Analisis Citra dan Positioning Bank X dan Bank Pesaingnya Serta Implikasinya Bagi Strategi Pemasaran Bank X

suwignyo, suwignyo (1997) Analisis Citra dan Positioning Bank X dan Bank Pesaingnya Serta Implikasinya Bagi Strategi Pemasaran Bank X. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2-01-Suwigno-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2-02-Suwigno-RingkasanEksekutif.pdf

Download (842kB)
[img]
Preview
PDF
2-03-Suwigno-DaftarIsi.pdf

Download (961kB)
[img]
Preview
PDF
2-04-Suwigno-Pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Kebijakan PAKTO 88 telah memacu perkembangan industri perbankan nasional. Dari jumlah bank yang semula (tahun 1988) sebanyak 111 bank meningkat menjadi 240 bank pada tahun 1995. Demikian pula jumlah kantor bank meningkat pesat dari 1.728 kantor pada tahun 1988 menjadi 5.288 kantor pada tahun 1995. Perkembangan perbankan nasional juga dibuktikan dengan pertumbuhan pesat finansial perbankan nasional seperti asset, penghimpunan dana pihak ke tiga dan kredit yang disalurkan. Pemberian peran yang lebih besar kepada bank swasta nasional dalam kebijakan tersebut telah dimanfaatkan dengan baik oleh bank-bank swasta nasional yang meningkat dengan tajam. Sembilan tahun sudah perjalanan PAKTO 88 yang diwarnai dengan persaingan yang semakin tajam pada industri perbankan nasional. Terjadi pergeseran pangsa pasar (dana pihak III dan kredit) dari bank pemerintah ke bank swasta terlihat dari pertumbuhan finansial bank-bank pemerintah lebih lambat atau tidak secepat bank swasta. Hasil riset PT.Nielsen Survey Research Indonesia (SRI) menyatakan terjadi pergeseran minat konsumen dari bank pemerintah ke bank swasta. Demikian pula halnya atas pangsa pasar Bank X yang dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Dari kondisi tersebut, timbul suatu pertanyaan mengapa terjadi pergeseran tersebut, dan mengapa bank-bank swasta tumbuh lebih cepat dibandingkan bank pemerintah. Bagaimana perilaku atau persepsi konsumen/nasabah dalam memilih bank. Tujuan penelitian ini adalah mencari jawaban atas masalah tersebut di atas, yaitu : (1) Menganalisis atau mengetahui citra dan positioning Bank X dan bank pesaingnya berdasarkan persepsi konsumen (2) Menganalisis atau mengetahui hubungan status demografi dengan persepsi konsumen dalam memilih bank. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diimplikasikan ke dalam strategi pemasaran Bank X untuk lebih efektif dalam mengatasi persaingan, lebih berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen, dengan tujuan akhir menigkatkan pangsa pasar Bank X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dan menggunakan dua alat analisis yaitu (1) Analisis Tabulasi Silang dan Perbandingan Antar Bank, untuk mengetahui citra masing-masing bank, dan (2) Analisis Scoring Coeffcients Estimated by Regression (SCER) untuk menjabarkan posisi masing-masing bank pada peta persepsi konsumen. Analisis SCER mengguna-kan program komputer. Penelitian dimaksud antara lain untuk mengetahui persepsi atau penilaian konsumen tentang bank dengan 9 atribut bank, yaitu : (1) Lokasi bank dekat rumah/kantor (2) Pelayanan ramah, profesional dan cepat (3) Kredibilitas (4) Fasilitas teknologi/ATM (5) Status bank pemerintah (6) Hadiah/bonus (7) Popularitas (8) Bunga simpanan bersaing, dan (9) Bunga kredit bersaing. Dari hasil analisis diketahui bahwa bank yang paling banyak dikenal adalah BCA, sedangkan urutan ke dua, tiga dan empat masing-masing diduduki oleh Bank X, Lippo dan BRI. Sangat dikenalnya BCA dapat dijelaskan dari persepsi konsumen mengenai atribut BCA yang lebih unggul, lebih sering beriklan dan merata disetiap media iklan, serta produknya lebih inovatif, lebih diminati dan lebih memenuhi kebutuhan konsumen dibandingkan dengan bank lain. Menurut persepsi konsumen bahwa Bank X termasuk urutan ke 8 (delapan) dari bank-bank yang sering beriklan. Agar citra Bank X lebih membekas di benak konsumen, media iklan yang digunakan harus menyesuaikan urutan prioritas media iklan yang digunakan bank dan yang sering ditangkap di benak konsumen yaitu melalui televisi, surat kabar, majalah, media indoor dan outdoor. Iklan Bank X perlu menekankan pada kelebihan atribut kredibilitas karena berstatus bank pemerintah dengan jaringan cabang dan ATM yang luas atau mudah dijangkau. Kualitas produk Bank X terutama produk-produk andalan agar terus diperbaiki, dimodifikasi atau didaur ulang, menciptakan produk-produk baru (inovasi) untuk lebih memanjakan konsumen dengan kemudahankemudahan bertransaksi khususnya di sektor ritel yang menjadi fokus bankbank pesaing. Bila perlu Bank X membentuk suatu unit imagineering untuk mencari dan memanfaatkan peluang-peluang bisnis dan menciptakan produk-produk riteI baru yang non tradisional. Dari persepsi konsumen, maka urutan kepentingan atribut bank yang menjadi pertimbangan daiam memilih bank adalah (1) Lokasi, (2) Peiayanan, (3) Kredibilitas, (4) Fasilitas teknologi/ATM, (5) Bunga simpanan, (6) Status bank pemerintah, (7) Hadiah/bonus, (8) Popularilas dan (9) Bunga kredil. Terdapal kecenderungan bahwa dalam memilih bank sebagai bank utama mereka menginginkan alau akan memilih bank yang dapal menawarkan bunga lebih bersaing, lebih kredibel, berstatus bank pemerintah, yang populer dan dapat memberikan hadiah/bonus. Mereka bersedia mengorbankan atribut lainnya yailu fasililas teknologi/ATM, lokasi dan pelayanan, dalam arti lebih rendah kualitasnya. Dengan demikian atribul hadiah/bonus menjadi salah satu tuntutan nasabah, oleh karena itu Bank X sudah harus mulai menciptakan produk pengganti unluk memenuhi tuntutan tersebut. Posisi Bank X sebagai bank utama yang kredibel perlu dipertahankan dengan pemberian fasilitas-fasilitas lebih seperti bunga khusus, pelayanan prima/lambahan kepada nasabah utama. Namun demikian Bank X lerposisi sebagai bank yang lemah dalam mutu pelayanan, untuk itu diperlukan usaha-usaha unluk memperbaiki mulu pelayanannya. Selain itu Bank X juga terposisi sebagai bank dengan tingkat bunga simpanan yang kurang bersaing. Posisi tersebut dapal diperbaiki dengan pemasangan papan tarip bunga yang informalif, dan petugas tidak segan-segan menjelaskan keuntungan dari sistim perhitungan bunga berdasarkan saldo harian dibandingkan dengan sistim saldo terendah rata-rata yang dianut oleh bank lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Citra dan Positioning Bank X dan Bank Pesaingnya Serta Implikasinya Bagi Strategi Pemasaran Bank X
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:20
Last Modified: 28 Dec 2011 06:20
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/436

Actions (login required)

View Item View Item