Penetapan saldo kas optimal di kantor cabang pt. bank bri sungai penuh propinsi jambi

Harsono, Dwi (2005) Penetapan saldo kas optimal di kantor cabang pt. bank bri sungai penuh propinsi jambi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] Text
E17-01-Harsono-Cover.pdf - Published Version

Download (582kB)
[img] Text
E17-02-Harsono-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (390kB)
[img] Text
E17-04-Harsono-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (449kB)
[img] Text
E17-05-Harsono-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (449kB)

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah bahwa keunggulan sumberdaya bagi sebuah bank mutlak diperlukan untuk memenangkan persaingan, sebuah bank akan mampu bersaing dibidang lending maupun funding bila mempunyai keunggulan sumber daya dibidang tersebut misalnya mempunyai biaya dana yang murah, overhead cost yang rendah, maupun promosi yang efektif. Dengan demikian dalam beroperasi bank harus senantiasa memperhatikan efisiensi, baik dalam segi penghimpunan dana, penyaluran dana, maupun pelayanannya. Bagi sebuah bank yang berfungsi sebagai lembaga intermediary yaitu menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana dan menyalurkannya kembali kepada pihak yang memerlukan dana, sehingga laba sebuah bank juga akan sangat ditentukan oleh aktivitas tersebut. Dalam menghimpun dana, bank harus mengeluarkan biaya yang disebut dengan biaya dana dan dalam menyalurkan dana bank memperoleh pendapatan yang disebut pendapatan bunga. Resiko likuiditas dapat dipertimbangkan sebagai resiko yang utama dalam bisnis perbankan, karena resiko ini bisa menyebabkan kebangkrutan bagi sebuah bank, (Bessis, 2000). Untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya resiko likuiditas tersebut, maka bank harus mempunyai asset yang likuid sebanyak kewajibannya. Namun karena asset likuid mempunyai karakteristik tidak menghasilkan pendapatan bagi bank, maka apabila asset likuid terlalu besar akan mengganggu profitabilitas bank. Sebaliknya, apabila asset likuid terlalu kecil sangat beresiko apabila terjadi penarikan dana yang melebihi asset likuid yang tersedia, meskipun sangat mendukung profitabilitas bank. Menghadapi kendala tersebut, maka bank harus mampu mengoptimalkan antara likuiditas di satu pihak dan profitabilitas di lain pihak. Pengelolaan likuiditas yang paling dominan pada operasional di kantor cabang yang melayani langsung nasabahnya adalah pengelolaan kas, yaitu merupakan jumlah kas yang harus disediakan oleh bank terutama untuk menjaga faktor kepercayaan terhadap nasabah, apabila sewaktu-waktu nasabah tersebut melakukan penarikan atas dana yang dimilikinya. Kebutuhan penyediaan kas fisik ini harus dikelola dengan baik dan perilaku aliran kasnya dimonitor dan dianalisa untuk menentukan besarnya kas optimal dalam operasionalnya. Kas optimal suatu bank merupakan jumlah kas yang tersedia agar disatu sisi operasional tidak terganggu dan disisi lain tidak terjadi penyediaan kas yang terlalu besar (cash idle) yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan bagi bank untuk memperoleh pendapatan. Dalam penelitian ini diindikasikasikan bahwa (1) Pengelolaan likuiditas pada PT. Bank BRI Kantor Cabang Sungai Pebuh perlu lebih ditingkatkan guna memperoleh profitabilitas disamping juga untuk menjaga likuiditas. (2) Diperlukan pengelolaan kas agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah, karena hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan khususnya dengan PT. Bank BRI Kantor Cabang Sungai Penuh. (3) Perlu dikaji ulang apakah penetapan maksimal kas dari Kanwil sudah sesuai dengan kebutuhan kantor cabang, untuk menghindari adanya cash idle. (4) Penetapan kas optimal yang ada belum mencerminkan kas optimal dari masing-masing kantor cabang, sehingga diperlukan upaya pengelolaan kas untuk bisa mendayagunakan sumber daya yang dimiliki untuk tujuan pencapaian laba. Secara umum tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penetapan kas optimal terhadap pencapaian laba di Kantor Cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh. Sedangkan tujuan penelitian ini secara khusus adalah sebagai berikut : (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan kebutuhan kas optimal. (2) Menetapkan besarnya kas optimal di Kantor Cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh. (3) Menganalisis pengaruh perhitungan kas optimal terhadap pencapaian laba usaha di Kantor Cabang. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada penghitungan kas optimal untuk mata uang rupiah, sedangkan mata uang lain yaitu dolar tidak termasuk dalam lingkup penelitian ini karena dolar jumlahnya kecil dianggap kurang berpengaruh. Dan analisa data yang digunakan pada tulisan ini adalah menggunakan data variabel likuiditas harian Kantor Cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh selama tahun 2003 dan tahun 2004 untuk penetapan saldo kas optimal bagi kantor cabang tersebut. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pengujian distribusi variabel yang berpengaruh terhadap kas sesuai dengan persyaratan penggunaan model Value at Risk (VaR), distribusi yang digunakan diasumsikan terjadi dalam suatu kurva normal, sehingga luas areal dibawah kurva normal yang digunakan sebagai perhitungan sesuai dengan standard deviasi atau confidence level interval yang nilainya dapat ditentukan sesuai tabel (dapat dihitung secara parametric). Dalam penelitian ini juga dilakukan eksplorasi data untuk menjelaskan hubungan antar variabel dan untuk mengamati apakah terdapat data-data yang aneh atau ekstrem, adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “Stem and Leaf Displays”. Uji 2 (Chi-Square test) untuk memeriksa ketidaktergantungan dan homogenitas. Uji-uji ini dilandaskan pada sebuah teknik yang diperkenalkan pada tahun 1900 oleh Karl Pearson. Pengelolaan likuiditas mempunyai arti yang sangat penting bagi bank, karena masalah likuiditas tidak hanya merupakan kesiapan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek namun lebih dari itu bank harus dapat menjamin tersedianya dana dalam jangka panjang untuk menjaga kelangsungan operasional agar tetap tumbuh. Pengelolaan likuiditas harian perlu dilaksanakan secara tepat dengan tujuan supaya pagu kas dapat tersedia dalam jumlah yang memadai. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disarikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan kas di bidang usaha perbankan, khususnya di Kantor Cabang Bank PT. Bank BRI Sungai Penuh data-data “Kewajiban Segera” paling bervariasi dibandingkan variabel DPK lainnya. Sedangkan variabel Dana Pihak Ketiga (DPK) Tabungan mempunyai rata-rata value change yang paling kecil diantara Deposito, Giro dan Kewajiban Segera, ini berarti fluktuasi besarnya Tabungan paling kecil. Volatilitas Deposito, Tabungan, Kewajiban Segera, dan Giro tidak menyebar mengikuti distrubusi Normal. Dari hasil pengujian ternyata Kas Kanca berkaitan sangat signifikan terhadap variabel-variabel lainnya (2) Berdasarkan pendekatan model VaR dan Percentile Method untuk menetapkan kas optimal bagi kantor cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh, diketahui bahwa besarnya Kas optimal berdasarkan data yang relevan adalah pada interval Rp. 769.207.000,- sampai dengan Rp 1.695.510.000,- sedangkan pada awal dan akhir bulan, serta pada hari libur panjang kas optimal adalah sebesar Rp 3.502.649.000,-, dimana walaupun variabel Giro tidak menunjukkan tingkat keterkaitan sekuat variabel lainnya namun kontribusinya dalam penentuan Kas optimal cukup besar. (3) Berdasarkan perhitungan pengaruh penetapan kas optimal terhadap laba Kantor Cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh, dapat diketahui bahwa dengan penetapan kas optimal secara benar ternyata berpengaruh secara positip atas laba bank. Meskipun Kenaikan pendapatan dari Fund Transfer Price (FTP) di Kantor Cabang PT. Bank BRI Sungai Penuh tidak begitu besar namun apabila diterapkan secara nasional kemungkinan akan material jumlahnya. Dalam penelitian ini disarankan bahwa (1) Metode penetapan kas optimal dengan pendekatan VaR dapat dijadikan alternatif bagi manajemen dalam mengelola likuiditasnya (2) Dengan telah ditetapkannya kas optimal, harus selalu dilakukan monitoring terhadap volatilitas DPK, untuk menentukan besarnya perkiraan kas optimal pada suatu periode mendatang (3) Perlu dilakukan back testing untuk menjaga validitas model yang digunakan (4) Supaya Model kas optimal dapat diaplikasikan dengan baik, maka perlu dilengkapi dengan indikator Monitoring and Contingency Planning. Tujuannya adalah untuk dapat segera menentukan langkah tindak lanjut atau inisiatif strategi bagi manajemen, untuk mengantisipasi berbagai kondisi yang terjadi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 13(E17)Har p
Uncontrolled Keywords: Likuiditas, Kas, Analisis VaR, Chi-Square test, Fund Transfer Price, Sungai Penuh.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 16 Nov 2016 04:12
Last Modified: 16 Nov 2016 04:12
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2703

Actions (login required)

View Item View Item