Perkiraan harga pokok produksi dan pemasaran log dan chipwood hasil penjarangan hti pt. musi hutan persada(barito pacific group) untuk penghara industri pulp

Yahya, M. Yamin (1994) Perkiraan harga pokok produksi dan pemasaran log dan chipwood hasil penjarangan hti pt. musi hutan persada(barito pacific group) untuk penghara industri pulp. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R03-01-Yahya-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-04-Yahya-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-02-Yahya-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (892kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-03-Yahya-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (23MB)

Abstract

Tujuan kajian adalah untuk menentukan harga pokok produksi log dan chipwood hasil penjarangan hutan tanaman industri, dan mengkaji aspek pemasaran produk, tersebut untuk dipasarkan kepada industri pulp domestik dan luar negeri. Metode yang digunakan adalah kajian manajemen dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Perkiraan harga pokok produksi ditentukan dengan menggunakan metode berdasarkan volume (volume based system), yaitu volume log dan volume chipwood. Penentuan biaya ini berdasarkan hasil studi kelayakan, time study, dan pengalaman perusahaan lain. Pendekatan pemikiran berdasarkan pertimbangan perlu atau tidaknya melakukan penjarangan. Apabila tidak dilaksanakan penjarangan maka volume optimal pada akhir daur sulit untuk dicapai, tetapi dapat menghemat biaya. Sebaliknya jika dilakukan penjarangan maka volume optimal leb.ih mudah tercapai dengan kualitas yang lebih baik, tetapi menimbulkan biaya untuk aktivitas penjarangan, namun biaya ini sebenarnya dapat ditutupi dengan menjual hasil penjarangan tersebut. Dengan derajad penjarangan sebesar 30 sampai dengan 50 persen, maka volume kayu yang dijarangkan tersebut sangat besar. Hal ini merupakan hasil antara (intermediate yield) bagi perusahaan. Penjarangan dapat dilakukan secara manual maupun secara mekanis. Dari dua alternatif ini akan diperoleh metode yang paling murah dengan mempertimbangkan beberapa faktor lainnya. Sedangkan pembuatan chip (chipping) dapat dilakukan dengan portable chipper yang biasa digunakan untuk industri berskala kecil dan stationary chipper yang digunakan oleh industri berskala besar. Lingkup kajian perkiraan harga pokok produksi dibatasi hanya untuk HTI tanaman 1990/1991 dan HTI tanaman 1991/1992. Pengkajian aspek pemasaran hanya melihat peluang dan kendala untuk pasar yang dimasuki. Jadi, tidak mengkaji strategi pemasaran secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa harga pokok produksi log yang dilakukan secara manual lebih rendah daripada harga pokok produksi log mekanis, yaitu Rp. 42.6221m3 untuk log manual dan Rp. 45.5601m3 untuk log mekanis. Jika dilihat dari perbedaan biaya logging ini, maka sebaiknya perusahaan melakukan aktivitas logging secara manual. Tetapi implikasinya adalah perusahaan harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja yang cukup besar di sekitar lokasi HTI. Selain itu, ada kemungkinan lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan, yaitu memborongkan (sub-kontrak) kegiatan logging kepada pihak lain. Adanya sub-kontrak ini dapat mengurangi investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Harga pokok produksi chipwood portable chipper (tidak termasuk biay achipscreen dan chipsilo) lebih rendah daripada chipwood stationary chipper. Walaupun demikian, karena ini terkait dengan rencana jangka panjang dan pengembangan bisnis perusahaan, sebaiknya pemrosesan chipwood dilakukan dengan stationary chipper. Selain itu, chipwood dengan stationary chipper ini mutunya lebih terjamin dan dapat diterima oleh importir dengan harga yang lebih baik, serta lebih mudah penangannnya. Pembangunan dan pengadaan mesin chipwood dapat melibatkan mitra asing yang sekaligus siap menampung produk tersebut, misalnya perusahaan-perusahaan Jepang seperti Mitsubishi Corporation atau Marubeni Corporation, atau mitra asing dari negara lain, seperti Finlandia yang sangat berpengalaman dalam industri pulp dan kertas. Dengan demikian, pemasaran produk lebih terjamin. Namun pemasaran ini sebaiknya dilakukan berdasarkan kontrak, dengan penyesuaian harga setiap triwulan atau semester sesuai dengan jangka waktu kontrak.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 106 YAH p
Uncontrolled Keywords: Manajemen pemasaran, Hutan tanaman Industri, HTI.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 20 Jan 2017 01:58
Last Modified: 02 Mar 2020 11:03
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2774

Actions (login required)

View Item View Item