Telaah bauran pemasaran aas (anak ayam umur sehari) petelur dan pedaging pada pt. hybrida indonesia putra, jakarta

Bahagia, Seti (1995) Telaah bauran pemasaran aas (anak ayam umur sehari) petelur dan pedaging pada pt. hybrida indonesia putra, jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R05-01-Bahagia-Cover.pdf - Published Version

Download (427kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-02-Bahagia-Summary.pdf - Published Version

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-03-Bahagia-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (442kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-04-Bahagia-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (411kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-05-Bahagia-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (449kB) | Preview
[img] Text
Tesis full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

PT. Hybrida Indonesia Putra, adalah sebuah perusahaan yang bergerak aktif di bidang perunggasan, berlokasi di Jakarta. Sebagai sebuah perusahaan induk, PT. Hybrida Indonesia Putra membawahkan beberapa perusahaan anak yang memproduksi produk dan jasa perunggasan dari hulu ke hilir. Sampai saat ini, perusahaan tersebut masih mampu bertahan dan malah berkembang dalam persaingan yang sengit di antara para pesaing yang lebih tangguh, dengan produk yang sejenis. Hal yang menarik untuk ditelaah adalah apa kiat dan siasat dari PT. Hybrida Indonesia Putra untuk memenangkan persaingan tersebut? Mengacu kepada pertanyaan di atas, telah dilakukan suatu kegiatan geladikaya di perusahaan tersebut dan dua perusahaan anaknya yaitu PT. Hidon yang memproduksi AAS petelur - Hyline, dan PT. Nendratta yang memproduksi AAS pedaging - Indian River. Tujuannya adalah untuk : pertama, menelaah pengaruh keputusan-keputusan manajemen (pemasaran, keuangan, sumberdaya manusia, produksi. dan sebagainya) PT. Hybrida Indonesia Putra sebagai perusahaan induk terhadap bauran pemasaran dari PT. Hidon dan PT. Nendratta. Kedua, menghitung potensi penjualan perusahaan dari PT. Hidon dan PT. Nendratta pada satuan waktu tertentu. Ketiga, menelaah pengaruh biaya produksi, harga produk, biaya promosi, dan biaya distribusi terhadap volume penjualan AAS di PT. Hidon dan PT. Nendratta. Dengan demikian manajer yang bersangkutan dapat menentukan strategi pemasaran yang efisien dan efektif, dengan memberikan perhatian khusus kepada variabel yang paling dominan. Pendekatan pemecahan permasalahan yang dilakukan adalah : pertama, mencari data kualitatif tentang bauran pemasaran dari PT. Hidon dan PT. Nendratta. Kedua, menghitung potensi penjualan perusahaan selama 48 bulan (Januari 1991-Desernber 1994) dengan menggunakan formula Q' = n'q'p', di mana Q' = potensi penjualan perusahaan, n' = jumlah pembeli produk di perusahaan tersebut, q' = jumlah rata-rata produk perusahaan yang dibeli, dan p' = harga rata-rata produk per unit. Ketiga, membuat persamaan regresi berganda dan sederhana yang dapat menunjukkan besarnya pengaruh peubah-peubah bebas terhadap peubah tak bebas. Rumus dasar yang dipakai adalah S = b1P1 + b2p2 + b3p3 + b4P4 + C, di mana S = volume penjualan dalam unit P1 = biaya produksi dalam rupiah, P2 = harga produk dalam rupiah, P3 = biaya promosi dalam rupiah, dan P4 = biaya distribusi dalam rupiah. Keempat, menyebarkan kuesioner kepada para responden (para peternak dan pemilik poultry shop) tentang diagnosis proses pengambilan keputusan konsumen dan penilaian terhadap bauran pemasaran untuk menilai kesetiaan konsumen terhadap produk perusahaan, dan kelima, membuat analisis SWOT dengan matriksnya yang bertujuan mengidentifikasi ancaman-ancaman dan peluang-peluang yang dihadapi oleh sebuah perusahaan dan menandingkan keduanya dengan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan historis dari perusahaan tersebut. Berbicara tentang bauran pemasaran, baik PT. Hidon maupun PT. Nendratta, keduanya memiliki keunggulan-keunggulan bersaing, antara lain : keajegan dalam menerima pasokan sumber bahan baku yaitu telur tertunas, seleksi ketat terhadap produk yang akan dilempar ke pasar, dan pengiriman tepat waktu dan tepat jumlah terhadap produk yang dipesan konsumen. Penetapan harga produk ditentukan oleh Gabungan Pengusaha Perunggasan Indonesia (GAPPI) yang anggota-anggotanya terdiri dari para breeder, peternak besar (komersial), dan pemilik poultry shop. Aspek promosi belum tergarap secara optimal oleh kedua perusahaan anak tersebut. Saluran distribusi yang digunakan adalah saluran tingkat no1 untuk PT. Hidon dan saluran tingkat satu untuk PT. Nendratta. Akibatnya, peternak pedaging akan menderita kerugian karena harga pedaging menjadi lebih tinggi dan jalur distribusi yang lebih panjang menyebabkan AAS menjadi stres. Dari penghitungan potensi penjualan perusahaan kedua perusahaan anak tersebut, dari Januari 1991 sampai dengan Desember 1994, terlihat adanya peningkatan dalam grafik, walaupun sifatnya fluktuatif dari bulan ke bulan. Fluktuasi harga berperanan terhadap fluktuasi potensi penjualan perusahaan. Penyebab fluktuasi harga antara lain adalah kelebihan produksi AAS di dalam negeri, harga pakan yang tinggi, dan inefisiensi sistem produksi. Model-model regresi yang diolah dengan program komputer Minitab, menghasilkan : untuk Hyline, t hitung dari P2 (harga produk) pada model S = b1P1 + b2P2 + b3P3 + b4P4 + C, In S = b1lnP1 + b2lnP2 + b3lnP3 + b4lnP4 + C,dan S = b2P2 + C yang dibandingkan dengan t tabel ( o: = 0,025 ) menghasilkan hipotesis nol yang ditolak Artinya, ada hubungan linier yang signifikan antara P2 (harga produk) dengan S (volume penjualan). Dari ketiga persamaan di atas, diperoleh R2 adjusted tertinggi pada model lnS = b1lnP1 + b2lnP2 + b3lnP3 + b4lnP4 + C, yaitu 10,8 %, artinya biaya produksi dan harga produk sebagai peubah bebas hanya dapat menjelaskan maksimal 10,8% variasi yang terjadi di model tersebut. Sedangkan nilai korelasi antar peubah bebas dan dengan peubah tidak bebas yang tertinggi yaitu antara harga produk dengan volume penjualan, sebesar 0,285. Artinya hubungan tersebut cuma 28,5% dari kemungkinan nilai terbesar 100%. Untuk Indian River, hipotesis nol yang ditolak diperoleh dari persamaan S = b1P1 + b2P2 + b3P3 + b4P4 + C, S = b1P1 + b2P2 + b3P3 + b4P4 + b5(P2)2 + C, S = b1P1 + b2P2 + b3P3 + b4P4 + b5(p2)2 + b6(p2)3 + C, dan S = b4P4 + C. Sedangkan R2 adjusted tertinggi adalah 23,6% diperoleh dari persamaan S = blPl + b2P2 + b3P3 + b4P4 + C. Nilai korelasi antar peubah bebas dan dengan peubah tidak bebas yang tertinggi sebesar - 0,474, antara biaya distribusi dengan volume penjualan. Nilai R2 adjusted dan nilai korelasi antar peubah bebas dan dengan peubah tidak bebas yang rendah tersebut antara lain oleh adanya distorsi pasar oleh sistem oligopoli dalam dunia perunggasan di Indonesia dan kebijakan-kebijakan pemerintah belum dilaksanakan secara tuntas oleh para pelaku perunggasan, sehingga menyebabkan inefisiensi pada sistem produksi. Di Samping itu, data faktual yang diperoleh tidak sensitif, artinya pengaruh variabel bauran pemasaran terhadap volume penjualan sebenarnya bukan pada data bulanan, tapi mungkin pada data mingguan atau data setiap penjualan. Hasil diagnosis proses pengambilan keputusan konsumen dan penilaian terhadap bauran pemasaran di Sukabumi, Tangerang dan Bogor adalah sebagai berikut : peternak Hyline dan Indian River relatif lebih setia kepada produk yang dikonsumsinya dibanding para peternak pesaing. Semua peternak mempunyai keinginan yang tinggi untuk mencari informasi tentang produk yang akan dibelinya, tapi tak diimbangi dengan pemberian informasi yang memadai oleh produsen melalui promosi. Peternak Hyline memilih jawaban "kurang setuju" untuk pertanyaan "menuntut ganti rugi jika anda tak puas terhadap produk ini", artinya peternak Hyline tidak dikecewakan oleh produk pilihannya tersebut. Sebaliknya, peternak Indian River menjawab "sangat setuju". Semua peternak menyarankan peningkatan kualitas distribusi. Dari pembuatan matriks terhadap analisis SWOT, dihasilkan 4 kelompok strategi. Setelah menyesuaikan kembali dengan SWOT yang dimiliki perusahaan, serta dengan mempertimbangkan kondisi yang ada sekarang, maka alternatif- alternatif yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk masa mendatang adalah sebagai berikut : pertama, mengoptimalkan segenap kegiatan perusahaan melalui peralatan, sumber daya manusia, dan dana yang tersedia. Kedua, menciptakan peluang pasar baru. Ketiga, menciptakan keunikan dengan peningkatan kualitas produk dan distribusi. Keempat, menekan biaya produksi untuk mencapai skala ekonomi yang efisien dan kelima, meningkatkan promosi, baik yang terintegrasi maupun yang dikelola oleh perusahaan anak, dalam rangka menghadapi era globalisasi. Dalam pengimplementasiannya, untuk bisa bertahan dalam persaingan sengit di bisnis perunggasan nasional, PT. Hybrida Indonesia Putra seyogyanya mengantisipasi langkah-langkah sebagai berikut : pertama, melakukan efisiensi dalam sistem produksi, misalnya memperketat kontrol kualitas bahan baku dan menghindari terjadinya idle capacity dalam penggunaan mesin. Sehingga biaya produksi dapat ditekan. Kedua, mengintensifkan promosi yang bersifat spesifik dan operasional terutama melalui kontrak perorangan yang dilakukan oleh technical service dan tenaga pemasaran, agar produk PT. Hybrida Indonesia Putra lebih dikenal luas oleh masyarakat, dan konsumen baru dapat dirangkul. Ketiga, meningkatkan kualitas diitribusi, pengiriman produk tepat waktu dan jumlah, agar konsumen tidak lari kepada para pesaing. Keempat, menjaga kualitas produk. Untuk AAS misalnya, tingkat kematian yang rendah, pertambahan berat badan yang cepat, waktu produksi lebih lama, dan sebagainya. Kelima, meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia bagi para staf dan karyawan PT. Hybrida Indonesia Putra, dan keenam, membina hubungan inti-plasma yang selaras dan serasi dengan dasar saling menguntungkan dan saling mempercayai untuk mencapai kemitraan yang tangguh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bauran Pemasaran, Mix Marketing, analisis SWOT, Perunggasan
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 27 Feb 2019 08:35
Last Modified: 27 Feb 2019 08:35
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/3303

Actions (login required)

View Item View Item