Analisis Sistem Penggajian Dan Penentuan Pra Kondisi Aplikasinya Dengan Sistem Merit (Kasus Pada PT. SAG)

ADI , YULIASTUTI (1999) Analisis Sistem Penggajian Dan Penentuan Pra Kondisi Aplikasinya Dengan Sistem Merit (Kasus Pada PT. SAG). Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
3-01-AdiYuliastuti-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
3-02-AdiYuliastuti-RingkasanEksekutif.pdf

Download (997kB)
[img]
Preview
PDF
3-03-AdiYuliastuti-daftarisi.pdf

Download (826kB)
[img]
Preview
PDF
3-04-AdiYuliastuti-Pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

PT. SAG berdiri pada tahun 1989, merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang usaha kelapa sawit. Lokasi usaha terletak di antara jalan Baturaja-Prabumulih, Kampung Beringin, Palembang, Sumatera Selatan seluas lebih kurang 5.000 hektar, dan sekitar 3.000 hektar lahan tersebut sudah ditanami. Tenaga kerja yang dimiliki adalah 806 orang yang terdiri dari 516 orang karyawan tetap dan 290 orang karyawan tidak tetap. Salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya agar dapat bertahan dan mengembangkan eksistensinya melalui kesuksesan dalam mencapai keuntungan jangka panjang adalah dengan meningkatkan produktivitas perusahaan. Peningkatan produktivitas perusahaan dapat dicapai apabila didukung oleh sumberdaya manusia yang kompeten dan berdedikasi tinggi terhadap perusahaan serta memiliki motivasi untuk berprestasi. Guna mendukung kearah tersebut di atas, maka karyawan sebagai anggota perusahaan haruslah diperlakukan secara wajar dan adil, karena apabila mereka merasakan adanya ketidakadilan di dalam perusahaan akan mempengaruhi sikap dan perilaku mereka hingga akhirnya akan berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Salah satu strategi kebijakan sumberdaya manusia yang dapat meningkatkan produktivitas diantaranya adalah strategi dalam pemberian kompensasi, yang dituangkan dalam bentuk sistem penggajian di dalam perusahaan saat ini. Untuk menciptakan sistem penggajian yang baik, maka perusahaan dalam menetapkan sistem penggajian harus memenuhi prinsip keadilan internal dan eksternal. Keadilan internal dapat dicapai jika jenis pekerjaan yang sama memperoleh kompensasi yang sarna. Sedangkan keadilan eksternal dapat dicapai jika tingkat kompensasi yang dibayarkan dapat bersaing dengan pasaran tenaga kerja, penetapan besarnya didasarkan pada UMR, tingkat biaya hidup dan kemampuan keuangan perusahaan. Dengan dilaksanakannya sistem penggajian yang baik, akan memberikan dampak meningkatnya motivasi dan semangat kerja karyawan dari tingkat bawah sampai tingkat atas. Sebaliknya jika sistem penggajian yang dilaksanakan memenuhi azas keadilan dan harapan karyawan, besar kemungkinan dapat mengakibatkan tingginya tingkat kemangkiran karyawan. tingginya tingkat perputaran karyawan dan karyawan tidak mempunyai motivasi untuk bcrprcstasi. Berdasarkan latar bclakang di atas, rumusan masalah yang lcrdapat di PT. SAG adalah : (1) Apakah perusahaan dalam menetapkan kebijakan sistem penggajiannya sudah dapat mencerminkan keadilan internal maupun eksternal. (2) Apakah PT. SAG layak siap untuk mengaplikasikan penggajiandengan sistem Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis pelaksanaan struktur pembayaran gaji yang ada agar dapat mencerminkan keadilan internal maupun eksternal, sehingga struktur pembayaran gaji yang ada dapat memberikan daya tarik untuk menjaring tenaga kerja yang kompeten dan produktif serta mencegah karyawan ini keluar dari perusahaan. (2) Melakukan inventarisasi awal sebagai prasyarat dapat dilakukannya struktur penggajian dengan sistem merit, agar para karyawan dapal memberikan komribusinya dalam meraih keuntungan jangka panjang, serta mewujudkan dan mengembangkan eksistensi perusahaan dengan menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi. Dalam melakukan penelitian sistem penggajian ini, penulis membatasi hanya pada karyawan tetap bulanan saja, tidak termasuk Direktur. Karena keterbatasan waktu yang ada maka penulis tidak melakukan survey gaji antar perusahaan sejenis sehingga untuk melihat apakah gaji yang diberikan sudah memenuhi keadilan eksternal maka penulis membandingkan gaji yang diberikan dengan UMR Sumatera Selatan. Dengan asumsi : jika perusahaan sudah dapat memenuhi pembayaran gaji di atas UMR yang ditentukan pemerintah untuk karyawan lini bawah, maka perusahaanpun akan bertindak serupa untuk karyawan lini atas. Metode yang digunakan adalah studi kasus sesuai dengan identifikasi masalah yang ada di dalam perusahaan, kemudian dari data yang ada diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Trend Analysis dan scalier diagram. Adapun aJasan penuJis menggunakan metode ini adalah selain analitis juga paling banyak dipakai serta pelaksanaannya di lapangan lebih praktis dan tidak perlu mengikutsertakan banyak karyawan. Berdasarkan hasil analisis system penggajian saat ini dapat diketahui apakah gaji karyawan tersebut inpaid, underpaid, ove/paid. Sedangkan untuk inventarisasi awal sebagai prasyarat dapat dilakukannya penggajian dengan sistem merit, maka kepada para karyawan dari semua lini diberikan beberapa pertanyaan yang dikembangkan dari teori Torrington & Hall (1995) mengenai "Kriteria Sistem Merit" dengan menggunakan skala Guttman. Apabilajawaban yang diperoleh mengatakan: • ya> 80%, maka sesuai untuk dilakukan penggajian dengan sistem merit • ya antara 40-80%, maka sangat dibutuhkan rancangan sistem merit • ya < 40%, maka tidak perlu dilakukan sistem merit, jika tetap dilakukan maka cenderung menciptakan konflik internal. Dari penelitian melalui metode Trend Analysis diperoleh hasil : besamya gaji yang diberikan sudah dalam kondisi inpaid. Sistem penggajian yang ada belum sepenuhnya menciptakan keadilan internal. Teriihat dari bentuk kurva gaji belum menunjukkan trend tinier. Secara keseluruhan kebijakan umurn pelaksanaan sistem penggajian saat ini sudah baik, untuk menciptakan pemerataan keadilan, perusahaan periu mempertimbangkan pengembangan sistem penggajian yang dinamis. Berdasarkan analisis pra kondisi sistem merit dari hasil survey jawaban alas pertanyaan "Kriteria Sistem Merit" yang dibagikan kepada para karyawan diperoleh hasil : jumlah responden yang menjawab ya adalah 42,8% sedang sisanya sebesar 57,2% menjawab tidak, maka menurut Derek Torrington and Hall, perusahaan sangat membutuhkan rancangan sistem merit, agar lebih tercipta keadilan khususnya bagi karyawan lini bawah dalam meningkatkan pendapatannya serta untuk lebih meningkatkan produktivitas karyawan secara keseluruhan mulai dari nilai jabatan terendah sarnpai dengan nilai jabatan tertinggi. Berdasarkan hasil analisis sistem penggajian dan penentuan pra kondisi aplikasi dengan sistem merit dapat disimpulkan bahwa : (1) Berdasarkan kurva gaji yang diperoleh belum menunjukkan (rend yang Iinier berarti system penggajian yang saat ini dilaksanakan belum sepenuhnya menciptakan keadilan internal, (2) Berdasarkan hasil analisis penggajian dengan metode "Trend Analysis dan scalier diagram" besarnya gaji yang diberikan sudah dalarn kondisi inpaid. Kebijakan umum pelaksanaan sistem penggajian saat ini secara keseluruhan sudah baik. Perusahaan sudah memberikan gaji di atas UMR yang disyaratkan pemerintah untuk wilayah Sumatera Selatan yaitu di atas Rp. 115.500,-. (3) Perusahaan dalarn membuat kebijakan-kebijakan penggajian sudah mengikuti peraturan pemerintah khususnya peraturan-peraturan ketenagakerjaan atau perburuhan. (4) Berdasarkan Hasil survey "Kriteria Sistem Merit" diperoleh jawaban ya sebanyak 42,8% berarti perusahaan sangat membutuhkan rancangan penggajian dengan sistem merit. Berdasarkan kesimpulan di atas diajukan beberapa saran, dimana implementasi selanjutnya sepenuhnya diserahkan kepada pihak perusahaan yaitu (1) Perusahaan sebaiknya melakukan survey gaji ke perusahaan sejenis secara berkala guna menentukan kondisi pasar tenaga kerja untuk berbagai posisi di dalam perusahaan mereka. (2) Perusahaan perlu membuat standar kinerja dan mengembangkan sistem penilaian kinerja yang akurat. (3) Perusahaan perlu melakukan penyempurnaan kriteria jabatan, perencanaan karir dan status karyawan sebagai upaya perusahaan untuk menciptakan tolok ukur penilaian prestasi dan sekaligus merupakan acuan karyawan dalarn pelaksanaan tugas rutin. (4) Dalam rangka pengembangan sistem penggajian menjadi sistem merit maka perusahaan sebelumnya perlu mensosialisasikan penggajian dengan sistem merit kepada semua karyawan sebagai upaya untuk menyarnakan persepsi apa dan bagaimana pelaksanaan penggajian dengan sistem merit itu dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Sistem Penggajian Dan Penentuan Pra Kondisi Aplikasinya Dengan Sistem Merit (Kasus Pada PT. SAG)
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:17
Last Modified: 28 Dec 2011 06:17
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/383

Actions (login required)

View Item View Item