualitas dan memperbaikinya. Pemasar juga dapat meningkatkan nilai produk. Mengembangkan fitur produk merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan brand perceived quality konsumen terhadap produk. Produk yang inovatif akan meningkatkan kesan kualitas yang baik dimata konsumennya. Pengembangan fitur produk tidak hanya dapat dilakukan pada rasa tapi juga pada kemasan. Membuat kemasan yang menarik, mudah dikenali dan mudah dalam penggunaan. Kemasan sachet dari jamu anti masuk angin sebagai salah satu poin unggul. Salah satu alasan konsumen memilih jamu anti masuk angin kemasan sachet dilihat dari kepraktisan untuk konsumsi. Awareness dan quality yang baik di mata konsumen tentu saja akan membangun kesetiaan konsumen terhadap suatu merek. Beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai saran adalah Jika ingin mengambil target pasar, heterogenitas data akan mewakili target pasar yang sesungguhnya. Penelitian selanjutnya dapat secara lebih luas mengkaji hubungan interaksi di antara peubah/variabel yang digunakan dalam penelitian ini karena ada kemungkinan hubungan-hubungan interaksi merupakan hubungan yang penting dalam membentuk konsep ekuitas merek dan mempunyai pengaruh yang signifikan. Berkaitan dengan hal ini, analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesetiaan konsumen juga layak dilakukan. Mengingat konstribusi dimensi brand loyalty yang sangat kecil terhadap ekuitas merek jamu anti masuk angin kemasan sachet.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Brand Equity, Jamu Anti Masuk Angin, SEM Analysis Ekuitas Merek. Jamu Anti Masuk Angin Kemasan Sachet, Analisis SEM.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: Library
Date Deposited: 12 Dec 2011 03:23
Last Modified: 14 Jun 2016 08:57
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/261

Actions (login required)

View Item View Item