Aplikasi activity-based-costing (abc) system dalam penentuan harga produksi (cost of production) daun pintu dan jendelastudi kasus pada pt "x" bekasi

Santoso, Budi (1994) Aplikasi activity-based-costing (abc) system dalam penentuan harga produksi (cost of production) daun pintu dan jendelastudi kasus pada pt "x" bekasi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R03-02-Santoso-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-01-Santoso-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-03-Santoso-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R03-04-Santoso-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (20MB)

Abstract

Gagasan yang melatar-belakangi penulisan ini adalah perlunya mengupayakan peningkatan competitive advantage. Mengingat tingkat persaingan yang semakin ketat, maka tuntutan untuk meningkatkan daya saing produk menjadi sangat diperlukan. Daya saing produk tersebut bisa ditunjukan oleh biaya atau harga yang sesuai, ketersediaan atau pelayanan dan kualitas dari pada produk yang dihasilkan. Selain itu pihak manajemen juga berkepentingan terhadap informasi akuntansi yang handal, akurat dan rasional. Pendekatan yang digunakan untuk memenuhi kepentingan itu adalah activity based-costing system, yaitu suatu sistem pembebanan biaya produksi, terutama biaya overhead kedalam produk dengan berdasarkan aktivitas yang telah diserap oleh masing-masing produk. Dengan aplikasi activity based-costing system ini, diharapkan harga pokok produk yang dihasilkan menjadi lebih rasional dan akurat. Tujuan penulisan geladikarya ini adalah : 1). Melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan activity based-costing system. 2 ) . Menganalisa perbedaan antara metode product costing yang selama ini dianut oleh PT. "XW dengan hasil perhitungan menurut activity based-costing system dan menilai sampai sejauh mana tingkat distorsi telah terjadi. 3). Mengetahui apa penyebab dari pada distorsi tersebut. Dari data yang diperoleh selama kegiatan geladikarya, ternyata PT. "X" dalam melakukan pembebanan biaya overhead ke dalam produk Daun Pintu/Jendela dan Kusen masih berdasarkan satuan output yang dihasilkan atau dengan kata lain masih berorientasi pada volume based system. Padahal untuk sebagian besar elemen biaya overhead, tidak sesuai bila menggunakan satuan output sebagai dasar pembebanannya. Misalnya biaya bahan pembantu di bagian processing, biaya listrik di bagian Heater Kiln-Dry dan sebagai- nya. Biaya overhead seperti itu lebih rasional bila diatribusi dengan non-volume based atau activity based overhead cost. Ketidaksamaan itulah yang pada akhirnya menyebabkan hasil perhitungan unit cost Daun Pintu/Jendela dan kusen antara PT. "Xm dan activity based-costing system menjadi berbeda. Dari proses perhitungan activity based-costing system yang telah dilakukan, unit cost of product untuk semua produk adalah sebagai berikut : Daun Pintu/Jendela (Meranti) tipe STPD Rp. 62.612,02 per pcs., GD Rp. 42.095,56 per pcs., GW Rp. 22.864,22 per pcs. LD Rp. 38.939,05 per pcs. FD (Ekspor) Rp. 65.475,53 per pcs., dan FD (Lokal) Rp. 56.116,57. Kemudian Daun Pintu/Jendela (Kamper) tipe STPD Rp. 53.960,86 per pcs., GD Rp. 38.184,55 per pcs., GW Rp. 17.647,25 per pcs., LD Rp. 25.427,87 per pcs. FD (Lokal) Rp. 47.829,29 per pcs. dan Kusen (Kamper) Rp. 649,952,24 per m3. Melihat keadaan yang ada di perusahaan khususnya yang berkaitan dengan cost accounting policy dan managerial accounting, maka model activity based-costing system ini juga merupakan salah satu alternatif yang baik selain model product costing yang selama ini dipakai oleh PT. "X". Model ini diajukan karena adanya beberapa aspek yang menunjang, pola dari proses produksi PT. " X “ , hasil identifikasi pemakaian resources, tingginya nilai overhead cost dan ragam serta volume produk yang dihasilkan oleh PT “x” Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, ternyata terdapat beberapa kegiatan yang mendukung kemungkinan diaplikasikannya activity based-costing system. Kegiatan itu adalah adanya usaha dari PT. “X” untuk mencatat waktu pemakaian mesin, pemakaian jam kerja karyawan tetap, pemakaian listrik pada setiap bagian maupun pemakaian bahan pembantu di bagian processing. Dalam rangka meningkatkan effektivitas dan effisiensi pemakaian sumberdaya tanpa mengabaikan mengabaikan kualitas dan produktivitas, maka ada beberapa ha1 yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam bidang manajemen produksi/operasi, yaitu : 1). Melakukan pemantauan waktu pemakaian mesin secara sistimatis 2). Melakukan identifikasi pemakaian bahan pembantu oleh setiap tipe daun pintu/jendela secara jelas 3). Menyusun dan memantau waktu kerja karyawan baik karyawan borongan mapun tetap dan 4). Mengawasi pemakain listrik di bagian produksi maupun bagian bengkel. Untuk mengaplikasikan activity based-costing system dibutuhkan persiapan yang cukup menyita, seperti pelatihan (training) pegawai yang akan berperan didalam aplikasi activity based-costing system ini. Sehingga dengan diaplikasikannya activity based-costing system ini akan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku karyawan karena adanya perubahan pada beberapa aspek proses penyediaan management information. Proses pengaplikasian activity based-costing system bisa dilakukan secara manual, yaitu dengan program bantu Lotus-123 ataupun bentuk soft-ware lain yang dirancang khusus untuk aplikasi activity based-costing system.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 147SAN a
Uncontrolled Keywords: manajemen keuangan, Akuntansi, ABC, activity based-costing system.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 04 Mar 2017 05:13
Last Modified: 05 Mar 2020 09:31
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2835

Actions (login required)

View Item View Item