Rancang Bangun Software Penunjang Sistem Informasi Pasar Komoditi Perikanan Pada Tempat Pelelangan Ikan di Wilayah Pulau Jawa dan Sekitarnya

Sasongko, Hendro (2001) Rancang Bangun Software Penunjang Sistem Informasi Pasar Komoditi Perikanan Pada Tempat Pelelangan Ikan di Wilayah Pulau Jawa dan Sekitarnya. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
21(E4)-01-Hendro_Sasongko-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
21(E4)-02-Hendro_Sasongko-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
21(E4)-03-Hendro_Sasongko-daftar_isi.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
21(E4)-04-Hendro_Sasongko-pendahuluan.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
21(E4)-05-Hendro_Sasongko.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56MB)

Abstract

Hendro Sasongko, 2001. Rancang Bangun Software Penunjang Sistem Informasi Pasar Komoditi Perikanan Pada Tempat Pelelangan Ikan di Wilayah Pulau Jawa dan Sekitarnya. Dibawah bimbingan Arif Imam Suroso dan Kudang Boro Seminar. Orientasi terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia merupakan salah satu ciri dari kebijakan dan strategi pembangunan perikanan nasional yang ditetapkan sejak perinde pembangunan jangka panjang kerlm, bahkan pernerintahan saat ini secara lebih spesifik memasukkan beberapa aspek yang bercirikan pentingnya kualitas sumberdaya manusia dalam kebijakan pembangunan perikanan nasional, yaitu peningkatan dan penguatan jaringan pemasaran, peningkatan dan penguatan sistem informasi kelautan, penerapan iptek dan manajemen profesional, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan kapasitas kelembagaan. Orientasi kebijakan tersebut didorong oleh kesadaran akan pentingnya pencapaian nilai tambah dan kemampuan bersaing dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Pembangunan sistem informasi pernasaran merupakan program yang layak dan relevan dijadikan salah satu agenda pemikiran oleh para penyusun kebijakan pembangunan perikanan nasional, karena program tersebut merupakan salah satu program implementasi dari aspek-aspek kebijakan pembangunan perikanan nasional yang bercirikan peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi pemasaran memiliki lingkup yang luas karena dibangun dari beberapa subsistem yang memiliki karakteristik kelembagaan yang berbeda. Salah satu subsistem tersebut adalah subsistem atau sistem infomasi pasar komoditi perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kebutuhan informasi para pengguna yang merupakan pelaku pasar komoditi perikanan. (2) mengidentifikasi sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan para pengguna yang mempakan pelaku pasar komoditi perikanan, dan (3) merancangbangun sistem informasi pasv komoditi perikanan yang selanjutnya disebut SIPAKAN. Metode pengembangan sistem- yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyusun rancang bangun sistem (system design) yang merupakan salah satu tahapan dalam proses pengembangan sistem dengan menggunakan pendekatan System Development Life Cycle. Tahapan kegiatan terdiri dari investigasi sistem, analisis sistem dan rancang bangun sistem, dimana dalam tahap yang terakhir tersebut akan disajikan prototipe program aplikasi. Investigasi sistem dilakukan pada Direktorat Jenderal Perikanan, Dinas Perikanan dan Pelabuhan Perikanan, yang mempakan institusi-institusi pemerintah yang mengelola sistem informasi pasar komoditi perikanan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Investigasi meliputi pemahaman atas organisasidan kelembagaan pasar komoditi perikanan yang ada saat ini, sistem informasi pasar yang berlaku saat ini, sumberdaya yang menunjang sistem saat ini, identifikasi kebutuhan informasi oleh para pelaku pasar komoditi perikanan serta kajian atas aspek-aspek kelayakan, yang meliputi aspek organisasional, teknis dan operasional. Aspek kelayakan ekonomis tidak dilakukan karena membutuhkan kajian lebih mendalam. Hasil investigasi menunjukkan bahwa Pasar komoditi perikanan di Indonesia memiliki sistem dan kelembagaan yang diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1985 tenfang Perikman serta berbagai peraturan lainnya, yang pada hakekatnya mewajibkan perdagangan komoditi perikanan di lingkungan Pelabuhan-Pelabuhan Perikanan dilakukan melalui lelang pada Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemerintah Daerah, melalui Dinas Perikanan Propinsi, merupakan pengelola pasar, sedangkan Pemerintah Pusat, melalui Direktorat Jenderal Perikanan, merupakan koordinator dan fasilitator perdagangan komoditi tersebut. Tujuan sistem informasi adalah menyajikan informasi yang berkaitan dengan aktivitas pasar komoditi perikanan, terutama mengenai harga lelang ikan pada setiap TPI. Pada sistem yang berjalan saat ini, Direktorat Jenderal Perikanan merupakan penyelenggara dan pengguna sistem yang memperoleh informasi melalui dua jalur, yaitu melalui Pelabuhan Perikanan selaku unit kerja di lingkungannya dan melalui Dinas Perikanan PropinsiIDaerah Tingkat I dalam rangka fungsi koordinasinya. Pelabuhan Perikanan menyampaikan informasi secara harian dan bulanan. Penyampaian secara harian dilakukan melalui alat komunikasi SSB (single short band), sedangkan penyampaian secara bulanan dilakukan dalam format laporan yang berisi datalinformasi lebih rinci dan lengkap. Dinas Perikanan PropinsiDaerah Tingkat I menyampaikan laporan bulanan dengan format informasi yang lebih sederhana, yaitu harga lelang per jenis ikan serta jumlah ikan dari masing-inasing TPI yang berada di wilayahnya. Laporan dari Dinas Perikanan ini disusun berdasarkan laporan bulanan yang disampaikan oleh masing-masing Administratur TPI selaku unit kerja di lingkungannya. Sistem informasi pasar komoditi perikanan yang ada saat ini belum memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia, bahkan dapat dikatakan masih diselenggarakan secara manual. Namun demikian kondisi tersebut tidak begitu memberikan dampak yang signifikan terhadap kineja Direktorat Jenderal Perikanan selaku pengguna utama informasi karena memang tingkat kebutuhan akan informasi tersebut masih terbatas, yaitu sebagai bahan penyusunan laporan-laporan dinas. Fungsi informasi demikian menghendaki informasi yang memenuhi syarat akurat dan lengkap, namun relatif mengabaikan syarat tepat waktu. Karena tingkat kebutuhan yang masih terbatas ini, maka kualifikasi dan spesifikasi sumberdaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar atau canggih. Pengguna informasi pasar komoditi perikanan dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu nelayan danlatau pemilik kapal selaku produsen, pedagang bakul selaku konsumen, administratur TPI dantatau Koperasi Unit Desa (KUD) selaku penyelenggara lelang, pemerintah, serta masyakarat luas. Jenis informasi yang paling dibutuhkan adalah perkembangan mutakhir harga lelang ikan untuk setiap jenis ikan yang diperdagangkan di berbagai TPI. Informasi lainnya yang juga dibutuhkan meliputi jumlah dan kualitas ikan yang diperdagangkan, data nelayan dan kapal, data pedagang bakul atau peserta lelang, data TPI, data harga bahanbahan pendukung (seperti bahan pengawet ikan), data biaya transportasi ke/dari lokasi TPI-TPI darilke berbagai kota serta peraturan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan usaha perikanan. Sebagian besar informasi di atas telah dapat disajikan oleh sistem informasi yang tersedia saat ini, namun belum memenuhi persyaratan ketepatan waktu sehingga pemanfaatannya juga terbatas, yaitu sebagai data penyusunan laporan-laporan dinas bagi instansi pemerintahan terkait. Akan lain halnya bila pengguna utama informasi pasar komoditi perikanan adalah para pelaku utama pasar itu sendiri, yaitu produsen dan konsumen. Nelayan atau pengusaha kapal dan pedagang bakul, mutlak menghendaki informasi yang memenuhi syarat akurat, lengkap dan tepat waktu sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Pemanfaatan teknologi informasi yang tersedia saat ini memungkinkan penyajian informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kajian atas aspek kelayakan organisasional difokuskan pada dukungan SIPAKAN terhadap tujuan stratejik organisasi, kajian atas aspek kelayakan teknis difokuskan pada kapabilitas, keandalan serta ketersediaan perangkat keras dan peiangkat lunak, selmjutnya, kajian atas aspek kelayakan operasianal difokuskan pada akseptansi dan afordabilitas pengguna SIPAKAN, dukungan manajemen serta kebutuhan dan keterkaitan SIPAKAN dengan pemasok, pemerintah dan pihakpihak lain yang terkait. Berdasarkan kajian ketiga aspek tersebut, SIPAKAN dibutuhkan oleh para pelaku utama pasar untuk memperoleh informasi pasar yang lebih akurat, lengkap dan tepat waktu, serta merupakaan upaya pembelajaran para pelaku pasar dalam menghadapi era globalisasi. Namun demikian, SIPAKAN membutuhkan paradigma barn mengenai peranan pemerintah, yaitu dari pengelola menjadi penggerak dan fasilitator dengan tetap mempertahankan fungsi sebagai badan pengatur (regulatory body). Teknologi informasi yang dibutuhkan SIPAKAN tidak termasuk dalam kategori yang sangat rumit dan sulit untuk diimplementasikan karena didukung oleh perangkat keras dan perangkat lunak yang telah tersedia di pasaran. SIPAKAN menyertakan para pelaku utarna pasar sebagai komponen sistem yang aktif, namun SIPAKAN tetap membutuhkan dukungan pemerintah karena fungsi pengatur dan kewenangan atas infrastruktur yang dimilikinya. Operasionalisasi SIPAKAN tidak mungkin dapat dilaksanakan secara serentak di selumh wilayah, karena ketersediaan sumberdaya yang berbeda, mekanisme pasar yang belum seIuNhnya berjalan sesuai peraturan serta perlunya proses sosialisasi berkelanjutan. Analisis sistem meliputi identifikasi sistem dan obyek, jenis dan format keluaran, mekanisme informasi, kebutuhan perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat jaringan, kebutuhan sumberdaya manusia, serta pengamanan sistem. Identifikasi sistem digambarkan dalam bentuk diagram input-output, yaitu diagram yang menunjukkan masukan (input) sistem dan keluaran (output) sistem. Identifikasi obyek bertujuan untuk mengetahui atribut dan pelayanan yang dapat disediakan oleh setiap obyek untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Berdasarkan identifikasi terhadap kebutuhan informasi oleh pengguna, terdapat 8 (delapan) jenis obyek yang terdapat dalam SIPAKAN, yaitu komoditi ikan, nelayan, pedagang bakul, TPI, pemerintah, alat transportasi, perairan tempat penangkapan ikan dan pasar konsumen (eceran). Jenis keluaran sistem tergantung pada jenis-jenis kebutuhan dari para pengguna yang kadangkala berbeda karakteristiknya. Format keluaran merupakan bentuk tampilan informasi yang disesuaikan dengan jenis, tipe dan fiekuensi keluaran. Mekanismen informasi adalah proses yang dilalui oleh setiap pengguna untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dari SIPAKAN. Secara sederhana, pengguna dapat memperoleh informasi dengan cara menghubungi lokasi tempat SIPAKAN dioperasikan atau melalui fasilitas komunikasi yang tersedia. Sebagai suatu sistem yang memanfaatkan teknologi informasi, SIPAKAN membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk pengembangan program aplikasi dan untuk aplikasi itu sendiri. Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan, harus mempertimbangkan sedikitnya dua aspek, yaitu aspek kesesuaian dengan jumlah data yang diolah dan antisipasi untuk perkembangan data beberapa tahun mendatang, serta aspek rentang (usia) manfaat yang dimiliki oleh teknologi yang digunakan untuk mendukung sistem. SIPAKAN juga membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kehutuhan untuk menjalankan sistem. Pada tahap analisis dan rancang bangun sistem, kua!ifikasi personal yang dibutuhkan adalah system. analyst, system designer, programmer dan net work designer, sedangkan pada tahap operasionalisasi sistem, kualifikasi personal yang dibutuhkan meliputi data collection database administrator, operator serta teknisi (technician). SIPAKAN juga membutuhkan perangkat jaringan yang memungkinkan seluruh penggunanya yang tersebar di wilayah cakupan (coverage area) dapat mengakses informasi yang dihasilkannya. Jaringan organisasi SIPAKAN meliputi suatu badan yang berhngsi sebagai pengelola basis data dan TPI-TPI yang tersebar di wilayah cakupan dengan memanfaatkan jaringan internet. Para pengguna dapat memperoleh informasi dengan cara menghubungi lokasi operasi SIPAKAN (di TPI-TPI) atau melalui fasilitas komunikasi yang tersedia. Fokus perhatian lainnya pada saat operasionalisasi SIPAKAN adalah pengamanan sistem, yang meliputi pengamanan data dan informasi. Pengamanan SIPAKAN yang ideal meliputi sedikitnya empat jenis pengamanan, yaitu access control, password, back-up dan maintenance. Rancang bangun pengembangan SIPAKAN diterapkan melalui pendekatan berbasis obyek, yaitu suatu pendekatan baru yang telah banyak digunakan pada bahasa pemrograman yang ada saat ini. Tahap ini meliputi penyusunan diagram berbasis obyek, deskripsi layanan obyek, pembuatan rancangan tabel, interaksi sistem dengan pengguna dan penyajian prototipe program aplikasi SIPAKAN. Diagram berbasis obyek menggambarkan keadaan setiap obyek dan hubungan diantara 8 obyek yang terlibat di dalam SIPAKAN. Deskripsi layanan obyek merupakan gambaran proses yang dilakukan terhadap atribut-atribut pada setiap obyek yang disajikan dalam bentuk algoritma untuk masing-masing obyek pada SIPAKAN. Selanjutnya pembuatan rancangan tabel meliputi elaborasi rancangan diagram berbasis obyek ke dalam bentuk tabel basis data (database). Tabel basis data merupakan rancangan detil basis data yang siap diimplementasikan dengan bahasa pemrograman. Jumlah tabel basis data pada SIPAKAN adalah 19 tabel, yang berarti lebih banyak dari 8 obyek pada SIPAKAN, karena dibutuhkan tabel tambahan sebagai tabel antara. Interaksi sistem dengan pengguna (user interface) merupakan rancangan program yang mengatur interaksi antara pengguna dengan SIPAKAN dalam bentuk menu-menu pilihan yang disajikan untuk memudahkan pengguna dalam penggunaan sistem. Selain pengguna juga terdapat dua tipe operator pada SIPAKAN, yaitu operator yang memiliki kewenangan untuk mengakses informasi, mengolah data dan berinteraksi dengan pengguna serta operator yang hanya memiliki kewenangan untuk mengolah data saja. Pengembangan program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman disajikan dalam bentuk prototipe, yaitu contoh kecil program aplikasi yang dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan program aplikasi yang lebih sempuma sesuai dengan hasil rancang bangun sistem. Prototipe SIPAKAN yang dihasilkan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu untuk mendukung proses transaksi dan pelaporan di TPI, untuk pelacakan informasi bagi pengguna, dan untuk pengelolaan data. Ketiga bagian itu merupakan dasar penyajian menu utama SIPAKAN, yaitu transaksi TPI, informasi bagi pengguna dan pengelolaan data oleh operator. Akses untuk memulai masing-masing menu tersebut harus menggunakan password. Selanjutnya masing-masing menu tersebut memiliki menu-menu pilihan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Implementasi SIPAKAN dimungkinkan bila dipenuhi beberapa persyaratan berikut. rang meliputi perlunya paradigma baru mengenai perar.an pemerintah, kesepakatan mengenai terminologi pengguna utama informasi, perlunya mekanisme pasar yang sesuai dengan peraturan, perlunya pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem, serta yang tersulit adalah perlunya sosialisasi berkelanjutan untuk mendorong perubahan pola pikir dari pelaku pasar kolnoditi perikanan. Di lain pihak, SIPAKAN relevan dengan kebijakan pembangunan perikanan nasional, terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek peningkatan jaringan pelnasaran dan sistem informasi kelautan, penerapan iptek dan manajemen profesional, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan kapasitas kelembagaan, yang seluruhnya bermuara pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia dari masyakarat perikanan. Berdasarkan hasil ~enelitiand an implikasi yan-g ditimbulkan SIPAKAN di atas, disarankan kepada pemerintah, agar mencantumkan progranl kajian kelayakan .p en-g embangan SIPAKAN dalam agenda pembahasan program-program - ~ pelaksanaan kebijakan pembangunan perkanan nasional. dalam melakukan kajian tersebut, pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan pihak-pihak di luar pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan reposisi peranan pemerintah menjadi organisasi pengarah, yang berkaitan dengan masalah teknis operasional dan skema pendanaan, serta yang tidak kalah pentingnya adalah, konsekuensi berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang kemungkinan besar akan berdampak pada operasionalisasi SIPAKAN.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Rancang Bangun Software Penunjang Sistem Informasi Pasar Komoditi Perikanan Pada Tempat Pelelangan Ikan di Wilayah Pulau Jawa dan Sekitarnya.
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:10
Last Modified: 20 Feb 2012 09:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/462

Actions (login required)

View Item View Item