Perhitungan pokok produksi tissue berdasarkan metode activity based costingstudi kasus pada pt. gku

Setiawan, Matius Setiyo (1995) Perhitungan pokok produksi tissue berdasarkan metode activity based costingstudi kasus pada pt. gku. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] Text
R03-01-Setiawan-Cover.pdf - Published Version

Download (411kB)
[img] Text
R03-02-Setiawan-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (364kB)
[img] Text
R03-03-Setiawan-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (389kB)
[img] Text
R03-04-Setiawan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (422kB)

Abstract

Di Indonesia penggunaan tissue telah cukup populer, terutama di kota-kota besar. Konsumsi tissue makin meningkat dari tahun ke tahun, ha1 ini berkaitan dengan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk serta kesadaran akan kebersihan. Disamping itu penggunaan tissue akan lebih pralttis dari pada menggunakan sapu tangan. Disisi lain perusahaan yang memproduksi tissue cukup banyak, tercatat diIndonesia hingga tahun 1993 perusahaan yang rnemproduksi tissue sebanyak 14 perusahaan termasuk didalamnya adalah PT GKU. Dari garnbaran ini terlihat bahwa persaingan dalam industri tissue sangatlah ketat. Salah satu cara untuk dapat I bersaing, maka PT GKU haruslah nie~ietapkan harga jual yang kompetitif. Untu menetapkan harga jual yang kompetitif, rnaka pada gilirannya akan menghitung harga pokok yang tepat. Perhitungan liarga pokok yang dilakukan oleh P'T GKU selama ini adalah secara konvensional yaitu dengan membebankan Biaya Overhead Pabrik (BOP) berdasarkan tarif tunggal (Plunt Wide ate) atau tarif per departernen produksi. Cara ini akan menjadi distorsi karena PT GKU memproduksi lebih dari satu jenis produk tissue, dan disamping itu PT GKU tidak dapat mengetahui dengan tepat manakah dari ke empat jenis produk tersebut yang melnberikan kontribusi laba tertinggi atau bahkan sebaliknya manakah yang merugikan. Dari gambaran tersebut maka tiljuan dari Geladikarya ini adalah menghitung harga poltok tiap produk secara tepat dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Metode ABC bekerja dengan mengatribusikan overhead kepada harga pokok berdasarkan activity based measures. Aktivitas mana yang boleh membebani harga pokok dan lilana yang tidak boleh, sehingga harga pokok yang dibentuk sesuai dengan sumber daya yang dikonsumsi. Sedangkan aktivitas yang tidak boleh dibebankan dikatakan Non Added Value Activity. Berdasarkan analisa dengan rnenggunakan metode ABC dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang cukup besar bila dibandirigkan dengan metode perhitungan harga pokok yang diterapkiui oleh perusaliaan selarna ini. Perbedaan ini diakibatkan oleh kesalahan dalarn penggunaan cost driver, dimana pembebanan biaya overhead cost rnenggunakan metode konvensional bulcan berdasarkan activitas sebagaimana diterapkan dalarn metode ABC; (2) Dengan menggunakan metode ABC dapatlah diketahui bahwa sebenarnya telah terjadi subsidi silang antar jenis produk. Adanya subsidi silang ini akan dapat lnenyesatkan pihak manajernen, terutama dalam pengambilan keputusari strategik terhadap masing-masing produk; (3) Dari keempat jenis produk, maka produk yang mernberikan keuntungan terbesar berturut-turut adalah Facial tissue, Pocket tissue dan Toilet tissue sedangkan Napkin tissue menderita rugi. Sebagai implikasi dari Geladikarya ini adalah (1) PT GKU dalam menetapkan harga pokok produk hendaknya menerapkan metode ABC, karena pembebanan overhead cost kepada tiap jenis produk dikaitkan dengan konsumsi sumberdaya yang digunakan, sehingga metode ABC akan lebih akurat untuk menghitung harga pokok produk; (2) Harga jual Napkin tissue diusahakan untuk dinaikkan, karena menderita rugi. Apabila Napkin tissue tetap diproduksi dengan tujuan kelengkapan produk agar market dikuasai atau dalam hal menghadapi pelanggan yang memesan mix product, maka jumlah yang diproduksi agar dikurangi; (3) Omzet penjualaan terutama Facial tissue, Pocket tissue dan Toilet tissue hendaknya lebih ditingkatkan, karena ketiga jenis produk ini rnernberikan kontribusi laba yang cukup besar; (4) Usaha untuk efisiensi dalam produksi hendaknya lebih ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 152SET p
Uncontrolled Keywords: Manajemen Keuangan, Activity Based Costing, ABC, Metode ABC, Tissue.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 07 Mar 2017 08:25
Last Modified: 07 Mar 2017 08:25
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2840

Actions (login required)

View Item View Item