Kajian Atas Rencana Investasi PI." X" Pada Proyek Perkebunan Kelapa Sawit Pola PIR-TRANS KKPA

Djohan, Suhaidi (1998) Kajian Atas Rencana Investasi PI." X" Pada Proyek Perkebunan Kelapa Sawit Pola PIR-TRANS KKPA. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
3-01-DjohanSuhadi-cover.pdf

Download (940kB)
[img]
Preview
PDF
3-02-DjohanSuhadi-DaftarIsi.pdf

Download (753kB)
[img]
Preview
PDF
3-03-DjohanSuhadi-Ringkasan.pdf

Download (888kB)
[img]
Preview
PDF
3-04-DjohanSuhadi-Pendahuluan.pdf

Download (3MB)

Abstract

Komoditi kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang penting bagi Indonesia, baik ditinjau dari devisa yang dihasilkan maupun bagi pemenuhan akan kebutuban minyak nabati di dalam negeri. Peluang pasar minyak kelapa sawit sangat besar baik dipasar domestik maupun pasaran dunia, hal ini disebabkan karena banyaknya kegunaan yang dapat dihasilkan oleh minyak kelapa sawit dan turunannya, terutama untuk industri minyak goreng. Berdasarkan basil temuan penelitian, minyak kelapa sawit mempunyai banyak keunggulan antara lain kaya akan vitamin A., waktu penyimpanan lebih baik, kualitas bahan baku yang relatif homogen, serta kemampuan untuk substitusi dengan minyak nabati lainnya serta dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bidang industri kosmetika, obat-obatan dan lain-lain. Konsumsi minyak kelapa sawit baik domestik maupun dunia sangat besar yang pada tabun 1996 masing-masing mencapai 2.932.700 ton dan 15.492.400 ton. Konsumsi minyak kelapa sawit ini dari tahun ke tahun terus mengalarni peningkatan dan diprediksi sampai dengan tahun 2005 konsumsi minyak Indonesia ada1ab sebesar 5.044.100 ton dan konnsumsi dunia mencapai 25.625.000 ton. Besarnya konsumsi minyak kelapa sawit, baik dalam negeri maupun dunia dan ditambah lagi dengan harga minyak kelapa sawit dan inti sawit yang cenderung investasi dibidang perkebunan kelapa sawit. Untuk: itu perusahaan (PT. "X") bermaksud mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan pola PIR-TRANS KKPA seluas 10.000 ha dengan komposisi kebun inti seluas 2.000 Ha dan kebun plasma seluas 8.000 Ha di alas area pengadaan lahan seluas 17.000 Ha di Propinsi Kalimantan Barat. Mengembangkan perkebunan kepala sawit memiliki resiko yang tinggi karena investasi pada bidang kelapa sawit merupakan investasi jangka panjang, yang hasilnya baru dapat diperoleh beberapa tahun kemudian serta memerlukan investasi yang besar. Sehubungan dengan rencana tersebut dibutuhkan suatu pengkajian, pengevaluasian yang baik atas rencana tersebut yang meliputi berbagai aspek meliputi aspek teknis, aspek managerial, organisasi, aspek sosial, dan aspek finansial dan ekonomi. Di dalam kajian ini peneliti melakukan pengkajian khusus pada aspek frnansial, yang meliputi penyusunan rencana kegiatan yang terdiri dari jadwal pernbangunan tanaman, sarana & prasarana, pabrik, reneana kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan alat, reneana penerimaan hasil, reneana produksi dan kegiatan lainnya. Selanjutnya dilakukan penyusunan reneana pembiayaan yang meliputi unit cost, biaya pernbangunan tanaman, sarana & prasana, pabrik, biaya produksi, biaya operasi dan biaya-biaya lainnya. Hasil dari penyusunan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan analisis dengan menggunakan alat-alat analisis finansial yang meliputi Analisis Arus Dana, Analisis Proyeks{ Neraca dan Rugi Laba, Analisis 1RR, NPV, BIC Ratio, Analisis Sensitivitas serta Analisis Rasio - Rasio Keuangan yang meliputi Liquidity Ratio, Leverage Ratio dan Profitability Ratio. Dari hasil Analisis Arus Dana (Tabel 26), Proyeksi Neraca (Tabel 27) dan Rugi Laba (Tabel 25) dan Analisis Rasio - Rasio Keuangan (Tabel 28) diketabui bahwa keadaaan atau kondisi perusahan inti adalah baik artinya mampu menghasilkan keuntungan, mampu memenuhi kebutuhan dana, mampu memenuhi seluruh kewajibankewajibannya baik yang berupa jangka pendek maupun jangka panjang. Dari hasil anaIisis perhitungan diketahui Payback Period perusahaan inti dicapai pacta tahun ke 10. Dari hasil perhitungan Gross Benefit Ratio dan Net Benefit Ratio diperoleh masingmasing angka sebesar 1,0 I dan 2,21. Ini menunjukkan bawah proyek tersebut layak untuk dilaksanakan. Dari basil analisis NPV dan IRR diperoleh NPV sebesar Rp. 24.964.709,63 ribu dan IRR sebesar 24,48 % yang mana lebih besar dari bunga pinjaman rata-rata sebesar 21,17 %. Nilai diatas menggambarkan bahwa proyek secara finansial cukup layak untuk diimplementasikan. Dari hasil uji kepekaan diketahui bahwa proyek sangat peka terhadap turunnya penerimaan dan cukup peka terhadap kenaikan biaya operasi serta tidak peka terhadap kenaikan biaya investasi. Untuk itu pihak pengelola proyek harus benar-benar memperhatikan dan menjaga agar penurunan penerimaan tidak melewati 7,8679 %, menjaga agar biaya operasi tidak naik Iebih dari 11,9547 %. Hasil analisis keuangan untuk kebun seluas diperoleh hasil sebagai berikut : Dari analisis NPV dan IRR keboo seluas gabungan diperoleh NPV sebesar Rp. 209.541.315 ribu dan JRR sebesar 35,93 % lebib besar dari bunga pinjaman rata-rata sebesar 16 %. Nilai ini menggambarkan bahwa proyek secara finansiallayak untuk diimplementasikan. Dari basil uji kepekaan juga diketahui bahwa proyek seluas tidak berpengaruh terhadap perubahan penerimaan (penerimaan dapat turun hingga 46,43 %), biaya operasi (dapat naik hingga 164,39%) dan investasi (dapat naik hingga 183,38%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Proyek Perkebunan Kelapa Sawit Pola PIR-TRANS KKPA layak untuk dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kajian Atas Rencana Investasi PI." X" Pada Proyek Perkebunan Kelapa Sawit Pola PIR-TRANS KKPA
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:16
Last Modified: 28 Dec 2011 06:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/373

Actions (login required)

View Item View Item