Strategi pengembangan bisnis feedlot di indonesiastudi kasus pada apfindo

Edy, Hery (1994) Strategi pengembangan bisnis feedlot di indonesiastudi kasus pada apfindo. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R04-01-Edy-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-03-Edy-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (899kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-02-Edy-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-04-Edy-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

Daging sapi di Indonesia merupakan salah satu komoditi strategis. Indikator ekonomi menunjukkan bahwa peningkatanpendapatan rata-rata per kapita masyarakat serta kesadaran akan konsumsi protein hewani, mendorong meningkatnya permintaandaging sapi secara agregat. Kondisi ini membuka peluangbagi para pengusaha untuk bergerak dibidang penggemukan sapi potong (industri feedlot). Tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia rata-ratamencapai 6,5 kg/kapita/tahun, sehingga penduduk Indonesiapada tahun 1994 diperkirakan membutuhkan konsumsi daging sapi sebanyak 123.500 tonltahun. Kebutuhan daging sapi inimasih belum dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri. Hingga tahun 1993 saja tercatat bahwa impor daging sapiIndonesia mencapai 7244 ton. Ada indikasi bahwa permintaandaging sapi di Indonesia cenderung meningkat dari tahun 1991 sampai dengan 1993. Walaupun dari tahun tersebut penawaranterhadap daging sapi juga tampak meningkat, tetapi tetap adakekurangan dalam memenuhi permintaan. Pasokan daging sapi di Indonesia umumnya di perolehdari petani tradisional, industri feedlot dan impor masingmasingsebesar 70%, 20% dan 10%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa keberadaan dan kontribusi industri feedlot diIndonesia masih relatif kecillrendah, sehingga peran dankontribusinya masih dapat ditingkatkan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kondisi demikian jelas merupakantantangan sekaligus peluang usaha bagi bisnis industrifeedlot di Indonesia. Dari informasi tersebut di atas, dapat dirumuskanpermasalahan sebagai berikut: pertama, bagaimana statusindustri feedlot di Indonesia (daya serap dan produk). Kedua, bagaimana prospek industri feedlot di Indonesia danyang ke tiga, bagaimana strategi pengembangan industrifeedlot di Indonesia. Adapun tujuan studi ini ialah: pertama, mendapatkangambaran dan menganalisa industri feedlot di Indonesia, kedua, mengantisipasi peluang bagi pengembangan bisnis feedlot dan yang ke tiga, memformulasikan strategi bagi pengembanganindustri feedlot. studi ini merupakan studi kasus pada Asosiasi ProdusenDaging dan Feedlot Indonesia (APFINDO), dengan menggunakananalisa deskriptif, didukung dengan alat analisa SWOT, yangterlebih dahulu diawali dengan model Porter "Faktor Pengendalidalam PersainganN, yang telah diadaptasikan denganmasalah industri feedlot di Indonesia. Hasil analisa dalam studi ini menunjukkan bahwa kekuatan dalam bisnis industri feedlot di Indonesia adalah,memiliki modal kuat (karena skala ekonomi) , adanya daya dukung kebijakan pemerintah, adanya daya dukung lahan untukindustri feedlot, menghasilkan produk yang berstandar kualitas internasional, kontinuitas produksi dijamin aman, penggunaan teknologi canggih dalam prosesing. Kelemahannya terbatasnya tenaga ahli bidang feedlot, harga produk relatiftinggi, bahan pakan masih impor, dan ketergantungan sapi bakalan dari Australia. Peluang bisnis industri feedlot adalah adanya peningkatan pendapatan rata-rata perkapitamasyarakat, peningkatan industri pariwisata, peningkatan industri daging sapi olahan, peningkatan industri perhotelan, meningkatnya meat shop/super market/ swalayan danmeningkatnya penanaman modal asing. Ancaman industri feedlotadalah masih adanya image kualitas produk feedlot yang disetarakan dengan produk daging petani tradisional, implikasidaripada GATT, terkonsentrasi kelembagaan rumah potonghewan, adanya daging sintesis, lemahnya industri hilir,tingginya suku bunga bank, masih terbatasnya market share produk industri feedlot dan keberadaan operasional Assosiasi produsen dan Importir Daging Indonesia dengan mengetrapkan pols price blending. Kesimpulan dari studi ini adalah sebagai berikut : pertama, feedlot merupakan subsektor industri peternakan yang lebih terkonsentrasi pada usaha penggemukan dan pemotongan sapi potong. Industri Feedlot di Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 20% dari total suplai daging nasional.Adapun pola usaha yang dikembangkan pada industri feedlot di Indonesia, secara umum dapat dibagi menjadi 4 (empat) polausaha yaitu a) model PIR penggemukan feedlot; b) model PIRpakan feedlot; c) model PIR Bakalan feedlot; d) model PIR saham. Ke dua, makin besarnya perbedaan terhadap permintaandaging sapi dan diikuti denga meningkatnya impor daging sapi, merupakan peluang bisnis industri feedlot. Disamping itu dengan makin meningkatnya industri pariwisata, industripengolaha daging, meningkatnya industri perhotelan, meatshop, pasar swalayan, supermarket dan meningkatnya tingkat investasi di Indonesia berupa penanaman modal asing, merupakan peluang bisnis yang menjanjikan prospek cerah bagi industri feedlot. Ke tiga, untuk mengantisipasi peluang dan mengembangkan bisnis industri feedlot tersebut, maka dapat didekati dengan formulasi strategi sebagai berikut : penerobosan pasar (Market penetration), menjaga kontinuitas pelanggan lama, memasuki pasar tradisional dengan pola kemitraan, mensubstitusi daging sapi impor, pengembangan produk, perekrutan tenaga ahli dibidang feedlot, strategi generik dengan pilihan biaya rendah (Low cost), dan pembenahan kelembagaan rumah potong hewan. Saran, guna mengaktualisasikan formulasi strategi, maka disarankan beberapa rencana implementasi kegiatan sebagai berikut: promosi digencarkan, perbaikan kualitas dan kuantitas produk, pola kemitraan dengan petani daging sapi tradisional, integrasi dengan Asosiasi Produsen dan Importir sapi Indonesia (ASPIDI), pendirian usaha prosesing daging sapi, pelatihan sumberdaya manusia bidang feedlot, konsolidasi intern Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO), efisiensi biaya dan desentralisasi rumah potong hewan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 137EDY s
Uncontrolled Keywords: manajemen strategi, Sapi, Daging, analisa SWOT, industri feedlot
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 17 Feb 2017 04:17
Last Modified: 03 Mar 2020 07:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2827

Actions (login required)

View Item View Item