Penyusunan rencana pemasaran dalam rangka pengembangan bisnis chain store sepatu olah raga "action" pada pt husada remindo

Darwis, Sylvia Wisna (1994) Penyusunan rencana pemasaran dalam rangka pengembangan bisnis chain store sepatu olah raga "action" pada pt husada remindo. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R03-01-Darwis-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-02-Darwis-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-03-Darwis-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-04-Darwis-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (28MB)

Abstract

PT Haseda Remindo pada pertengahan November 1993 membuka sebuah toko sepatu olahraga yang diberi nama "ACTION " for active people (untuk lebih memudahkan selanjutnya disebut “ACTION " saja), yang rencananya akan merupakan toko pertama dari serangkaian chain store yang akan dibuka kemudian. Toko pertama ini berlokasi di Cinere Mall, daerah Cinere, Sawangan, di bilangan Selatan Jakarta. Konsep chain store ini adalah menawarkan sepatu olahraga bermutu baik dengan Core competence berupa customer service, yaitu memberikan konsultasi gratis dalam pemilihan dan penggunaan sepatu olahraga. Bisnis retail sepatu olahraga ‘ACTION” ini mempunyai permasalahan yang dapat dikelompokkan ke dalam permasalahan jangka sangat pendek (1-4 bulan), jangka pendek (1 tahun), dan jangka menengah sampai panjang (3-5 tahun). Permasalahan jangka sangat pendeknya adalah pencapaian penjualan dari toko di Cinere Mall (pertengahan November 1993 sampai bulan Maret 1994) yang sangat rendah, yaitu hanya 20 % dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan permasalahan jangka pendek, menengah sampai panjang adalah belum terdapatnya Rencana Pemasaran yang lengkap dan sistematis dalam rangka pengembangan bisnis chain store sepatu olahraga "ACTION ". Tujuan dari Geladikarya ini adalah menyusun Rencana Pemasaran dalam rangka mengembangkan bisnis chain store sepatu olahraga "ACTION " dari Divisi retail PT Haseda Remindo. Laporan Geladikarya ini menekankan pada analisa industri, pengamatan perilaku dan karakteristik target konsumen, pemecahan permasalahan jangka sangat pendek, Strategi Pemasaran, Rencana Pemasaran serta Rencana Pembentukan Sistem Franchise. Dalam menyusun Rencana Pemasaran, dilakukan proses sebagai berikut : 1) penentuan misi perusahaan, 2) analisa eksternal dan internal perusahaan, 3) pencocokan peluang dan ancaman dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan, 4) penyusunan strategi Pemasaran dan Rencana Pemasaran. Dari analisa eksternal diidentifikasi bahwa faktor-faktor ekonomi, sosial dan politik di Indonesia maupun di dunia mendukung perkembangan industri retail sepatu olahraga, sedangkan faktor-faktor kemajuan teknologi selain memberikan peluang bagi perkembangan industri ini juga memberikan ancaman melalui percepatan terjadinya perubahan-perubahan selera dan pola konsumsi konsumen . Industri retail sepatu olahraga saat ini tidak terlalu terkonsentrasi, oleh karena banyaknya perusahaan yang berada di dalamnya. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini terlihat kecenderungan timbulnya beberapa chain store sepatu olahraga yang cukup kuat yang akan meningkatkan konsentrasi struktur industri sehingga intensitas persaingan di dalam industri akan menurun sedangkan entry barriers akan meningkat. Chain store "The Athlete's Foot" merupakan market leader dalam industri ini yang mempunyai core competence yang sama dengan "ACTION”, yaitu dalam customer service dengan memberikan konsultasi gratis dalam pemilihan dan penggunaan sepatu olahraga yang tepat. Pada tahun 2000-an akan terjadi pergeseran kelompok umur penduduk Indonesia , dari kelompok umur 12-19 tahun ke kelompok 30-49 tahun. Kelompok umur ini mempunyai ciri psikografis antara lain kuat dana dan kaya akan informasi, sehingga mereka mempunyai kekuatan dalam menentukan produk yang dipasarkan. Dari analisa profil pesaing ditemukan bahwa chain store "The Athlete's Footsg merupakan pesaing terkuat dengan nilai 4.05, diikuti oleh "Sports Stationg1 (3.80), "Batam (3.55), "Nikew(3.52) , "Big Foot Little Foot" (3.25) dan toko lain-lain (2.04) , sedangkan "ACTION " sendiri mendapat nilai 2.72. Dari wawancara dengan pengunjung toko "ACTION " di Cinere Mall ditemukan profil target konsumen sebagai berikut : anak muda (pria banding wanita adalah dua banding satu), berumur 12-25 tahun, pelajar dan mahasiswa, menyukai olahraga basketball, renang, tennis dan jogging, melakukan olahraga secara teratur 1-3 kali dalam seminggu, menggunakan sepatu basket ball, tennis, jogging dan cross training dari merek ~ike,R eebok, L.A. Gear dan Adidas oleh karena kenyamanan dan modelnya; menyukai toko sepatu olahraga yang nyaman dan yang memberikan konsultasi dalam pemilihan sepatu olahraga. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi outlet "ACTION" dicinere Mall, perlu dilakukan program-program taktis seperti : 1) mengadakan demo di fitnes-fitness center, institusi, lembaga pendidikan, kompleks perumahan dan lain-lain, 2) mengirim direct mail ke perumahan sekitar Cinere, 3) mengadakan promosi penjualan dengan memberikan kepada konsumen gimmicks yang kreatif dan menarik dengan memakai logo “ACTION “ , 4) memberikan konsultasi gratis kepada perkumpulan-perkumpulan olahraga, mengenai pemakaian sepatu olahraga. Dalam kesemua program ini yang perlu ditekankan adalah customer service yang merupakan core competence dari “ACTION “. Target penjualan untuk tahun I, II dan III berturut-turut adalah Rp. 0.7 miliar, Rp. 2 miliar dan Rp. 3.5 miliar dengan EBT (Earning Before Tax) masing-masing 0 %, 9.7 % dan 14.9 %. Target penjualan tersebut di atas dapat tercapai dengan membuka tiga outlet dalam setahun. Outlet-outlet ini dapat keseluruhannya dimiliki PT Haseda Remindo, atau dapat juga merupakan kerjasama dengan pihak lain yang memiliki dana tetapi belum mempunyai pengalaman dan pengetahuan di bidang retail sepatu olahraga serta membutuhkan bimbingan manajerial dalam mendirikan dan menjalankannya. Kepemilikan outlet 100 % mempunyai kemungkinan pencapaian margin yang lebih tinggi daripada bekerjasama dengan pihak lain, akan tetapi resikonya juga lebih besar. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dari brand-brand tertentu serta untuk tampil beda dari chain store pesaing dan sekaligus meningkatkan gross margin, PT Haseda Remindo dapat membuat own brand products yang diproduksi oleh beberapa pemasok sesuai dengan spesifikasi dari PT Haseda Remindo. PT Haseda Remindo dapat juga meminta pemasok untuk memasok model tertentu (merek dari pemasok sendiri) hanya ke chain store “ACTION “ dengan memberikan imbalan berupa terms of payment yang lebih menarik serta volume dan kontinuitas pemesanan yang baik pula. penciptaan own brand products serta pemesanan model khusus ini baru layak untuk direalisasikan setelah perusahaan memiliki kurang lebih lima outlet sehingga volume pemesanan yang cukup tinggi akan menurunkan biaya produksi per unit. Studi ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam ha1 waktu, dana dan akses data ke pesaing. Walaupun demikian dimasa-masa yang akan datang studi ini dapat dikembangkan dan disempurnakan untuk memberi manfaat yang lebih besar baik bagi perusahaan maupun bagi perkembangan industri retail sepatu olahraga umumnya. Permasalahan potensial yang perlu diantisipasi adalah : 1. Jika target penjualan tidak tercapai, maka pencapaian penjualan hanya 5 % di bawah target telah menyebabkan IRR tiga tahun pertama turun sebesar 16.5 % per tahun, sedangkan EBT turun sekitar 1 - 1.5 % per tahun. 2. Pengembangan outlet terhambat oleh karena sangat terbatasnya jumlah shopping center yang memadai. 3. Distributor belum mau meningkatkan discountnya sehingga akan mempengaruhi pencapaian target margin. Pemecahan terhadap masalah potensial tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Membuka sebanyak mungkin outlet pada tempat-tempat strategis agar resiko penurunan profitabilitas oleh karena penurunan penjualan akan menjadi lebih kecil. 2 . Melakukan pendekatan sedini mungkin terhadap pengelola shopping center yang baru akan didirikan agar dapat diperoleh tempat yang strategis dengan harga lebih murah. 3. Sedini mungkin merintis pembentukan own brand products, untuk mengurangi ketergantungan profitabilitas kepada pemasok

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 99DAR p
Uncontrolled Keywords: Manajemen pemasaran
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Jan 2017 03:52
Last Modified: 02 Mar 2020 09:19
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2769

Actions (login required)

View Item View Item