Peranan pelatihan terhadap keragaan penggerak swadaya masyarakat bidang penyuluhan transmigrasi di lingkungan kantor wilayah departemen transmigrasi dan pph prpinsi jawa barat

slamet , sutanto (1996) Peranan pelatihan terhadap keragaan penggerak swadaya masyarakat bidang penyuluhan transmigrasi di lingkungan kantor wilayah departemen transmigrasi dan pph prpinsi jawa barat. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
1-01-Slamet-cover.pdf

Download (855kB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Slamet-RingkasanEksekutif.pdf

Download (866kB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Slamet-DaftarIsi.pdf

Download (995kB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Slamet-pendahuluan.pdf

Download (6MB)

Abstract

Salah satu kelompok petugas atau aparat yang memiliki potensi untuk berkembang dan berperan penting dalam jajaran Kantor Wilayah Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Propinsi Jawa Barat adalah Penggerak Swadaya Masyarakat Bidang Penyuluhan Transmigrasi (PSMBPT). Para PSMBPT ini merupakan ujung tombak dalam pengerahan transmigrasi, karena didalam menjalankan tugasnya mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, baik masyarakat calon transmigran maupun dengan tokoh-tokoh masyarakat formal dan non formal, para pengusaha yang ingin berpartisipasi dalam program transmigrasi serta lembaga-lembaga sosiaJ. Oleh karena itu para PSMBPT tersebut perlu mendapat perhatian didalam pengembangan sumber daya manusia, sehingga didalam menjalankan tugasnya dapat berhasil dengan baik. Salah satu upaya yang saat ini dilakukan oleh Kanwil Departemen Transmigrasi dan PPH Propinsi Jawa Barat adalah melaksanakan pelatihan PSMBPT. Dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keragaan PSMBPT yang mencakup pengetahuan, sikap, motivasi kerja, produktivitas kerja, kemampuan manajerial dan penghargaan. Oleh karena itu tujuan penulisan tesis ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peranan pelatihan terhadap keragaan PSMBPT yang mencakup pengetahuan, sikap, motivasi kerja, produktivitas kerja, kemampuan manajerial dan penghargaan. Sesuai dengan tujuan dalam penelitian ini, maka penulis membandingkan keragaan PSMBPT sebelum dan setelah dilatih. Dalam hal ini para PSMBPT, PTP2T dan Posyantrans serta Atasan PSMBPT untuk menilai keragaan PSMBPT sebelum dan setelah dilatih. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Hasil penilaian tersebut dibandingkan dan dianalisis menggunakan metode statistik nonparametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon. Dengan menggunakan taraf kepercayaan 95 %, maka hasil analisis adalah sebagai berikut : 1. Baik secara total (50 orang PSMBPT) maupun PSMBPT yang berpendidikan SLTA (43 orang) menunjukkan bahwa terjadi perbedaan nyata terhadap keragaan PSMBPT yang mencakup seluruh aspek yaitu pengetahuan, sikap, motivasi kerja, produktivitas kerja, kemampuan manajerial dan penghargaan sebelum dan setelah mereka dilatih. 2. Khusus PSMBPT yang berpendidikan sarjana muda/sarjana (7 orang) menyatakan bahwa aspek produktivitas kerja tidak terjadi perbedaan nyata sebelum dan setelah dilatih. Hal ini diduga bahwa materi pelatihan bagi yang berpendidikan sarjana muda/sarjana kurang memadai sehingga tidak mampu meningkatkan produktivitas kerja mereka. Namun apabila materi pelatihan lebih ditingkatkan bobotnya dikawatirkan terlalu berat bagi PSMBPT yang berpendidikan SLTA. 3. Menurut para PTP2T dan Posyantrans serta atasan PSMBPT menyatakan bahwa aspek penghargaan tidak terjadi perbedaan nyata sebelum dan setelah dilatih. Hal ini diduga para PSMBPT masih merasa enggan untuk menyampaikan secara langsung kepada atasannya untuk memperoleh penghargaan yang lebih baik. Namun demikian secara tidak resmi mereka menyampaikan keluhannya terutama kepada mitra kerja (PTP2T dan Posyantrans) bahwa mereka tidak memperoleh peningkatan penghargaan setelah dilatih. Disamping itu menurut para atasan PSMBPT penghargaan setelah dilatih belum dapat diberikan secara optimal karena masih dalam proses penyelesaian dengan pihak-pihak yang terkait antara lain Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN). Berdasarkan hal-hal tersebut disarankan : 1. Perlu dikaji ulang pelaksanaan pelatihan PSMBPT yang dirasa kurang efektif dimana menyatukan para peserta pelatihan yang berpendidikan SLTA dengan sarjana muda/sarjana. Sebaiknya dalam melaksanakan pelatihan para peserta dibedakan antara yang berpendidikan SLTA dengan yang berpendidikan sarjana muda/sarjana. Dengan demikian materi pelatihan yang diberikan kepada PSMBPT yang berpendidikan sarjana muda/sarjana berbeda dengan yang berpendidikan SLTA. 2. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap pasca pelatihan dalam upaya memantau keragaan PSMBPT setelah dilatih, sehingga dapat mengambil langkah-Iangkah perbaikan kegiatan pelatihan pada masa mendatang. 3. Perlu adanya penelitian lanjutan terhadap keragaan PSMBPT antara yang belum pernah dilatih dengan yang sudah dilatih untuk lebih mengetahui tentang peranan pelatihan terhadap keragaan PSMBPT.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Peranan Pelatihan Terhadap Keragaan Penggerak Swadaya Masyarakat Bidang Penyuluhan Transmigrasi DiIingkungan Kantor Wilayah Departemen Transmigrasi dan PPH Propinsi Jawa Barat
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:24
Last Modified: 28 Dec 2011 06:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/500

Actions (login required)

View Item View Item