Pembahasan terhadap alokasi biaya bersama atas dasar harga pasar ke produk yang dihasilkan oleh pt. kemang food industries jakarta

Hidayat, Andi Prapanca (1995) Pembahasan terhadap alokasi biaya bersama atas dasar harga pasar ke produk yang dihasilkan oleh pt. kemang food industries jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R05-01-Hidayat-Cover.pdf - Published Version

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-02-Hidayat-RIngkasan.pdf - Published Version

Download (394kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-03-Hidayat-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (410kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-04-Hidayat-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (446kB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Industri daging olah merupakan salah satu produk agribisnis saat ini, yang menjanjikan prospek bisnis yang cukup cerah, baik dari segi kebutuhan pasar dalam negeri maupun kebutuhan pasar luar negeri. Ketatnya persaingan dalam bisnis daging olah memaksa produsennya, termasuk PT.Kemfoods untuk bekerja lebih efisien agar dapat bersaing dengan produsen lainnya yang bergerak pada bidang produk yang sama. Salah satu sumber kekuatan untuk bersaing di dalam pasar adalah Harga . Penetapan harga suatu produk sangat ditentukan oleh biaya proses produksi. Dengan demikian perhitungan biaya produksi yang akurat sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk menetapkan harga serendah-rendahnya. Untuk menghitung Harga Pokok Produksi bagi produk yang menggunakan bahan baku dan tahapan proses yang sama untuk selanjutnya menghasilkan lebih dari satu macam produk dapat digunakan metode Alokasi Biaya Bersama Atas Dasar Harga Pasar. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, PT.Kemfoods hanya melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi dengan metode rata-rata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan perhitungan harga pokok produk dengan membandingkan perhitungan harga pokok yang dilakukan oleh perusahaan saat ini, dengan perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode Biaya Bersama Atas Dasar Harga Pasar untuk dijadikan dasar kebijakan strategi penetapan harga. Data-data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data-data primer merupakan hasil wawancara dengan pimpinan perusahaan dan karyawan yang terkait dengan penelitian. Dilain pihak data-data sekunder diperoleh dari catatan dan laporan perusahaan serta studi kepustakaan. Sampel perhitungan Harga Pokok Produksi digunakan Surat Perintah Kerja (SPK) No.46811 November 1993 dengan menyesuaikan harga bahan baku dan bahan pembantu 1995. Hasil analisis manajemen di perusahaan menunjukkan bahwa perhitungan Harga Pokok Produksi dilakukan dengan cara membebankan secara merata biaya produksi bersama pada masing-masing produk yang dihasilkan sebelum dilakukan proses lanjutan. Hasil analisa dengan penerapan alokasi biaya bersama untuk menghitung harga pokok produksi diketahui harga pokok produksi yang berbeda untuk masing-masing jenis produk pada proses produksi bersama. Dengan menggunakan data SPK No.468101 November 1993 dengan harga bahan dan biaya-biaya lain yang telah disesuaikan dengan harga tahun 1995, diperoleh harga pokok produksi (sebelum titik pemisahan) sosis kemasan 1 kg sebesar Rp 6,876.01, kemasan 0.50 kg sebesar Rp 7,949.93, kemasan 0.30 sebesar Rp 8,546.65 dan sosis kemasan 0.25 kg sebesar Rp 7,744.74 pada penggunaan taksiran harga jual pasar retail. Sedangkan penggunaan taksiran harga jual Pasar Industri diperoleh harga pokok produksi sosis kemasan 1 kg sebesar Rp 7,109.23, kemasan 0.50 kg sebesar Rp 8,944.64, kemasan 0.30 kg sebesar Rp 9,445.79 dan sosis kemasan 0.25 kg sebesar Rp 8,668.29. Pemakaian Harga Pokok Produksi sebesar Rp 8,319.11 (seperti yang digunakan perusahaan saat ini berdasarkan Harga Jual Retail), maka jumlah minimal produk sosis yang layak diproduksi adalah kemasan 1 Kg sebanyak 185.14 unit, untuk kemasan 0.50 Kg sebanyak 95.56 unit, untuk kemasan 0.30 Kg sebanyak 547.58 unit dan kemasan 0.25 Kg sebanyak 660.00 unit. Bila didasarkan pada Harga Jual Industri, maka jumlah minimal produksi sosis kemasan 1 Kg adalah 184.32 unit, untuk kemasan 0.50 Kg adalah 101.89 unit, untuk kemasan 0.30 Kg adalah 659.24 unit dan produk sosis kemasan 0.25 Kg adalah 636.74 unit. Produk kemasan 0,50 kg, 0,30 kg dan 0,25 kg di pasar banyak dijumpai barang sejenis. Sementara hasil penjualan produk tersebut cenderung menurun. Penurunan ini berakibat keuntungannya berkurang, namun produk tersebut masih diproduksi dengan alasan tidak kehilangan konsumen (maturity). Bila perusahaan memproduksi satu atau dua jenis produk sosis dalam satu pesanan sebaiknya menggunakan perhitungan Harga Pokok Produksi seperti yang dilakukan selama ini, karena tidak akan memberikan perbedaan hasil yang berarti jika melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi berdasarkan Alokasi Biaya Bersama Atas Dasar Harga Pasar. Namun demikian bila dalam suatu pesanan terdapat lebih dari dua jenis produk, perusahaan sebaiknya menghitung Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Alokasi Biaya Bersama Atas Dasar Harga Pasar. Hal ini akan memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat (teliti) sehingga dapat memberikan gambaran biaya yang sebenarnya terhadap masing-masing produk yang dihasilkan. Dengan demikian pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk bersaing lebih kompetitif di dalam pasar. Untuk menjawab tantangan agar tingkat penjualan sosis lebih tinggi pada saat berada dalam tahap kedewasaan (saat ini), maka sebaiknya PT.Kemfoods dapat melakukan dua strategi utama, yaitu : Strategi Defensif adalah melindungi pangsa pasar produk dari gangguan produk-produk pengganti. Fokusnya adalah penekanan pada biaya produksi dan penghilangan kelemahan produk. Strategi yang kedua, juga dapat dilakukan dengan cara menerapkan strategi Ofensif yang difokuskan pada pencarian pasar-pasar baru dan segmen-segmen pasar yang belum tergarap, penggunaan-penggunaan metode baru dan cara-cara merangsang peningkatan penggunaan produk oleh pelanggan lama. Dalam upaya menerobos pasar yang telah memasuki tahap kedewasaan dilakukan dengan cara luncur ulang produk (product relaunch). Untuk menguji efektivitas dan efesiensi hasil perhitungan biaya produksi bersama berdasarkan alokasi biaya bersama disarankan juga dilakukan perhitungan harga pokok produksi terhadap jenis produk lain yang telah diproduksi PT.Kemfoods selama ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Harga Pokok, Industri Daging, Sosis, Harga Pasar
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 27 Feb 2019 09:05
Last Modified: 27 Feb 2019 09:05
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/3304

Actions (login required)

View Item View Item