Analisis rencana strategi pemasaran minyak goreng kelapa sawit pt. perkebunan agrintara

Pulungan, Amal Bakti (1995) Analisis rencana strategi pemasaran minyak goreng kelapa sawit pt. perkebunan agrintara. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R06-01-Pulungan-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-02-Pulungan-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-03-Pulungan-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-04-Pulungan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (35MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Minyak goreng merupakan komoditi yang sangat strategis, karena merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Hasil studi PT. Corinthian Infophama Corpora (1993) menyatakan bahwa, konsumsi minyak goreng sawit cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan dan adanya pergeseran mendasar pola konsumsi dari minyak goreng di Indonesia. Hal ini didukung oleh beberapa keunggulan yang dimiliki oleh minyak goreng sawit dibandingkan dengan minyak goreng yang menggunakan bahan baku lain. PT.Perkebunan (PTP) Agrintara adalah anak perusahaan PTP yang ban dibentuk dengan status swasta nasional yang merupakan pelaku ekonomi yang bergerak dalam industri hilir tanaman perkebunan kelapa sawit. Produk yang akan dihasilkan oleh PTP Agrintara adalah Super Olein dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Olein atau yang dikenal sebagai minyak goreng sawit. Permasalahan utama yang dihadapi PTP Agrintara guna mengantisipasi peluncuran produk perdana yang ditujukan untuk ekspor dan pasar domestik adalah berkaitan dengan bidang pemasaran. Tepatnya produk minyak goreng yang akan dihasilkan belum memiliki merek dagang yang dikenal masyarakat, dan perusahaan belum mempunyai saluran distribusi untuk menyampaikan produk sampai kepada, pelanggan sasaran. Bertitik tolak dari latar belakang tersebut di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : "Bagaimana mempersiapkan dan menyusun rencana strategi pemasaran yang tepat dan sesuai untuk produk minyak goreng kelapa sawit PTP Agrintara ?" Tujuan geladikarya ini adalah untuk melakukan analisis lingkungan strategis perusahaan yang meliputi lingkungan internal perusahaan dan lingkungan industri, juga menyusun alternatif perumusan stategi pemasaran produk minyak goreng PTP Agrintara. Penelitian dalam geladikarya ini menggunakan metoda studi kasus dengan analisis deskriptif. Informasi dan data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT, analisis industri dan strategi bauran pemasaran. Peramalan harga minyak goreng dilakukan dengan analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan metode analisis Time Series dengan model Winter's. Pengolahan data dilakukan dengan komputer dibantu dengan perangkat lunak QSB (Quantitative Systems for Business) . Berdasarkan hasil analisis SWOT dan analisis industri, PTP Agrintara mempunyai kekuatan dan peluang yang besar untuk mengembangkan dan memasarkan produk minyak goreng sawit. Beberapa kekuatan yang dimiliki PTP Agrintara diantaranya : Sebagai pendatang baru yang akan berkiprah dalam bisnis minyak goreng sawit, PTP Agrintara belum memiliki pengalaman dalam pemasaran produk, sementara intensitas persaingan dalam industri minyak goreng sawit saat ini cukup ketat. Untuk itu, PTP Agrintara harus mampu merumuskan strategi bersaing yang tepat agar perusahaan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan, karena perubahan lingkungan dapat menciptakan peluang, sekaligus ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan. a. Lokasi pabrik fraksionasi dan rafinasi sangat strategis dengan fasilitas infrastruktur yang memadai. b. Kualitas dan kuantitas pasokan bahan baku CPO (Crude Palm Oil) relatif terjamin. c. Teknologi proses dalam unit produksi menggunakan teknologi tinggi dan modern. Sedangkan peluang yang ada diantaranya : a. Konsumsi minyak goreng sawit cenderung meningkat. b. Pertumbuhan ekonomi beberapa negara kawasan Asia Pasifik cukup t inggi . c. Ditandatanganinya perjanjian putaran Uruguay (GATT). d. Adanya kemungkinan melakukan kerjasama dalam bentuk usaha patungan dengan mitra usaha, khususnya dalam segi finansial dan pemasaran. Guna meraih peluang tersebut, diperlukan formulasi strategi yang tepat sesuai dengan target pasar yang ingin di j angkau . Untuk memasuki pasar domestik, PTP Agrintara sebaiknya menggunakan Strategi Keunggulan Biaya, karena persaingan dalam industri minyak goreng di Indonesia masih didominasi oleh kompetisi sesama produsen minyak goreng sawit. Hal ini sangat memungkinkan, karena PTP Agrintara mempunyai beberapa keunggulan komparatif yang dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif . Kualitas bahan baku yang dimiliki dengan didukung oleh teknologi yang tinggi dapat meningkatkan daya saing produk PTP Agrintara. Sedang untuk pasar ekspor, produk PTP Agrintara akan berkompetisi dengan produk minyak goreng yang menggunakan bahan baku dari jenis minyak nabati lainnya. Secara ekonomis minyak goreng sawit lebih unggul, namun persaingan di pasar internasional tidak hanya menggunakan parameter ekonomi semata. Adanya isu negatif dan proteksi terselubung akan menyulitkan penetrasi pasar produk PTP Agrintara ke luar negeri. Strategi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan Strategi Diferensiasi Fokus,karena wilayah pasar yang sempit akan lebih mudah digarap dengan menampilkan keunikan dari produk. Untuk mendukung strategi perturnbuhan perusahaan dan strategi generik, maka strategi pemasaran yang dapat dikembangkan untuk jangka pendek adalah Strategi Penetrasi Cepat dan untuk jangka panjang dengan Strategi Pengembangan Pasar. Implementasi strategi tersebut di atas akan diterjemahkan secara lebih rinci ke dalam Kebijakan Bauran Pemasaran. Beberapa ha1 yang perlu mendapat perhatian dalam Bauran Pemasaran adalah : a. Strategi Produk : Penetapan merek harus unik, khas, singkat dan lebih komersial agar mudah diingat, diucapkan, menarik dan cepat akrab, misalnya merek MOLINA. Disamping itu komposisi kemasan harus dirancang sesuai kemampuan ekonomi dan daya konsumsi masyarakat. b. Strategi Harga : Tahap awal produk agar ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari produk sejenis di pasar, kemudian dapat menerapkan harga yang sama dengan pesaing. c. Strategi Distribusi : Diupayakan sependek mungkin sesuai dengan karakteristik pasar dan tipe produk. Dalam jangka pendek dengan membentuk Trading House yang berperan sebagai distributor, kemudian dapat memanfaatkan .pengecer. d. Strategi Promosi : Untuk jangka pendek penjualan personal diberi proporsi yang lebih besar sesuai dengan target pasar industri, sedang dalam jangka panjang advertensi akan mendapat perhatian yang lebih besar, karena produk akan bersaing dengan merek laimya dipasar konsumen. Bentuk promosi yang lain tetap digunakan untuk mendukung agar produk PTP Agrintara lebih cepat dikenal dan mendapat citra yang baik dihati para konsumen.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: analisis SWOT, strategi bauran pemasaran, Mix marketing, QSB, Quantitative Systems for Business, analisis industri
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 14 Mar 2020 02:53
Last Modified: 14 Mar 2020 02:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/3617

Actions (login required)

View Item View Item