Analisis january effect pada kelompok saham indeks lq45 periode tahun 2001-2010

Siagian, Elizabeth (2010) Analisis january effect pada kelompok saham indeks lq45 periode tahun 2001-2010. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R41-01-Elizabeth-Cover.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
R41-02-Elizabeth-Abstrak.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
R41-03-Elizabeth-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
R41-04-Elizabeth-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
R41-05-Elizabeth-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (729kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Secara perlahan namun pasti pasar modal Indonesia tumbuh menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Dalam perdagangan efek yang tertib dan wajar sering ditemui adanya anomali yang mempengaruhi tingkat pengembalian. Beberapa penelitian yang mendokumentasikan anomali terlihat berlawanan dengan hipotesis pasar efisien (Efficient Market Hypothesis), meskipun terdapat bukti cukup kuat bahwa pasar saham adalah efisien. Informasi yang efisien dari pasar saham menyatakan bahwa harga pasar dan tingkat pengembalian setiap tahun mencerminkan tersedianya semua informasi yang dibutuhkan masyarakat. Fama (1970) menyatakan pasar modal yang efisien sebagai “salah satu pasar harga yang selalu mencerminkan informasi yang tersedia secara penuh”. Anomali terjadi karena informasi yang disebarkan hanya diprediksikan dengan baik oleh sebagian pelaku pasar sehingga pasar modal tidak efisien. Salah satu bentuk anomali yang mendapat perhatian untuk diteliti adalah pengaruh akhir tahun atau dikenal dengan nama January effect. Beberapa penelitian tentang January effect di bursa efek Amerika Serikat menyatakan bahwa return bulan Januari lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya. Namun temuan atas fenomena tersebut di tiap negara berbeda karena aset finansial dan periode sampel yang digunakan untuk menganalisis January effect berbeda. Rozeff dan Kinney adalah peneliti pertama yang mengemukakan bahwa tingkat rata-rata return saham pada bulan Januari lebih tinggi bila dibandingkan bulan lain selama periode 1904-1974 (Selvie, 2003). Hasil tersebut kemudian diperkuat oleh pendapat Brown, Kleidon, dan Marsh (1983) serta topik yang diteliti oleh Keim (1983) mengenai terjadinya January effect pada obligasi perusahaan. Meratanya fenomena tersebut pada pasar commercial paper dikemukakan oleh Jones (1996). Menurut Haugen and Lakonishok (1988), pada akhir tahun, beberapa instrumen investasi akan menghasilkan abnormal return. Tujuan penelitian ini adalah: menguji January effect pada kelompok saham indeks LQ45, menguji perbedaan antara rata-rata abnormal return sebelum peristiwa dengan rata-rata abnormal return setelah peristiwa, menganalisis variabel makro ekonomi seperti suku bunga dan kurs serta variabel lain seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan volume perdagangan saham yang paling berpengaruh pada return saham sektoral indeks LQ45. Ruang lingkup penelitian ini adalah kelompok saham indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ45 adalah indeks dari kelompok 45 saham terpilih yang memenuhi kriteria likuiditas, kapitalisasi pasar, frekuensi perdagangan yang tinggi dan prospek pertumbuhan serta kondisi keuangan yang cukup baik. Dengan kriteria tersebut, indeks LQ45 merupakan kelompok saham yang diminati dan menjadi fokus perhatian investor. Analisis ditekankan pada fenomena January effect pada kelompok saham LQ45, perbedaan antara rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa, serta pengaruh beberapa variabel makro ekonomi dan variabel lain terhadap return LQ45. Rentang waktu yang digunakan sebagai fokus penelitian adalah periode tahun 2001-2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif ekonometrika, yang menggunakan data sekunder. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap LQ 45. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data harian runtun waktu (time series) periode Desember 2000 sampai dengan Januari 2010. Untuk mendukung penelitian ini, maka digunakan berbagai metode analisis data dengan bantuan Minitab 14 dan Microsoft Excel 2007. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Event Study dan Regresi Berganda (Multiple Regression). Tahap yang dilakukan adalah penyeleksian data dengan kriteria emiten harus melakukan perdagangan saham selama periode tahun 2001-2010, listing di indeks LQ45 dan memenuhi periode jendela (event window) sehingga diperoleh 29 emiten yang menjadi sampel. Data setiap emiten berupa data harian selama 21 hari yang terdiri atas 10 hari sebelum kejadian (pre-event dates), 1 hari saat kejadian (event dates, yaitu hari pertama perdagangan saham bulan Januari), dan 10 hari setelah kejadian (post-event dates). Periode estimasi juga berupa data harian selama 100 hari sebelum pre event dates. Setelah itu diolah dengan menggunakan analisis event study, yaitu perhitungan actual return, expected return, abnormal return, average abnormal return, cumulative abnormal return, cumulative average abnormal return dan nilai t-hitung. Pengujian statistik tersebut merupakan pembuktian terhadap adanya abnormal return yang dihasilkan selama event window. Uji hipotesis pertama dilakukan untuk memperoleh nilai t-hitung. Jika signifikan pada t≥ 1.96, maka H0 ditolak, berarti terdapat abnormal return. Uji hipotesis kedua dilakukan untuk mendapatkan nilai p (p-value) yang digunakan untuk membuktikan H0 diterima atau ditolak. Standar signifikansinya adalah apabila nilai p<α=5%. Pembahasan dilakukan dengan membagi kelompok secara sektoral dan waktu (tahunan). Selanjutnya, dikelompokkan sesuai kemiripan pola pergerakan Abnormal Return (AR) dan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) baik tiap sektor maupun tiap tahun tersebut. Hipotesis pertama diuji pada sampel emiten tiap sektor dan tiap tahun, sedangkan hipotesis kedua hanya dilakukan terhadap sampel emiten tiap sektor. Tujuan penelitian terakhir yaitu mengetahui variabel makroekonomi yang mempengaruhi return LQ45. Signifikansi ditunjukkan oleh nilai probabilitas hasil regresi antara variabel terikat dengan variabel bebas. Syarat terima atau tolak H0 adalah signifikan pada p<0.05. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan: (1) Secara keseluruhan terlihat adanya anomali January effect pada saham sektoral di indeks LQ45 dan menghasilkan abnormal return yang signifikan. (2) Tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa. January effect memang terjadi pada saham sektoral dan tahunan dan menghasilkan abnormal return yang berfluktuatif, namun secara keseluruhan perbedaannya tidak signifikan. (3) Variabel yang mempengaruhi return 29 saham LQ45 periode 2001-2010 adalah variabel IHSG dimana variabel tersebut memenuhi goodness of fit persamaan regresi yang dihasilkan. Untuk return IHSG dan volume perdagangan memiliki hubungan positif dengan return LQ45, sedangkan nilai tukar Rupiah dan suku bunga SBI memiliki hubungan yang negatif dengan return LQ45. Dengan adanya analisis ini, bagi investor yang ingin mendapatkan abnormal return akibat January effect dapat melakukan profit taking sesuai karakter masing-masing sektor dan pergerakan kumulatif rata-rata abnormal return tiap sektor dan tiap tahun. Pada sektor pertanian, industri barang konsumsi, pertambangan, properti dan real estate, perdagangan serta aneka industri, profit taking dapat dilakukan pada dua minggu terakhir perdagangan saham bulan Desember. Sedangkan pada sektor industri dasar dan kimia, infrastruktur dan keuangan, profit taking dapat dilakukan selama event window. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pembahasan per emiten per tahun yang menjadi sampel. Selain itu, disarankan untuk lebih memperhatikan penentuan hari kejadian guna menghasilkan CAAR yang menggambarkan pengaruh January effect dengan baik, serta dapat menggunakan metode lain yang mendukung untuk melihat pengaruh peristiwa tertentu dipasar modal dan variabel makroekonomi terhadap LQ45. Diharapkan ketersediaan data historis dapat digunakan semaksimal mungkin untuk para investor untuk mendapatkan abnormal return yang positif pada perdagangan selanjutnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: January Effect, Abnormal Return, Event Study
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 02 Aug 2011 00:59
Last Modified: 08 Sep 2014 06:32
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/46

Actions (login required)

View Item View Item