Kajian strategi pemasaran produk daging olah pada pt. kemfoods industries jakarta suti kasus

Putra, Izham Syah (1995) Kajian strategi pemasaran produk daging olah pada pt. kemfoods industries jakarta suti kasus. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R05-01-Putra-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-02-Putra-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-03-Putra-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R05-04-Putra-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (28MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

PT. Kemfoods sebagai salah satu perusahaan pengolahan daging, memproduksi dan memasarkan daging olah seperti sosis, delikatessen, burger dan baso disamping daging segar (fresh meat). Sebagai salah satu produk makanan, pengolahan daging termasuk industri yang memiliki prospek cerah. Secara nasional, suplai daging lnasih belum dapat mengimbangi permintaan. Diperkirakan pada tahun 1997 misalnya, terdapat kesenjangan permintaan daging sebesar 19.200 ton. Kesenjangan permintaan ini ditambah lagi dengan pangsa pasar produk daging olah yang masih rendah dibanding pangsa pasar produk daging segar secara keseluruhan (dibawah 1 persen). Peningkatan permintaan yang cukup besar ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan dan tingkat pendidikan masyarakat, sehingga untuk sebagian masyarakat tertentu, sudah tumbuh keperdulian terhadap kualitas, cita rasa dan cara-cara pengolahannya. Peningkatan ini juga merobah pola konsumsi masyarakat dengan mengkonsumsi lebih banyak protein hewani, memilih makanan bergizi tinggi dan adanya kecenderungan untuk berbelanja di pasar-pasar modern seperti Supermarket, Pasar Swalayan, Toko P&D dan lain-lain. Perubahan-perubahan diatas membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan sasaran penjualan dan pangsa pasarnya. Namun demikian, sebagai salah satu produk makanan, industri pengolahan daging juga menghadapi sejumlah kendala antara lain: lebih sensitif terhadap isu-isu negatif, harga yang dirasakan masih mahal, keterbatasan pengetahuan konsumen akan produk dan sifat produk yang mudah rusak (perishabel). Untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarserta penjualannya, maka perumusan strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan lingkungan internal dan ekternal serta kondisi sumber daya yang dimiliki, merupakan suatu ha1 yang sangat diperlukan bagi setiap perusahaan. Upaya perumusan strategi pemasaran tersebut, adalah yang menjadi tujuan geladikarya ini. Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan studi kasus. Penyebaran kuisioner kepada pihak menejemen perusahaan dilakukan untuk menilai efektivitas pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan saat ini. Pendekatan analisis struktur industri Porter digunakan untuk menilai lingkungan industri pengolahan daging. Data dan informasi diolah dengan analisis situasi SWCTT, untuk mengetahui kondisi internal perusahaan dan untuk membantu merumuskan alternatif strateginya. Alternatif strategi mengacu pada peluang pertumbuhan intensif dan strategi generik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memasarkan produk dan dalam upaya meningkatkan sasaran penjualannya, PT. Kemfoods melakukan kebijakan pengembangan pasar dengan melalui kebijakan spesialisasi selektif yakni memproduksi berbagai macam produk yang diarahkan keberbagai kelompok pelanggan. Hal ini dapat dilihat dari upaya perusahaan untuk mengisi dan membanjiri setiap pelanggan dan pasar yang dapat dimasuki untuk menghadapi pesaing, menjaring pembeli dari semua lapisan dengan kebijakan harga yang fleksibel, sampai meladeni pesanan dari pelanggan dengan berbagai variasi produk. Efektivitas pemasaran yang dijalankan, dinilai masih cukup wajar dan terdapat peluang perbaikan mendasar yang ditujukan pada perbaikan falsafah pelanggan dan peningkatan kapasitas organisasi pemasarannya. Struktur industri menunjukkan bahwa persaingan dalam industri relatif cukup ketat, dimana masing-masing unsur penentu tingkat persaingan memiliki posisi yang belum menentukan satu sama lain secara dominan. Dalam rnemanfaatkan peluang pasar, perusahaan mengandalkan pada kekuatan dan keunggulan produknya, sumber daya manusia yang handal dan keterjaminan proses produksi dan bahan baku yang digunakan. Namun demikian penanganan terhadap divisi pemasaran yang dirasakan lemah dan kurangnya dukungan finansial dalam pemasaran, mempakan kendala yang masih dihadapi saat ini. Dalam jangka pendek, untuk mempertahankan dan melindungi pangsa pasar yang telah ada dan untuk meningkatkan volume penjualan, diperlukan strategi penetrasi pasar. Upaya yang perlu diangkat dalam kebijakan ini adalah menonjolkan keunggulan produk dari segi mutu dan asuransinya, sedangkan dalam jangka menengah, perluasan dan pengembangan pasar dari pasar yang sudah ada dalam cakupan geographi dan pelanggan, perlu dilakukan. Dalam hal ini peran distribusi dan wiraniaga perlu mendapat perhatian yang lebih besar untuk menunjang kebijakan ini. Disamping itu, perusahaan perlu menetapkan kebutuhan konsumen apa yang ingin dipuaskan dan penetapannya memperhatikan trend dan gaya hidup masyarakat konsumen saat ini. Sebagai produk makanan, permintaan daging olah tidak terlepas dari pengaruh posisi permintaan dan penawaran daging. Mengingat keterbatasan suplai dan meningkatnya permintaan, harga daging terutama daging lokal sering meningkat naik dan ini sangat mempengaruhi harga pokok produksi daging olah. Untuk meningkatkan daya saing terhadap produk pesaing, maka dalam jangka panjang, strategi bersaing generik yang perlu dikembangkan adalah strategi keunggulan biaya. Dengan strategi ini, perusahaan akan mampu mempertahankan posisinya, bersaing di pasar dan menyerang pesaingnya melalui keunggulan harga. Untuk mendukung strategi pemasaran yang dianjurkan diatas dan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, maka disarankan kepada pihak perusahan agar : - Menciptakan divisi pemasaran yang tangguh dengan rumuskan perencanaan pemasaran secara jelas, sebagai acuan kebijakan (tindakan) bagi fungsi-fungsi perusahaan lainnya, khususnya bagi fungsi pemasaran serta mene~npatkan menejer pemasaranlproduk yang mampu mengkoordinasikan tugas dengan bagian- bagian lainnya. - Meningkatkan efisiensi dalam bidang produksi dalam rangka mencapai keunggulan bersaing tanpa mengabaikan mutu sehingga dapat memperkuat posisi keuangannya dan memberikan insentif memadai kepada karyawan terampil - Melakukan riset pasar untuk mendukung perencanaan dan perumusan strategi pemasaran yang tepat, sesuai dengan peluang dan tantangan yang dihadapi, kapasitas sumberdaya yang dimiliki dan posisi perusahaan dalam persaingan (industri). - Mengantisipasi perkembangan pesaing terdekat seperti Farm House, yang diperkirakan akan menguasai pasar daging olah pada masa mendatang dengan mengembangkan alternatif jalur pemasaran (distribusi) dan promosi yang lebih efektif.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi pemasaran, Analisis lingkungan Industri, Analisis Lingkungan Makro, Analisis SWOT, Strategi Generik.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 Mar 2020 07:37
Last Modified: 12 Mar 2020 07:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/3609

Actions (login required)

View Item View Item