STRATEGI PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MOPOLI RAYA

ANNA , MARIANA (1998) STRATEGI PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MOPOLI RAYA. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
3-01-AnnaMarina-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
3-02-AnnaMarina-RingkasanEksekutif.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
3-03-AnnaMarina-DaftarIsi.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
3-04-AnnaMarina-pendahuluan.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penilaian pada SBP I merupakan penilaian kinerja perusahaan yang sedang berjalan saat ini. Pengembangan pada SBP ini merupakan pengembangan horizontal yaitu dengan mengembangkan luas areal dan kapasitas produksi. Hasil kajian finansial dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan tahun 1996 dan 1997 dan proyeksi aliran kas perusabaan mulai 1998 - 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemsabaan mempunyai keuntungan yang cukup besar disebabkan adanya peningkatan penerirnaan sebesar lebih kurang 250 % akibat kenaikan harga jual produk yang sebanding dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap do1ar AS. Dilain pihak kenaikan biaya produksi tidak mencapai 100 % dari tahun-tahun sebelumnya. Pengembalian kredit KLBI dan non KLBI seluruhnya dapat dikembalikan oleh perusahaan dalam 2 tahun dari jangka waktu 6 tahun yang ditetapkan jika pemsabaan menginginkan. Manfaat non finansial yang diperoleh adalah adanya efek ganda atau multiflier efect pada wilayah Iingkungan perusahaan akibat tumbuhnya sentra ekonomi baru. Hal ini dapat dijelaskan dengan usaha perkebunan merupakan usaha yang menyerap tenaga kerja yang cukup besar atau labor intensive, menumbuhkan usaha supplier dan kontraktor, menambah asset Pemda melalui penambahan pajak perusahaan dan pajak penghasilan karyawan. Dilain pihak terjadi perubahan ekosistem yang diakibatkan oleh perubahan laban-lahan yang tidak produktif atau marjinal menjadi laban produktif berupa perkebunan kelapa sawit. Saran bagi perusahaan pada SBP I ini bahwa kinerja perusahaan berupa peningkatan produktifitas dan perbaikan manajemen harus tetap dilaksanakan oleh perusahaan. Peningkatan produktifitas dilakukan melalui Pengembangan Unit Penelitian atau R&D perusahaan dimana biaya pada pos ini harus dialokasikan dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. PemiLik dan manajemen perusahaan harus menyadari bahwa biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan yang jauh lebih besar. Perbaikan manajemen dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan meLalui peLatihan dan training serta menerapkan sistim informasi manajemen sehingga perusahaan dapat lebih efisien. Dilain pihak keuntungan perusahaan harus dapat juga dicerminkan dari kesejahteraan karyawan pada setiap lapisan secara proporsional. Proporsional yang ada saat ini dinilai sudah tidak sesuai lagi mengingat inflasi yang terjadi saat ini maka diperlukan tanggung jawab social perusahaan yang lebih besar untuk mengatasi kesenjangan sosial dibandingkan dengan waktu yang lalu. Pengembangan pada SBP II merupakan pengembangan kearah industri hilir yaitu industri oleokirnia yang menghasiLkan asam lemak dan gliserin beserta produk turunannya. Analisa finansial pada SBP II merupakan analisa kelayakan proyek dengan hasil biaya investasi yang diperlukan adalah berkisar 166 milyar rupiah (IUS $ = Rp 7.500,- ), umur investasi 12 tahun dengan masa persiapan 1 tahun. Asumsi yang digunakan adalah perusahaan melakukan aliansi dengan oerusahaan asing dalam rangka memoermudah mengatasi keterbatasan permodalan dan akses pasar. Pasar dari produk yang dihasilkan diasumsikan 90 % ekspor dan 10 % dipasarkan didalam negeri. Perbandingan ekuiti perusahaan luar negeri : dalam negeri adalah 60 % : 40 % dan usaha patungan ini memperoleh off share loan. Dari hasil perhitungan diperoleh NPV yang cukup besar selarna urnur investasi (12) tahun yaitu sebesar 243,9 milyar, nilai B/C ratio 2,5 kali dan IRR 92 % serta pay back period 13 bulan dengan tingkat suku bunga pada perhitungan adalah 36 %. Besarnya biaya investasi pada SBP II yaitu disebabkan hampir seluruh peralatan yang diperlukan merupakan barang impor. Selain itu tenaga ahli luar negeri pada tahap awal juga masih diperlukan dirnana tenaga ini dibayar cukup mahal serta bangunan pabrik, kesemuanya menyebabkan biaya investasi yang cukup tinggi. Hasil kajian terhdap manfaat non finansial yang akan diperoleh perusahaan jika SBP II ini dikembangkan terutama jika perusahaan melakukan aliansi strategis dengan mitra asing untuk mengatasi masalah dan keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan adalah adanya tranfer teknologi akses pasar yang mudah karena sudah dilakukan oleh perusahaan mitra sehingga entry barrier pada padar regional atau global relative tidak ada. Selain itu dalam rangka menyongsong era perdagangan hebas perusahaan telah mengadakan jaringan kerja sama atau networking dengan perusahaan duma lainnya, sehingga memudahkan perusahaan untuk menjadi salah satu pelaku bisnis yang bandal dan profesional di era globalisasi yang akan datang. Efek ganda terhadap lingkungan setempat juga dapat diperoleh akibat adanya Investasi SBP II. Kemungkinan hambatan yang akan diperoleh perusahaan dalam mengembangkan SBP II ini adalah tidak adanya minat investor yang ingin menanamkan modalnya saat ini mengingat ketidak pastian faktor politik dan keamanan di Indonesia saat ini sangat tidak mendukung iklirn investasi. Strategi pengembangan investasi pada SBP III yaitu perusahaan bersarna dengan mitra asing membentuk usaha patungan dalam menghasilkan bahan lubrikan EBS. Pada SBP III ini perusahaan memanfaatkan peluang karena adanya perusahaan Korea yang akan merealokasikan pabriknya ke Indonesia. Biaya investasi pada SBP II relative kecil bagi PT. Mopoli Raya jika dibandingkan dengan saldo laba yang diperoleh perusahaan selama ini yaitu sebesar lebih kurang 700 ribu dolar AS. Manfaat finansial yang akan diperoleh perusahaan secara jangka pendek mungkin belum dapat dirasakan, tetapi dalam jangka panjang pengembangan SBP III ini akan memberikan nilai tambah yang lebih menguntungkan karena PT. Mopoli Raya memiliki sumber bahan baku CPO yang suatu saat bisa dikembangkan menjadi bahan baku EBS berupa asam stearat atau stearic acid. Hasil kelayakan finansial pada SBP III ini diasumsikan jika perusahaan patungan mendapat off share loan dari Korea dengan tingkat suku bunga 4 %, dirnana perhitungan NPV selama 4 tahun adalah US $ 674.504 dengan back periodnya 25 bulan. Manfaat non finansial pada SBP III adalah adanya transfer teknologi dari mitra asing ke perusahaan, adanya akses pasar luar negeri dari produk yang dihasilkan, menampung lapangna kerja serta membangun jaringan bisnis internasional sehingga pada era perdagangan nantinya perusahaan telah memiliki daya saing yang cukup kuat. Manfaat non finansial lainnya adalah adanya efek ganda terhadap lingkungan perusahaan akihat investasi yang diJakukan pada SBP II. Perjanjian kerjasama atau a1iansi strategis yang akan dilakukan benar-benar harus dipelajari dan dikaji dengan haik oleh perusahaan terutama pada SBP III diharapkan bahwa pabrik EBS yang akan direalokasikan ke Indonesia bukan merupakan pabrik yang memiliki peralatan yang sudah obsolet atau sunset industry. Secara ideal ditinjau dari aspek pengolahan produk yang dihasilkan dari kelapa sawit sebaiknya perusahaan secara berturut-turut mengembangkan SBP I, II dan Ill. Tetapi mengingat keterbatasan dana yang ada dan dalarn rangka mernanfaatkan peluang tawaran untuk mengadakan a1iansi strategis dengan perusahaan asing dalarn memproduksi EBS, rnaka dalarn jangke pendek PT. Mopoli Raya dapat menyumbangkan SBP I dan III secara bersamaan. Pengembangan SBP II dapat diJakukan dalam jangka panjang sambil menunggu pulihnya kondisi perekonomian nasional atau adanya tawaran perusahaan asing yang dapat diajak bermitra atau beraliansi strategis dengan PT. Mopoli Raya. Dalam rangka memanfaatkan peluang yang baik pengembangan investasi pada SBP III juga dapat dilakukan bersarnaan dengan pengembangan SBP I, sedangkan pengembangan investasi pada SBP II, mengingat dana investasi yang dibutuhkan cukup besar mungkin dapat dikembangkan dalam jangka panjang sambil menunggu pulihnya kondisi perekonomian nasional.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: STRATEGI PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MOPOLI RAYA
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:16
Last Modified: 28 Dec 2011 06:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/382

Actions (login required)

View Item View Item