Kajian produktivitas kerja karyawan di kebun kelapa sawitstudi kasus di ladang sisek, johore tenggara oil palm sdn bhd malaysia

Ustha, Mardjan (1995) Kajian produktivitas kerja karyawan di kebun kelapa sawitstudi kasus di ladang sisek, johore tenggara oil palm sdn bhd malaysia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R04-01-Ustha-Cover.pdf - Published Version

Download (560kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-02-Ustha-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (455kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-03-Ustha-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (636kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R04-05-Ustha-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (522kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan perkebunan kelapa sawit Malaysia adalah langkanya tenaga kerja lokal yang bersedia bekeja di kebun kelapa sawit. Akibat kemajuan ekonomi yang cukup pesat di Malaysia, tenaga kerja lokal cenderung kurang berminat bekerja sebagai karyawan di kebun. Mereka lebih senang bekerja di kantor atau di pabrik yang dianggap lebih menjanjikan. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di kebun, perusahaan perkebunan kelapa sawit Malaysia mendatangkan tenaga kerja dari negara lain, termasuk Indonesia. Mendatangkan pekerja asing rnembutuhkan dana yang cukup besar berikut dengan berbagai permasalahannya. Oleh sebab itu, kebijakan sumberdaya manusia yang relevan adalah bagaimana memperoleh produktivitas kerja karyawan yang berkembang terus menerus. Untuk itu adalah menarik melakukan kajian produktivitas kerja karyawan di kebun kelapa sawit ini. Geladikarya ini bertujuan untuk (1) menelaah tingkat produktivitas kerja karyawan yang bekerja di kebun kelapa sawit, (2) menelaah upaya-upaya apa saja yang sudah ditempuh manajemen perusahaan perkebunan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan perkebunan tersebut, dan (3) menganalisis hubungan antara tanggapan karyawan terhadap setiap upaya manajemen yang ditempuh perusahaan dengan tingkat produktivitas ke j a karyawan di kebun kelapa sawit. Geladikarya ini dilakukan di ladang Sisek yang merupakan salah satu anak syarikat dari Johore Tenggara Oil Palm (JTOP) SDNBHD, Malaysia. Jumlah karyawan contoh ditetapkan sebesar 30% dari jumlah karyawan pada bulan Desember 1994, yaitu 51 orang. Untuk menentukan karyawan contoh permulaan, maka angka 1, 2 dan 3 diundi. Ternyata yang terpilih adalah angka 2. Dengan demikian karyawan contoh adalah nomur urut 2, 5, 8, 11, ... dst. Tingkat produktivitas kerja karyawan sangat bergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan. Pada Desember 1994, produktivitas kerja rata-rata karyawan mencapai RM 27.25 per HX. Produktivitas kerja rata-rata tertinggi diperoleh melalui kegiatan loading saja sebesar RM 42.721HK atau RM 932.18/bulan dan produktivitas kerja rata-rata terendah diperoleh melalui kegiatan manuring saja, yaitu sebesar RM 15.92fHK atau RM 334.43/bulan. Dibandingkan dengan produktivitas fisik karyawan di kebun A PT. XYZ, dapat dikemukakan bahwa produktivitas fisik karyawan ladang Sisek untuk kegiatan harvesting dan weeding relatif sama. Sedangkan untuk kegiatan manuring, prunning dan loading ternyata produktivitas fisik karyawan ladang Sisek lebih tinggi. Hal ini di samping disebabkan diterapkannya sistem imbalan kerja yang rnenunjang tercapai produktivitas fisik yang tinggi di ladang Sisek juga disebabkan umur rata-rata karyawan ladang Sisek lebih produktif dibandingkan dengan kebun A. Tingkat produktivitas kerja tersebut dicapai melalui berbagai upaya manajemen yang ditempuh pihak ladang Sisek. Dalam sistem imbalan kerja dengan menerapkan sistern yang marnpu menunjang produktivitas kerja. Upaya-upaya yang ditempuh meliputi sistern penggajian dengan menerapkan sistem kong si kong, piece rated xystem serta sistem general contract. Fasilitas hidup yang disediakan adalah rumah tempat tinggal, air bersih, listrik, Surau, Klinik pengobatan dan berbagai fasilitas olahraga. Sedangkan dalam'hal sistern career planning, kebijakan prornosi berdasarkan kepada senioritas, kinerja, pengalaman serta kualifikasi pekerja. Untuk rnemenuhi kepuasan jabatan karyawan, upaya manajemen yang diternpuh meliputi pemilihan jenis pekerjaan atas dasar potensi, keterarnpilan dan kecakapan, dan prafesi karyawan. Sedangkan dasar yang digunakan dalam pemilihan kelompok kerja berdasarkan pada kesamaan potensi tenaga, kesamaan kecakapan, keakraban bergaul sehari-hari, kesarnaan ternpat tinggal, serta kesarnaan asal. Untuk menyesuaikan gaya manajemen dengan tuntugn tugas dan karyawan, upaya yang ditempuh pihak ladang dalam yang berorientasi pada tugas dapat dilihat dari usaha untuk mencapai pengeluaran TBS, besarnya expenditure of upkeep and cultivation, mutu TBS yang dihasilkan, kemampuan megelola usaha peternakan lembu, serta kemarnpuan melakukan pernbibitan (nursezy) kdapa sawit. Sementara itu yang berorientasi pada bawahan dapat dilihat pada fasilitas hidup yang disediakan, bantuan untuk mengurus surat-surat bekerja bagi pekerja asing, serta membentuk "skim (program) kebajikan pekerja" . Untuk meningkatkan keterampilan kerja karyawan yang dilakukan masih terbatas pada on job trainning saja. Bentuk pelatihan yang meliputi mengikuti pekerja berpengalaman sebelum diterima sebagai karyawan, arahan dari konductor dan mandor setiap pagi, pengawasan langsung dari konductor dan mandor pada saat melakukan pekerjaan. Untuk menerapkan teknologi, ladang menempuh usaha penyesuaian keterampilan karyawan dengan tingkat kecanggihan teknologi yang digunakan. Teknologi baru selama sesuai dengan lingkungan ladang dan mampu memberikan kemudahan bekerja bagi karyawan &an digunakan di ladang. Fasilitas kerja utama disediakan ladang atau pada tahap pertama disediakan pihak ladang selanjutnya karyawan beli sendiri tetapi setiap HK diberikan allowencetools. Sedangkan bagi fasilibs keselamatan dan kesehatan kerja sepenuhnya disediakan pihak ladang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa upaya-upaya manajemen yang mempunyai hubungan positif dengan tingkat produktivitas kerja karyawan addah sistem imbalan kerja, penyediaan fasilitas hidup, pemilihan jenis pekerjaan yang dilakukan, kelompok kerja, kesempatan memperoleh kerja, kesempatan untuk pindah ke pekerjaan lain, gaya manajemen yang iterapkan, pelatihan teknis, pengalaman kerja, teknologi yang digunakan , fasilitas kerja yang disediakan serta penerapan peraktek manajemen. Sedangkan upaya manajemen yang tidak nyata hubungannya dengan tingkat produktivitas kerja karyawan adalah sistem career planning, dan tingkat pendidikan . Masalah sumberdaya manusia yang dihadapi pihak ladang adalah adanya karyawan yang lari dari ladang pindah ke sektor bangunan dan manufkktur. Untuk mengatasi ha1 ini, pihak ladang menyimpan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karyawan. Dalarn jangka pendek, hal ini barangkali cukup efektif, tetapi dalam jangka panjang perlu upaya-upaya lain yang lebih baik, yaitu kebijakan peningkatan produktivitas kerja karyawan. Disarankan juga, upaya-upaya manajemen yang mempunyai hubungan positif dengan tingkat produktivitas kerja karyawan mendapat prioritas untuk mendapat penyesoaian secara periodik. Untuk rnengimbangi tingkat upah yang berlaku di sektor bangunan dan manufaktur, maka seyogianya pihak ladang mulai mengkaji sistem upah yang lebih tinggi dari tingkat upah berdasarkan Mornarondum Of Agreement antara The Malayan Agricultural Pradu.cers Association (MAPA) dan The National Union of Plantation Ubrkers (NUPW) yang diberlakukan saat ini. Hal ini terutama mengacu pada hasil analisis bahwa sistem penggajian mempunyai hubungan yang nyata dengan tingkat produktivitas kerja karyawan untuk berbagai kegiatan. Apalagi kecenderungan harga minyak sawit akhir-akhir ini mernungkinkan untuk melakukan ha1 tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 148UST k
Uncontrolled Keywords: manajemen sumber daya manusia
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 07 Mar 2017 07:14
Last Modified: 05 Mar 2020 11:26
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2839

Actions (login required)

View Item View Item