Perumusan kebijakan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pengusahaan hutan bina desa hutan pt. sba wood industries

Anuar, Sharial (1994) Perumusan kebijakan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pengusahaan hutan bina desa hutan pt. sba wood industries. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R03-01-Anuar-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-03-Anuar-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (700kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-02-Anuar-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (942kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-04-Anuar-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17MB)

Abstract

Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di dalam dan di sekitar hutan mendorong pemerintah melalui Departemen Kehutanan mewajibkan para pemegang konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk melaksanakan kegiatan HPH Bina Desa Hutan. Salah satu pemegang konsesi HPH ini adalah PT. SBA Wood Industries yang lokasi konsesinya di Cabang Dinas Kehutanan Ogan Komering Ilir, Dinas Kehutanan Dati I Sumatera Selatan. Dalam rangka melaksanakan kegiatan HPH Bina Desa Hutan ini, PT. SBA Wood Industries menemui masalah karena adanya "trade-off" antara kegiatan ini dengan kegiatan bisnis pengusahaan kayunya. Sebagai organisasi bisnis, perusahaan berorientasi kepada usaha meraih keuntungan sementara kegiatan HPH Bina Desa Hutan merupakan kegiatan pembangunan masyarakat pedesaan. Kedua kegiatan mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda serta membutuhkan kebijakan yang berbeda pula. DiSamping itu kondisi desa binaan yang berupa lahan pasang surut dan keadaan masyarakat desa binaan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari pengambilan kayu di konsesi HPH PT. SBA Wood Industries menambah rumitnya permasalahan yang dihadapi. rpujuan geladikarya ini adalah melakukan analisis SWOT untuk rnengetahui kendala yang dihadapi perusahaan dalam melaksana Ran kegiatan HPH Bina Desa Hutan, merumuskan kebijakan perusahaan dalam melaksanakan kegiatan, menyusun rencana implementasi kegiatan dan konsekuensi keuangan terhadap perusahaan serta menganalisis manfaat kegiatan bagi masyarakat dan perusahaan. Data-data kuantitatif dan kualitatif yang dibutuhkan dikumpulkan melalui wawancara, diskusi, pengamatan lapangan dan peraturan-peraturan pemerintah serta terbitan-terbitan ilmiah mengenai permasalahan terkait. Dari data-data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities and threats) untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Dari alternatif-alternatif yang dikembangkan akhirnya dapat dirumuskan kebijakan perusahaan. Kebijakan tentang jenis kegiatan yang disarankan adalah Pengembangan usahatani Padi, Pengembangan Usahatani Jeruk, Pengembangan Usaha ternak itik petelur, Pembinaan dan Pengembangan Koperasi serta Pengadaan sarana & prasarana umum. Kebijakan tentang sistem pembiayaan adalah Pinjaman yang dikembalikan dalam bentuk persentase hasil produksi dengan "revolving". Kebijakan tentang organisasi pelaksana adalah , organisasi HPH Bina Desa Hutan yang selama ini berada dibawah Direktur Operasi, dipisahkan dan diletakkan langsung dibawah Direktur Utama. Konsekuensi dari kebijakan yang dirumuskan adalah adanya perubahan struktur organisasi, perekrutan tenaga ahli yang dibutuhkan serta penyediaan dana kegiatan. Dari data rencana implementasi kegiatan dan anlisis keuangan yang dikembangkan, maka perusahaan harus menyediakan anggaran sebesar Rp. 591.221.427 untuk seluruh jangka waktu kegiatan sampai dengan tahun 2011/2012. Pengeluaran "riel" dengan penetapan biaya modal sebesar 12 % dan tahun dasar perhitungan 1994 adalah sebesar Rp. 250.564.970,-atau rata-rata Rp 12.528.249/tahun. Jumlah ini masih relatif kecil dan masih berada dibawah angka kewajiban perusahaan menyisihkan keuntungan 5 % pertahun untuk kegiatan sosial. Sebagai gambaran, pada tahun 1993/1994 besarnya kewajiban ini sebesar Rp. 64.018.478. Sasaran peserta kegiatan adalah kelompok masyarakat yang bermata-pencaharian mengambil kayu dari hutan dan bekerja pada "sawmilll” liar di desa Simpang Tiga (desa binaan). Jumlah peserta kegiatan setiap tahun sebanyak 37 Kepala Keluarga. Peningkatan pendapatan peserta terjadi sejak tahun pertama kegiatan kecuali pada tahun ke-3. Lonjakan peningkatan pendapatan terjadi mulai tahun ke-6 setelah menjadi peserta yaitu lebih dari 5 kali lipat. Manfaat kegiatan ini bagi perusahaan secara ekonomis adalah penurunan biaya pengamanan dan rehabilitasi hutan, dan amannya stok produksi di areal konsesi yang tidak diambil masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 105ANU p
Uncontrolled Keywords: Manajemen strategi, Kehutanan, Analisis SWOT, SWOT, strengths, weaknesses, opportunities and threats.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 20 Jan 2017 01:30
Last Modified: 02 Mar 2020 09:32
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2773

Actions (login required)

View Item View Item