Analisis manajemen pemsaran teh hijau di pt. xyz

Halim, Budi Guna (1995) Analisis manajemen pemsaran teh hijau di pt. xyz. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R06-01-Halim-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-02-Halim-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-03-Halim-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
R06-04-Halim-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Dengan semakin banyaknya diversifikasi produk teh baik berupa teh botol, teh kotak dan produk olahan teh lainnya, ditunjang dengan tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan yang terus meningkat sementara berbagai penelitian menunjukkan manfaat teh bagi kesehatan, maka permintaan akan pasokan teh di masa yang akan datang juga meningkat. PT XYZ selaku produsen raw material mempunyai potensi untuk mengembangkan usahanya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan diskusi dengan kalangan pemasaran teh, konsumen pembeli dan instansi yang terkait sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik SWOT, fishbone diagram, control chart, regresi dan forecasting. Berdasarkan hasil analisis, produktifitas kebun PT XYZ masih rendah, pada tahun 1994 adalah sebesar 2.133,94 kg/ha/tahun, masih di bawah PTP dan perkebunan besar swasta lainnya yang sudah di atas rata-rata 2.256 kg/ha/tahun. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor diantaranya adalah serangan hama penyakit, terutama Helopeltis yang mengakibatkan jaringan tanaman yang diserangnya mati. Selain itu belum semua afdeling yang ada menghasilkan. Dari 972 ha areal tanam, baru 415,25 ha yang sudah berproduksi. Penyediaan tenaga kerja yang ada sekarang juga masih berfluktuasi. Dari kebutuhan 332 tenaga kerja pemetik/HK rata-rata baru tersedia 260 tenaga kerja/HK, sehingga masih terjadi kelambatan dalam pemetikan pucuk teh dari jadwal yang telah ditetapkan. Tenaga pemetik yang ada juga masih dalam tahap beradaptasi dengan pemakaian gunting, sehingga secara kualitas dan kuantitas hasil petikan pucuk teh belum optimal. Untuk Quality Control, menunjukkan meskipun proses pengolahan teh yang ada sekarang ini sesuai dengan standard kerja yang ada, tapi masih perlu ditingkatkan lagi mulai dari mutu pucuk teh yang dihasilkan sampai dengan proses pengolahannya di pabrik. Karena selain secara fisik, konsumen juga memperhatikan inner quality, ini dikaitkan dengan adanya keluhan dari konsumen mengenai bau minyak tanah pada sebagian kecil dari hasil teh hijau kering yang dihasilkan. Dari segi pemasaran, menumpuknya stock teh saat ini dan diprediksikan (berdasarkan forecasting dengan mempergunakan model Winter) sampai dengan akhir tahun 1995, stock teh akan mencapai 286.207 kg. Hal ini disebabkan karena total cost yang tinggi dan belum adanya manajemen pemasaran per komoditi secara menyeluruh sehingga mengakibatkan tidak tergarapnya pasar yang ada secara optimal. Dari segi kualitas yang dihasilkan, mutu yang dihasilkan oleh PT XYZ sekarang ini masih belum efisien untuk memenuhi standard untuk ekspor, sehingga alternatif pemasaran terbatas untuk pasaran lokal. Berdasarkan keadaan ini, alternatif yang dapat dilakukan untuk bidang produksi adalah (1) Tidak memperluas areal penanaman dan meningkatkan produktifitas dari afdeling yang ada. Tenaga pemetik ditingkatkan ketrampilannya melalui pelatihan secara teknis, sementara kriteria upah petik juga dilakukan secara bertingkat dengan penekanan pada kualitas untuk memperbaiki hasil petikan yang disetorkan ke pabrik. (2) Penerapan sistim kavling mandiri untuk meningkatkan produktifitas pekerja dan mengatasi berfluktuasinya tenaga kerja yang ada. Untuk bidang pemasaran, alternatifnya (1) Untuk lebih meningkatkan volume penjualan, sistim pembayaran yang ada sekarang ini dapat dirubah lebih menarik bagi konsumen, misalnya dengan pembayaran melalui kredit, sehingga pembeli dapat melakukan pembelian disesuaikan dengan arus kasnya. Untuk mengantisipasi kesulitan dalam ha1 pembayaran, perlu dibuat kontrak penjualan yang jelas dan tegas dalam mengatur kewajiban-kewajiban antara penjual dan pembeli. (2) Memberikan wewenang secara terbatas bagi PT XYZ untuk melakukan usaha-usaha pemasaran sehingga dapat lebih optimal menggarap peluang pasar yang ada. Meskipun demikian, kontrol secara langsung masih dipegang oleh head office. Implikasi dari alternatif ini adalah perlunya dibangun mekanisme pengawasan dan koordinasi yang efektif. (3) Dari segi organisasi, perlu pengaturan pembagian pemasaran antara komoditi sawit dan non sawit. Untuk ini tenaga pemasaran yang ada perlu ditambah agar dapat mengerjakan beban kerja yang semakin meningkat. (4) Daerah pemasaran diperluas dengan mengadakan kontak secara langsung ke produsen penghasil teh wangi. Untuk ini mutu dan produksi harus stabil, implikasinya adalah biaya tambahan untuk pemasaran dan pengiriman, karena biasanya pihak produsen teh wangi menginginkan barang diantarkan langsung ke pabrik mereka untuk disesuaikan dengan proses produksinya. (5) Peningkatan after sales service, misalnya dengan pengantaran barang langsung sampai ke konsumen, prosedur yang jelas untuk complain dan tindak lanjutnya. Dengan semakin ketatnya persaingan dan terbatasnya pasar, pembeli semakin menuntut tingkat pelayanan yang lebih baik. Sehingga dalam jangka panjang peningkatan after sales service ini merupakan strategi yang harus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan pembeli yang ada sekarang ini. (6) Untuk memperluas daerah pemasaran, PT XYZ sebaiknya mengekspor teh hijau hasil produksinya karena harga untuk pasaran ekspor lebih baik bila dibandingkan dengan pasaran lokal, dan untuk captive market seperti di Maroko kuota pasokan teh hijau dari Indonesia masih belum bisa dipenuhi seluruhnya. Alternatif mengekspor ini juga memperkuat bargaining power PT XYZ sehingga tidak tergantung dengan keadaan pasar lokal yang didominasi oleh para produsen teh wangi . Implikasi dari alternatif melakukan ekspor ini adalah mutu dan produksi yang ada sekarang harus ditingkatkan sesuai dengan standard yang telah ditentukan dan dibutuhkan mesin sortir untuk memenuhi grading yang diinginkan oleh negara tujuan ekspor.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: SWOT, fishbone diagram, control chart, regresi, forecasting, Metode Winter, Quality Control, Strategi pemasaran
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 14 Mar 2020 03:02
Last Modified: 14 Mar 2020 03:02
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/3619

Actions (login required)

View Item View Item