Analisis pelatihan jangka pendek di badan penelitian dan pengembangan pertanian dalam usaha peningkatan kemampuan peneliti studi kasus pelatihan alih teknologi penelitan hortikultura

Slamet, Anny (1995) Analisis pelatihan jangka pendek di badan penelitian dan pengembangan pertanian dalam usaha peningkatan kemampuan peneliti studi kasus pelatihan alih teknologi penelitan hortikultura. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R04-01- Slamet-Cover.pdf - Published Version

Download (555kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-02- Slamet-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (446kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-03- Slamet-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (580kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-04- Slamet-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (455kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)

Abstract

Badan Litbang Pertanian berfungsi sebagai penyelenggara kegiatan penelitian, membawahi Pusat/Puslitbang, Balai dan Sub Balai Penelitian, sebagai unit pelaksana teknis yang bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan jenis komoditi tertentu yang menjadi mandatnya. Untuk meningkatkan kemampuan ditingkat Pusat/Puslitbang, Balai dan Sub balai Penelitian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, maka diadakan program pelatihan yang terpadu dengan berbagai disiplin ilmu yang terkait. Tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama dalam peningkatan ketrampilan dan penguasaan daya inovasi dalam penelitian dan pengembangan pertanian. Berdasarkan ha1 tersebut diatas maka geladikarya ini dilakukan. Untuk lebih rneningkatkan efektifitas hasil pelatihan jangka pendek, maka dilakukan analisis proses pelatihan jangka pendek ini diadaKan di Badan Litbang Pertanian. Guna memperoleh gambaran tentang pelatihan jangka pendek di Badan Litbang Pertanian maka sebagai subyek studi adalah Pelatihan Alih Teknologi penelitian hortikultura. Dipilihnya subyek pelatihan ini adalah karena peserta pelatihan terdiri dari tenaga peneliti dan tenaga penunjang penelitian, serta berasal dari berbagai satuan kerja lingkup Badan Litbang Pertanian. Macam analisis yang dilakukan adalah analisis perencanaan kebutuhan pelatihan, pengiriman peserta pelatihan, penyediaan tenaga pelatih, penerapan hasil pelatihan, manfaat pelatihan dan evaluasi pelatihan, Untuk itu dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder . Hasil Analisis Hasil analisis menunjukkan hal-ha1 sebagai berikut : 1. Kebutuhan pelatihan di Badan b it bang pertanian dilaksanakan secara bottom up dan top down sesuai dengan tugas organisasi Badan Litbang Pertanian, yaitu mengacu kepada Rencana Induk Penelitian Pertanian (RIPP). 2. Pengiriman peserta untuk mengikuti pelatihan tidak melalui seleksi formal berdasarkan test kemampuan akademik melainkan ditunjuk langsung oleh atasannya berdasarkan suatu pertimbangan bagi pegawai-pegawai yang memenuhi persyaratan. 3. Kualitas tenaga pelatih cukup baik ditinjau dari segi pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh para pelatih. 4. Sebagian besar responden (70%) menyatakan bahwa hasil pelatihan dapat diterapkan pada unit kerjanya, sedangkan sisanya (30%) menyatakan sebaliknya, karena 1) materi pelatihan tidak sesuai dengan tugas sehari-hari dan 2) peralatan di unit kerja kurang lengkap. 5 . Pelatihan jangka pendek di Badan Litbang Pertanian memberikan manfaat baik bagi unit kerjanya maupun individu peserta sendiri. Dari empat atribut yang diukur , tiga diantaranya yaitu know1 edge, kualitas dan kuantitas peserta pelatihan meningkat secara sangat nyata. Sedang atribut attitude tidak terpengaruh/tidak meningkat. 6. Evaluasi pelatihan yang dilaksanakan di Badan Litbang Pertanian baru mencapai taraf : 1) evaluasi terhadap peserta, 2) evaluasi terhadap penyelenggara pelatihan, 3) evaluasi terhadap pelatih/instruktur. Sedangkan evaluasi pasca pelatihan belum dilaksanakan. saran-saran Berdasarkan hasil-hasil analisis tersebut diatas maka untuk penyempurnaan pelaksanaan pelatihan jangka pendek di Badan Litbang Pertanian guna peningkatan efektifitas pelatihan, disarankan hal-hal sebagai berikut : 1. Mekanisme perencanaan kebutuhan pelatihan sebaiknya memakai metode bottom up. Begitu pula dalam menentukan kebutuhan pelatihan sebagai alternatif pertama sebaiknya dilakukan dengan menggunakan metode analisis deduktif yang dalam ha1 ini dapat menggunakan metode TNAT, sedang alternatif kedua adalah menggunakan metode analisis induktif. 2. Pengiriman peserta untuk mengikuti suatu pelatihan sebaiknya rnelalui seleksi non formal diantara calon-calon yang memenuhi syarat, serta dinilai oleh tim khusus setelah diusulkan oleh atasan langsungnya. Alternatif kedua dalam seleksi peserta adalah dengan mengganti peranan tim khusus dengan bagian kepegawaian. 3. Penunjukan tenaga pelatih hendaknya tetap mempertimbangkan profesionalisme dari segi penguasaan rnateri, pengalanan dan tehnik mengajar. Apabila pada penyelenggara (Badan Diklat/Perguruan Tinggi) belum tersedia tenaga pelatih yang profesional untuk bidang tertentu yang dibutuhkan, maka tenaga pelatih termaksud dapat diambil dari tenaga peneliti lingkup Badan Litbang atau tenaga pelatih dari luar. Perlu dilakukan training for trainers bagi tenaga peneliti Badan Litbang yang ditunjuk sebagai pelatih. 4. Agar hasil pelatihan dapat diterapkan di unit kerja maka materi pelatihan hendaknya disesuaikan dengan tugas yang dilaksanakan sehari-hari juga disesuaikan dengan tujuan jangka pendek maupun j angka panj ang dari organisasi Badan Litbang Pertanian. 5. Unsur attitude sebaiknya dimasukkan dalam materi pelatihan guna meningkatkan sikap/perilaku peserta. Disarankan untuk memasukkan materi pengembangan potensi pribadi didalam setiap pelatihan. 6. Disaamping evaluasi pelatihan yang selama ini telah dilaksanakan di Badan Litbang Pertanian, perlu diadakan evaluasi mengenai manfaat pelatihan baik bagi peserta pelatihan maupun bagi unit kerjanya, yang dilaksanakan minimal 6 bulan setelah pelatihan selesai. Alternatif lain cara evaluasi dengan menilai rencana kegiatan yang disusun peserta dan kemudian membandingkan dengan realisasinya pada tiga atau empat bulan setelah pelatihan. 7. Perlu penelitian lebih lanjut tentang manfaat pelatihan jangka pendek di Badan Litbang dengan lingkup penelitian yang lebih luas yang mencakup beberapa topik pelatihan jangka pendek yang dianggap representatif. Hal-hal lain yang perlu dikembangkan dalam penelitian lanjutan tersebut adalah : a) perlu ada kategori manfaat pelatihan (bermanf aat atau sangat bermanfaat) ; b) atribut-atribut yang diukur disesuaikan dengan uraian tugas kebanyakan peserta dan topik pelatihan itu sendiri; c) khusus penilaian atribut attitude dapat ditambah dengan sub atribut disiplin, ketelitian, ketanggapan dan keaktifan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 143SLA a
Uncontrolled Keywords: manajemen sumber daya manusia, Pertanian, Hortikultura.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
S Agriculture > S Agriculture (General)
T Technology > T Technology (General)
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 03 Mar 2017 02:05
Last Modified: 05 Mar 2020 11:23
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2833

Actions (login required)

View Item View Item