Analisis Kebutuhan Sumberdaya Manusia untuk Mendukung Pengembangan Usaha

Suroso, Natakusuma (1996) Analisis Kebutuhan Sumberdaya Manusia untuk Mendukung Pengembangan Usaha. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
1-01Suroso-cover.pdf

Download (883kB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Suroso-Ringkasaneksekutif.pdf

Download (803kB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Suroso-DaftarIsi.pdf

Download (828kB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Suroso-pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

Koperasi sebagai suatu gerakan telah menarik berbagai pihak untuk dikembangkan menjadi suatu unit ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Sejalan dengan itu Pimpinan Badan Urusan Logistik (BULOG) mendorong terbentuknya koperasi dilingkungan karyawan BULOG dengan nama Koperasi Pegawai Logistik (KOPEL). Sejak berdirinya KOPEL di tahun 1982, KOPEL memperoleh dukungan dari pimpinan BULOG, baik berupa sarana perkantoran, sarana usaha, modal usaha dan jarninan pasar. Dengan kebijaksanaan tersebut, KOPEL telah tumbuh menjadi salah satu koperasi andalan di Jakarta Selatan. Namun pada beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan KOPEL mulai menurun, seperti yang ditunjukkan dari perolehan sisa hasil usaha (SHU). Hal ini terjadi karena semakin menurunnya tingkat keuntungan yang diperoleh dari usaha anggota dibandingkan dengan usaha bukan anggota. Kecenderungan tersebut harus diatasi dengan melakukan reorientasi usaha dengan melakukan pengembangan usaha keluar bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. Pengembangan usaha dimasa datang membutuhkan sumberdaya manUSla dalam jumlah dan kualitas yang tepat. Untuk itu diperlukan suatu kajian tentang macam pekeIjaan yang akan dilakukan, jumlah orang yang dibutuhkan dan kualitas orang yang dapat melakukan pekeIjaan tersebut. Sebagai langkah awal dari analisis, maka perlu diketahui kondisi usaha saat ini dan kondisi sumberdaya manusia yang ada melalui audit sumberdaya manusia. KineIja usaha diukur dengan SHU sebelum pajak. Melalui program pengembangan usaha, diversifikasi usaha dan peningkatan volume usaha diharapkan kineIja KOPEL meningkat. Pada kondisi yang diharapkan tersebut, diperlukan jumlah dan kualitas tenaga keIja yang lebih tinggi mulai menurun. Namun besamya masih cukup lumayan, sekitar Rp.l milyar per tahun. Jumlah karyawan KOPEL saat ini adalah 112 orang, yang terdiri dari 71 orang karyawan tetap dan 41 orang karyawan tidak tetap. Selain itu terdapat pula tenaga honorer yang jumlahnya sangat berfluktuasi tergantung pada kegiatan. Dari segi umur, sebagian besar berusia muda (70,43% berusia di bawah 34 tahun) yang masih produktif dan mempunyai peluang untuk dikembangkan. Tingkat pendidikan karyawan cukup memadai, yaitu 62,50% dari karyawan tetap berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Berdasarkan jawaban kuesioner terhadap jumlah dan kualitas pegawai, bahwa semua Kepala BagianlUnit menyatakan jumlah pegawai cukup. Sedangkan mengenai kualitas pegawai, sebagian besar (lebih dari 80%) menyatakan cukup memadai. Untuk membuat perkiraan pengembangan usaha dimasa datang (1996-2001) dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu : (a) analisis regresi, (b) anal isis trend dan (c) analisis pertimbangan manajer. Dengan asumsi faktor-faktor teknologi, kebijaksanaan moneter dan fiskal, iklim usaha tetap, maka besamya SHU dipengaruhi oleh modal, hasil usaha bruto dan beban usaha. Dari uji statistik dari koefisien deterrninasi dengan uji F dapat dinyatakan, bahwa keragaman dari SHU dapat dijelaskan dengan baik oleh keragaman modal, hasil usaha bruto dan beban usaha. Dengan demikian model persamaan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan besamya SHU. Ada dua altematif perkiraan SHU yaitu, altematif optirnis dan pesimis. Pada analisis trend diasumsikan, bahwa pertumbuhan usaha KOPEL berlangsung mengikuti trend. Penggunaan teknik ini untuk membuat perkiraan jangka panjang memang sangat lemah, karena faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis berubah sesuai dengan perubahan waktu. Dengan analisis trend diperoleh perkiraan besamya SHU pada tahun 1996-2001. Namun dengan cepatnya perubahan yang terjadi dan mempengaruhi dunia usaha, maka untuk jangka waktu 5-6 tahun teknik ini juga terdapat banyak kelemahan. Oleh karena itu perkiraan SHU tidak menggunakan teknik ini. Pendekatan ketiga dengan menggunakan analisis pertimbangan manaJer. Dalam praktek peranan intuisi atau feeling manajer umum atau presiden direktur sangat menentukan. Karena ditangan merekalah kinerja usaha dipertanggung jawabkan. Dengan pendekatan tersebut dapat diperkirakan pertumbuhan kinerja usaha. Dalam pendekatan ini juga dikembangkan dua altematif yaitu : optirnis dan pesimis. Berdasarkan analisis tersebut diatas dipilih pendekatan dan altematif yang paling realistis untuk memperkirakan besarnya SHU, yaitu pendekatan pertimbangan manajer dengan altematif pesirnis Diduga bahwa antara kinerja usaha yang di ukur dari besamya SHU sebelum pajak dengan jumlah jam kerja tenaga kerja terdapat hubungan positip. Namun berdasarkan uji statistik keragaman SHU kurang dapat dijelaskan oleh keragaman jumlah jam kerja pegawai. Oleh karena itu pendugaan jam kerja pegawai didasarkan pada intuisi manajer. Dengan diketahuinya ratio perubahan SHU, maka dapat diperkirakan ratio perubahan jumlah jam kerja pegawai dan selanjutnya perubahan jumlah pegawai yang terlibat. Asumsi yang mendasari perhitungan tersebut adalah, bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja tetap. Namun mengingat keterbatasan pada analisis ini disarankan agar manajer lebih berhati-hati dalam menggunakan hasil temuan. Untuk meningkatkan ketepatan analisis disarankan agar ditingkatkan komputerisasi adrninistrasi kepegawaian yang antara lain mencakup administrasi tenaga kerja honorer.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Kebutuhan Sumberdaya Manusia untuk Mendukung Pengembangan Usaha
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:27
Last Modified: 28 Dec 2011 06:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/498

Actions (login required)

View Item View Item