Analisis penempatan dan pengembangan sumber daya manusia di pt. xyz

Sangkaeng, Abednedju Giovano W. (1994) Analisis penempatan dan pengembangan sumber daya manusia di pt. xyz. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R02-01-Sangkaeng-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R02-02-Sangkaeng-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (951kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R02-03-Sangkaeng-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (905kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R02-04-Sangkaeng-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17MB)

Abstract

perkebunan merupakan suatu bentuk kegiatan agribisnis yang tertua di Indonesia. Perkebunan ini merupakan suatu bentuk industri yang oleh Ansoff dikategorikan ke dalam industri yang berdaya tumbuh lambat. Oleh karena itu, membutuhkan sumber daya manusia yang berbeda dengan industri-industri yang lain. Perbedaan tersebut terutama disebabkan karena adanya pengaruh dari perurnusan strategi dalam industri. perkebunan yang berdaya tumbuh lambat ini terhadap sumber daya manusianya sebagai pelaksana strategi tersebut. PT.XYZ sebagai suatu perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang perkebunan ini juga telah mengantisipasi adanya perbedaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan yang telah memiliki 41 anak perusahaan yang mengelola lahan sebesar 250.617 hektare, dan tersebar di 12 propinsi ini, berupaya untuk merumuskan suatu budaya perusahaan yang kondusif agar dapat tercipta suatu iklim kerja yang baik dan memuaskan. Penciptaan budaya ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua unsur dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia di perusahaan, seperti penyusunan struktur organisasi yang mantap, pembuatan uraian pekerjaan dan spesifikasi sumber daya manusia kebun yang diinginkan serta penerapan struktur penggolongan jabatan dan pangkat dalam organisasi perusahaan perkebunan. Selain itu, peru sahaan juga telah menyediakan prasarana-prasarana penunjang, seperti perumahan, tempat ibadah, poliklinik dan prasarana rekreasi di lokasi-lokasi perkebunannya dalam rangka pemberian kesejahteraan bagi karyawan yang dimilikinya. Namun uniknya, semua faktor tersebut masih belum dapat menahan tingginya tingkat turnover karyawan di perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan suatu alternatif pemecahan masalah agar perusahaan dapat memperoleh alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini, yakni agar karyawan yang dimilikinya merasa betah di kebun. Penelitian ini dititik beratkan pada analisis penempatan dan pengembangan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kaji manajemen, yakni metode yang membandingkan antara sistem yang telah ada sekarang (actual) dengan apa yang dikemukakan dalam tinjauan pustaka (desired). Dari hasil analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat), tampak bahwa kelemahan perusahaan terletak pada tingginya tingkat turnover sumber daya manusia, yang dipengaruhi oleh faktor- faktor: daya tumbuh industri perkebunan yang lambat, sistem imbalan, bobot kerja di lokasi perkebunan dan iklim serta kondisi fisiklgeografis perkebunan itu sendiri. Untuk itu perusahaan disarankan agar melakukan tindakan penarikan calon karyawan secara lebih selektif lagi, dengan memperhatikan kesesuaian individu dengan daya tumbuh industri dan budaya perusahaan itu sendiri. Selanjutnya, pada bidang penempatan disarankan agar perusahaan dapat memberikan suatu bentuk pelatihan khusus yang memberikan pembekalan kepada karyawan yang baru direkrut, agar dapat lebih siap di tempatkan di daerah perkebunan yang terpencil. Sedangkan dalam bidang pengembangan, disarankan agar menciptakan suatu pola pengembangan yang berjenjang, yakni dengan melihat pada pola pertumbuhan sebuah pohon (dari bertunas dibina hingga berbuah). Dengan demikian, pola penempatan dan pengembangan yang dilakukan merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dalam suatu siklus yang mengarah pada pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup sumber daya manusia. Apabila diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa karyawan yang bersangkutan tidaklbelum sesuai dengan yang diharapkan, maka dengan pelatihan yang tepat karyawan tersebut dibina dan diarahkan kepada bentuk yang diinginkan perusahaan. Namun bila ha1 ini tidak dilakukan, maka hanya akan menambah tingkat turnover karyawan. Dengan tingkat turnover yang tinggi maka kinerja perusahaan akan terganggu, karena tenaga-tenaga potensial akan pindah ke tempat yang menurut mereka dianggap lebih baik daripada perusahaan itu sendiri, sehingga akan mengurangi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 95SAN a
Uncontrolled Keywords: Manajemen sumber daya manusia
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 18 Jan 2017 04:55
Last Modified: 02 Mar 2020 08:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2765

Actions (login required)

View Item View Item