Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bogor

Roesli, Indra Mufardi (2001) Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor .

[img]
Preview
PDF
e5a-01-indra_mufardi-cover.pdf

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
e5a-02-indra_mufardi-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
e5a-03-indra_mufardi-daftar_isi.pdf

Download (303kB)
[img]
Preview
PDF
e5a-04-indra_mufardi-pendahuluan.pdf

Download (361kB)
[img] PDF
e5a-05-indra_mufardi_roesli.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Indra Mufardi Roesli, 2001, Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bogor. Dibawah bimbingan Wahyudi dan Harianto Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bogor adalah perusahaan milik Pemerintah Kota Bogor yang bergerak dalam bidang pelayanan public untuk memenuhi kebutuhan air minum khususnya untuk masyarakat kota Bogor dm umumnya masyarakat sekitar kota Bogor Untuk mengembangkan pelayanan kepada masyarakat PDAM memanfaatkan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) yang merupakan penerusan pinjaman dari Pemerintah Pusat (Departemen Keuangan). Investasi yang didanai dari pinjaman sebesar Rp. 30,5 milyar sangat mempengaruhi kinerja keuangan PDAM terutama pada periode, 1996,1997 dan 1998 dimana PDAM hams menghimpun modal untuk investasi dan sudah harus mulai membayar kewajiban jangka panjang yang sudah jatuh tempo dan timbulnya biaya penyusutan dan biaya operasi &bat bertambahnya asset yang demikian besar. Hal-ha1 tersebut di atas sangat mempengaruhi arus kas perusahaan dan menyebabkan turunnya secara drastis laba usaha. Sementara itu dalam waktu yang demikian sempit PDAM tidak dapat meningkatkan pendapatan usaha sebanding dengan peningkatan aktiva, biaya langsung dan tidak langsung usaha. Dilihat dari posisi keuangan yang ada secara teoritis PDAM sudah dapat dikatakan menuju kepada keadaan bankrut akibat tidak mampu melaksanakan kewajiban jangka pendeknya dalam membayar hutang dan kewajiban keuangan lainnya. Untuk mengetahui kondisi keuangan perlu dilakukan upaya yang komprehensif untuk mengukur kinerja keuangan PDAM pada periode sebelum dm sesudah investasi dilakukan untuk kemudian mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kiierja keuangan dan cara mengukur kinerja keuangan untuk kemudian menentukan langkah-langkah strategis apa yang perlu diambil untuk memperbaiki kiierja keuangan. Ruang lingkup penelitian ini ditekankan pada analisis kinerja keuangan yang didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 690.900-327 tahun 1994, tentang Pedoman Penilaian kinerja keuangan PDAM. Perumusan masalah yang dimaksud dalam penelitian tesis ini adalah : (1)Bagaimana keadaan kiierja keuangan PDAM sebelum dan sesudah penanaman investasi yang demikian besarnya (2) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kinerja keuangan tersebut; serta (3) Langkah-langkah strategis dan kebijakan apa saja yang perlu diambil untuk memperbaiki kinerja keuangan PDAM agar pengelolaannya dapat efektif dan efisien. Tujuan penelitian dan kegunaan penelitian adalah untuk (1) Mengetahui kinerja keuangan PDAM sebelum dan sesudah penanaman investasi yang besar (2) Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kiierja dan mengukur kinerja keuangan; serta (3) Menentukan langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk memperbaiki kinerja keuangan PDAM. Penelitian ini dilakukan dengan metoda penelitian deskriptif yang ditekankan pada studi kasus. Untuk menganalisa Laporan Keuangan dipakai metode diiamis dengan pendekatan rasio keuangan, rasio operasi keuangan dan rasio operasi sebagai indikator utama. Sedangkan rasio aktivitas dan rasio efisiensi dipakai sebagai indikator tambahan. Sebagai tolok ukur penilaian kinerja dipakai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 690-900.327 tanggal 10 Mei 1994 dan Surat Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah nomor : 690/167/PUOD perihal Petunjuk Pengisian Kierja Keuangan PDAM tanggal 19 April 1995. Untuk mendapatkan analisa yang lebih lengkap dilakukan analisa tambahan berupa analisa trend terhadap komponen-komponen dalam neraca, labarugi dan arus kas; analisa perbandingan perusahaan sejenis, dalam ha1 ini diambil dari "Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Daerah Air Mium" (SIMPAM) dari 25 PDAM se Jawa Barat. Analisa SWOT diiakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelamahan internal serta tantangan dan peluang eksternal untuk selanjutnya dipakai bahan untuk menentukan kebijakan yang dapat diambil oleh manajemen dalam upaya untuk memperbaiki kinerja keuangan. Dari hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebegai berikut (1) Pada kurun waktu sebelum dan sesudah penanaman investasi (1996 sampai dengan 1998) terjadi penurunan pada hampir seluruh rasio-rasio keuangan yang ada pada indikator utama (2) Pada kurun waktu yang sama pengukuran pada indikator tambahan menunjukan adanya perbaikan pada Receivable ESfeciency Ratio, yang merupakan prestasi bagi manajemen dan kenaikan tajam Cost Ratio, akibat meningkatnya secara tajam' biaya keuangan (3) Dari tolok ukur Permendagri Nomor : 690-900.327 tahun 1994 terjadi perubahan kiierja keuangan dari sehat sekali, sehat dan tidak sehat (4) PDAM walaupun dalam kondisi sulit temyata dapat 1010s dari bankrut (5) Dibandingkan dengan keadaan 25 PDAM se-Jawa Barat PDAM Kota Bogor masih cukup baik (6) Segera memasarkan Idle Capasify, bekerjasama dengan pihak perbankan investor, education dan sales marketing, loby dengan stake holders dan share holder adalah alternatifstrategi yang perlu dilaksanakan berdasarkan indentifikasi matrix SWOT. Untuk meningkatkan Kinerja Keuangan PDAM manajemen perlu mempertimbangkan beberapa saran sebagai berikut : (1) Segera memanfaatkan idle capasity untuk meningkatkan pendapatan baik dari air maupun sambungan baru (2) Manfaatkan dana dari perbankan dan investor untuk membiayai sambungan baru (3) Lakukan upaya penjadwalan hutang untuk memperkuat likuiditas (4) Pengendalian kehilangan air perlu dilakukan terus menerus untuk membantu mengurangi biaya operasi (5) Libatkan instansi terkait, masyarakat dan LSM dalam melakukan program penyuluhan dan pemasaran (6) Lakukan Penyesuaian tarif secara periodik untuk meningkatkan pendapatan dan laba dengan mempertimbangkan ROI ratio (7) Upayakan menahan setoran bagian laba ke Pemda, yang besarnya 55%, untuk menambah modal (Pemda) dan likuiditas sampai idle capasity habis terjual.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Air Minum. PDAM Kota Bogor, Manajemen Keuangan, Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan, Indikator Utama, Indikator Tambahan, Rasio, Tolok Ukur, Rasio Pembanding, Perusahaan Sejenis, Analisa Trend, Analisa SWOT, Kebijakan Manajemen.
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 27 Dec 2011 17:03
Last Modified: 20 Feb 2012 13:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/482

Actions (login required)

View Item View Item