Analisis biaya produksi minyak sawit dan inti sawit dengan sistem activity based costingstudi kasus pada pt. tti medan

Suwito, . (1994) Analisis biaya produksi minyak sawit dan inti sawit dengan sistem activity based costingstudi kasus pada pt. tti medan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R03-01-Suwito-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-04-Suwito-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-03-Suwito-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (917kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-02-Suwito-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17MB)

Abstract

demikian itu, untuk menghitung biaya produksinya diterapkan sistem Activity- Based Costing yang menelusuri biaya dari aktivitas-aktivitas yang ada. Dari penganalisaan data yang ada di perusahaan, data dapat dikelompokkan dalam empat kelompok, yaitu biaya bersama (joint cost), biaya minyak sawit, biaya inti sawit dan biaya tenaga penggerak (power). Pengelompokan biaya ini bertujuan untuk mengalokasikan biaya yang ada menjadi biaya-biaya yang menjadi beban minyak sawit dan inti sawit, sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui berapa beban biaya untuk masing-masing produk. Analisis data lebih lanjut menghasilkan biaya produksi untuk tahun 1993. Biaya produksi minyak sawit Rp.40,66/kg dan inti sawit Rp.l06,62/kg. Biaya produksi dengan depresiasi masing-masing produk menjadi Rp.55,25/kg dan Rp. 145,541kg. Harga Pokok Produksi, yaitu biaya produksi ditambah dengan biaya lapangan (field cost), untuk minyak sawit Rp.l54,17/kg dan untuk inti sawit Rp.244,46/kg. Biaya produksi dengan cara yang sekarang berlaku, tetap seperti yang dihitung perusahaan, yaitu Rp.S4,13/kg. Pengilnplementasian sistem ABC di pabrik kelapa sawit dengan tujuan memisahkan biaya produksi minyak sawit dengan biaya produksi inti sawit, akan dapat memberikan informasi akuntansi yang lebih rinci bagi manajemen. Dari segi strategi bisnis, margin yang cukup besar yang diperoleh pada industri kelapa sawit ini, memicu pendatang baru (new entrants) untuk melakukan investasi. Masuknya investor-investor baru ke dalam industri dan meningkatkan intensitas persaingan (intensity of revalry) dan naiknya suplai. Jika pertumbuhan suplai ini melebihi kecepatan bergeraknya demand, maka harga akan dapat tertekan turun. Untuk menghadapi keadaan yang akan terjadi di masa depan, setiap perusahaan harm mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi dengan memilih altematif strategi yang paling sesuai dengan tujuan perusahaannya. Meningkatkan efisiensi dan mutu pada sektor produksi dan perluasan pasar pada sektor pemasaran Merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian dari manajemen. Efisiensi pada sektor produksi berarti menekan biaya produksi tanpa sampai mempengaruhi produktivitas dan mutu. Informasi akuntansi menjadipenting artinyauntuk mencapai tujuan tersebut. Untuk menerapkan sistem ABC dibutuhkan persiapan, antara lain pelatihan terhadap pegawai yang akan melaksanakannya. Penghitungan dengan sistem ABC dapat dilakukan secara manual seperti sistem akuntansi lainnya, tetapi dengan memanfaatkan program komputer yang dirancang khusus untuk suatu kegiatan akan sangat mempercepat pekejaan dengan akurasi yang tinggi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 96SUW a
Uncontrolled Keywords: Manajemen keuangan, Sawit, Activity-Based Costing, ABC
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 18 Jan 2017 06:02
Last Modified: 02 Mar 2020 09:01
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2766

Actions (login required)

View Item View Item