Analisis Kebutuhan Program Pelatihan Penjenjangan Instruktur Pada Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan Bekasi

Lucky Firnandy , Majanto (1998) Analisis Kebutuhan Program Pelatihan Penjenjangan Instruktur Pada Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan Bekasi. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
3-01-LucyFirnandyMajanto-cover.pdf

Download (920kB)
[img]
Preview
PDF
3-02-LucyFirnandyMajanto-daftraisi.pdf

Download (917kB)
[img]
Preview
PDF
3-03-LucyFirnandyMajanto-pendahuluan.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
3-03-LucyFirnandyMajanto-RingkasanEksekutif.pdf

Download (1MB)

Abstract

Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja pemerintah yang bemaung dibawah Departemen Tenaga Kerja mempunyai peranan yang amat penting dan strategis dalam upaya menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pembangunan. BLK sebagai unit pelaksana teknis juga memiliki fungsi ganda. Pertama sebagai unit pelaksana pelatihan kerja dan kedua sebagai unit percontohan pelatihan bagi lembaga pelatihan lain, baik pemerintah, swasta maupun perusahaan. Peranan pelatihan kerja sebagai jembatan kebutuhan pasar kerja di satu pihak dengan kemampuan angkatan kerja di pihak lain membutuhkan pengelolaan BLK yang efektif dan efisien. Banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga terwujud suatu BLK yang mampu memainkan peran strategis tersebut. Faktor faktor tersebut mencakup baik faktor yang berkaitan dengan input, proses, output maupun lingkungan. Dari berbagai faktor itu terdapat faktor yang cukup dominant dan berpengaruh langsung terhadap kualitas peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan di BLK, yaitu instruktur. Instruktur yang berkualitas akan menghasilkan output peserta pelatihan yang berkualitas. Sebaliknya jika instruktur yang melatih tidak berkualitas, maka sulit untuk menghasilkan output peserta pelatihan yang berkualitas. Oleh karena itu, perhatian terhadap instruktur sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelatihan di BLK. Namun demikian, tingkat pendidikan Instruktur BLK yang sebagian besar adalah SLTA dan bahkan ada yang berpendidikan SLTP serta minimnya pengalaman praktek kerja di industri sesuai dengan bidang kejuruannya, menjadikan kendala tersendiri bagi pengembangan dan peningkatan kualitas pelatihan di BLK. Melihat kondisi demikian, maka upaya peningkatan kualitas instruktur BLK terus menerus ditingkatkan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan instruktur, baik pendidikan dan pelatihan tingkat dasar, program diploma, program sarjana dan pasca sarjana, program On the Job Training (OJT) di industri, penataran teknis lainnya maupun program pelatihan penjenjangan Instruktur latihan kerja. Salah satu program pendidikan dan pelatihan instruktur yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 1997/98 adalah program pelatihan penjenjangan instruktur latihan kerja di Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan (BLIP) Bekasi. Tujuan program pelatihan penjenjangan adalah meningkatkan pengetahuan, pengembangan kepribadian, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan jabatan yang dipersyaratkan. Sasarannya adalah terbentuknya tenaga fungsional pratama yang sanggup, mau dan mampu bekerja secara efektif, efisien serta membantu pimpinan dalam melaksanakan tugas. Namun program tersebut menduduki jabatan fungsional setingkat lebih tinggi dari pangkat atau golongan dan jabatan sebelumnya. Program pelatihan penjenjangan yang dilaksanakan tersebut belum sepenuhnya mendasarkan pada analisis kebutuhan pelatihan. Berdasarkan kenyataan tersebut, dirumuskan masa1ah: (I) sejauhmana kebutuhan pelatihan penjenjangan bagi instruktur latihan kerja yang diselenggarakan oleh BLIP Bekasi? dan (2) Seberapa besar manfaat program pelatihan penjenjangan lanjutan yang telah dilaksanakan? Penelitian ini bertujuan untuk: (I) menganalisis kebutuhan pelatihan penjenjangan lanjutan bagi instruktur latihan kerja; (2) menganalisis manfaat pelatihan penjenjangan lanjutan yang telah dilaksanakan selama ini dilihat dari aspek pengetahuan, kualitas dan kuantitas keterampilan serta aspek sikap; dan (3) menyusun program pelatihan yang perlu dikembangkan. Kegiatan penelitian dilakukan di BLIP Bekasi dan BLK di propinsi D.I. Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jabar, Bali dan NTB selama 3 bulan yaitu Juni sid Agustus 1998. Pengumpulan data dilakukan dengan metoda survei melalui observasi, wawancara langsung dan menyebarkan daftar pertanyaan yang ditujukan kepada instruktur BLK peserta pelatihan penjenjangan dan kepala BLK sebagai atasan langsung dari peserta pelatihan penjenjangan. Untuk menganalisis Iingkungan internal dan eksternal digunakan analisis SWOT. Pendekatan permasa1ahan yang digunakan dalam menganalisis kebutuhan pelatihan adalah dengan menggunakan metoda Training Needs Assessment Tooll T-NA T. Berdasarkan analisis SWOT terhadap pelaksanaan program pelatihan penjenjangan dinyatakan masih adanya kelemahan antara lain bahwa pelaksanaan program pelatihan penjenjangan belum didasarkan pada analisis kebutuhan pelatihan. Pelaksanaan program pelatihan yang tidak berdasarkan pada analisis kebutuhan pelatihan tersebut akan berakibat pada tidak adanya kesesuaian antara pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan peserta. Hasil pengukuran kemampuan kerja yang diperlukan dalam jabatan (KKJ) dan kemampuan kerja pribadi (KKP) yang dimiliki saat ini, ternyata menunjukkan bahwa masih terdapat adanya diskrepansi. Semua pekerjaan/tugas pokok instruktur yang tertuang dalam KKP ternyata masih lebih rendah daripada persyaratan jabatan yang ditentukan dalam KKJ. Hal ini memberi gambaran bahwa program pelatihan penjenjangan instruktur yang diselenggarakan oleh BLIP Bekasi belum dapat menjawab maksud dan tujuan pelatihan sesuai dengan jabatan yang dipersyaratkan. Analisis kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil KKP dan KKJ terlihat bahwa terdapat kemampuan yang tidak perlu dilatihkan dan yang mendesak/perlu dilatihkan. Kemampuan yang tidak perlu dilatihkan berkaitan dengan pekerjaanltugas pokok instruktur yang meliputi: merencanakan program pelatihan, mempersiapkan fasilitas pelatihan, mempersiapkan rencana pengajaran, mengajar dan melatih teori dan praktek serta memelihara/memperbaiki peralatan pelatihan. Sedangkan kemampuan yang mendesak/perlu dilatihkan berkaitan dengan pekerjaanltugas pokok instruktur yang meliputi: mempersiapkan bahan/maten pelatihan, mengevaluasi peserta pelatihan dan atau program pelatihan, menyusun laporan pelaksanaan pelatihan, membuat job sheet dan atau diktat, membuat a1at peraga pelatihan, membimbing ILK yang ada di bawahnya, melakukan kegiatan/karya ilmiah, menterjemahkan/menyadur buku dan membantu menyusun pengembangan sistem pelatihan. Dari hasil analisis manfaat pelatihan terlihat bahwa program pelatihan penjenjangan yang diselenggarakan oleh BLIP Bekasi menurut penilaian peserta pelatihan cukup mampu meningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta pelatihan. Aspek pengetahuan yang meliputi pengetahuan dan keterampilan, kemampuan mengidentifikasi masalah, menguasai teknik, prosedur dan administrasi serta peningkatan wawasan menempatkan penilaian pada tingkat yang tertinggi dibanding aspek kualitas dan kuantitas keterampilan serta sikap. Sedangkan menurut penilaian atasan langsung, manfaat pelatihan "agak meningkatkan" aspek pengetahuan, kualitas dan kuantitas keterampilan serta sikap. Aspek sikap yang meliputi motivasi, kejujuran, kesopanan, kepatuhan terhadap instruksi dan kepercayaan diri justru menempati peringkat penilaian yang tertinggi dibandingkan dengan aspek pengetahuan, kualitas dan kuantitas keterampilan. Kemampuan kerja yang diperlukan dalam jabatan dan kemampuan kerja pribadi yang dimiliki saat ini masih terdapat adanya diskrepansi. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan identifikasi dan analisis kebutuhan pelatihan harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan penyelenggaraan pelatihan yang dikelola manajemen BLIP Bekasi. Melalui identifikasi dan analisis kebutuhan pelatihan pada dasamya merupakan proses pengujian yang menitikberatkan pada penilaian kemampuan (performance) yang dimiliki individu terhadap jabatan atau pekerjaan yang akan dilakukan. Untuk menganalisis kebutuhan pelatihan disarankan agar manajemen BLIP dapat menggunakan metoda Training Needs Assessment Too//I'-NAT. Penyusunan program pelatihan yang perlu dikembangkan sesuai dengan analisis kebutuhan pelatihan, disarankan agar pelaksanaannya dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian kemampuan kerja, yaitu: a) kemampuan kerja instruktur yang berkaitan dengan pekerjaan/tugas pokok mempersiapkan bahan materi pelatihan, mengevaluasi peserta pelatihan atau program pelatihan dan menyusun laporan pelaksanaan pelatihan; b) kemampuan kerja instruktur yang berkaitan dengan pekerjaan/tugas pokok membuat job sheet dan atau diktat, membuat alat peraga pelatihan dan membimbing ILK yang ada di bawahnya; dan c) kemampuan kerja instruktur yang berkaitan dengan pekerjaanltugas pokok melakukan kegiatanlkarya ilmiah, menterjemahkan/menyadur buku dan membantu menyusun pengembangan sistem pelatihan. Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pelatihan sehingga dapat dihasilkan instruktur BLK yang kompeten, maka disarankan untuk menganalisis penentuan kebutuhan berdasarkan tiga level kebutuhan dasar, yaitu: a) kebutuhan pada level organisasi, berarti memasalahkan kekurangan atau kelemahan pada umumnya; b) kebutuhan pada level jabatan, berarti mendasarkan digunakannya analisa jabatan atau analisa pekerjaan; dan c) kebutuhan pada level peroranganl individu, berarti digunakannya analisa assessment atau menspesifikasikan secara peroranganlindividu. Untuk memenuhi kemampuan kerja instruktur BLK yang masih perlu dilatihkan, program pelatihan yang disarankan dapat dilaksanakan meliputi: a) program pelatihan metodologi, dengan materi pelatihan utama antara lain mencakup psikologi pelatihan analisis jabatan untuk kebutuhan pelatihan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Kebutuhan Program Pelatihan Penjenjangan Instruktur Pada Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan Bekasi
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:16
Last Modified: 28 Dec 2011 06:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/371

Actions (login required)

View Item View Item