Analisa penetapan harga komoditi ubu kayu (manihot esculenta gantz)di daerah transmigrasi mesuji atas sp 11/g/7,8 kab. lampung utara propinsi lampung

Mochamad , Irawan (1997) Analisa penetapan harga komoditi ubu kayu (manihot esculenta gantz)di daerah transmigrasi mesuji atas sp 11/g/7,8 kab. lampung utara propinsi lampung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
1-01-Moch-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Moch-RingkasanEksekutif.pdf

Download (871kB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Moch-daftarIsi.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Moch-pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pembangunan Nasional masih berkisar kepada peningkatan sumber daya alam, salah satunya adalah peningkatan budidaya ubikayu (Manihot esculenta Crantz). Sampai saat ini komoditi ubikayu masih mengalami banyak kendala, yang disebabkan karena harga tidak slabil, produktivitas rendah dan sulitnya jaminan pemasaran. Pabrik Pelet Tapioka yang direncanakan oleh Perusahaan PT X didirikan di daerahTransmigrasi Mesuji Alas SP II/G/7,8 dengan Kepala Keluarga sebanyak 240 KK dan 400 KK Kabupaten Lampung Ulara Propinsi Lampung dengan luas areal direncanakan 1.000 Ha, dengan kapasitas 25.000 ton pertahun. Mesin yang bermerk " AWILA " Tapioca Pelleting Plant buatan Jerman. Pendirian pabrik pelet lapioka merupakan solusi dalam mengalasi kendala harga ubikayu yang tidak menentu lonjakan harganya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa harga ubikayu yang layak digunakan dengan investasi pabrik pelet, sehingga harga ubikayu yang akan diberikan ke petani, dihitung dari analisa harga produksi dari pabrik tersebut Dengan harga yang lazim, maka petani dapat meningkatkan pendapatan sesuai dengan kondisi yang ada. Biaya investasi yang dikeluarkan oleh investor ditentukan dengan harga mesin yang telah dibeli dan menghitung biaya produksi, biaya tenaga kerja dan jangka waktu berapa investasi akan kembali, hal ini dapat menetukan besamya harga pokok yang akan dikembangkan dalam pengolahan pabrik pelet dengan bunga Bank yang berlaku 19% pertahun, sehingga akan memberikan altematll harga yang diberikan petani secara optimal. Bertitik tolak dari tujuan tersebut maka, data dari penelitian diolah dengan analisa biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan dan Return On Investment (ROI) yang sudah ditentukan terlebih dahulu, sehingga akan diperoleh hasil harga yang optimal buat petani, yang selanjutnya digunakan analisa kelayakan usaha dimana akan mencari Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Pay Back Period (PBP), dan jangka waktu 10 tahun, dengan Bunga Bank yang berlaku 19% pertahun. Dari analisa tersebut diharapkan akan mendapatkan hasil yang akan membawa kesejahteraan petani. Hasil perhitungan dari analisa usahatani ubikayu dengan simulasi harga maka didapat beberapa ketetapan harga diantaranya sebagai berikut: harga Rp. 55,00 maka keuntungan petani Rp. 2.047.000,00. Berdasarkan Ketentuan Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Republik Indonesia No. 115/MEN/1992, tentang Pembinaan Masyarakat Transmigrasi, seperti analisa pada Bab IV maka tahap Penyesuaian (1-1,5 tahun) pendapatan rata-rata mencapai Rp. 2.000.000,00. Tahap Pemantapan (1,5-3 tahun) pendapatan rata-rata mencapai Rp. 2.500.000,00 dan tahap Pengembangan (3-5 tahun) pendapatan rata-rata mencapai Rp. 3.500.000,00. Dari ketentuan tersebut yang dianggap layak adalah pada harga Rp.55,00 dengan keuntungan petani sebesar Rp. 2.047.000,00, Dengan produksi ubikayu mencapai 50 ton per hektar, maka kebutuhan tenaga kerja mulai pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan dan pasca panen memerlukan 99 hari orang ketja atau sebesar Rp. 396.000,00. Sedangkan kebutuhan untuk sarana produksi pertanian meliputi bibit, pupuk dan obat-obatan sebesar Rp. 307.000,00 sehingga kebutuhan seluruhnya sarana produksi mencapai Rp. 703.000,00. Hasil perhitungan dari analisa finansial maka keuntungan dari perusahaan/investor melalui analisa Return on Inves1IIent (ROI) dengan simulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan petani diperoleh sebagai berikut: Jika ROI 37,46 % maka harga bahan baku Rp. 55,01 Pada ROI 33,61% dengan harga Rp. 60,01 maka keuntungan yang diperoleh investor sebesar Rp. 1.526.828.358,00 dengan Net Present Value (NPV 19%) sebesar Rp. 589.567.898,67 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20 %serta Pay Back Period (PBP ) selama 7 tahun 3 bulan pada bunga bank 19%. Kondisi ini sangat riskan walaupun layak karena sedikit di atas bunga bank, akan tetapi mengandung resiko yang tinggi sehingga jika harga lebih besar dari Rp. 60,00 maka perusahaan/investor akan mengalami kerugian, karena IRR dibawah 20%. Selanjutnya pada ROI 37,46% keuntungan yang diperoleh perusahaan/investor sebesar Rp. 1.701.725.418,00 dengan Net Present Value (NPV 19 %) sebesar Rp.3.879.822.000,40 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 28 % serta Pay Back Period (PBP) selama 6 tahun 3 bulan pada bunga bank sebesar 19 %. Kondisi ini dianggap layak karena diatas bunga bank dan jangka waktu pengembaliannya cukup baik. Dari ROI tersebut diatas maka setelah dianalisa melalui cash flow maka didapat hasil sebagai berikut : Pada ROI 41,31% dengan harga Rp. 50,00 maka keuntungan yang diperoleh perusahaan sebesar Rp. 1.876.622.418,00 dengan Net Present Value (NPV 19 %) sebesar Rp. 7.189.676.102,13 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 36 % serta Pay Back Period (PBP) selama 5 tahun 5 bulan, pada bunga bank sebesar 19 % . Kondisi ini memang sangat layak tetapi tingkat IRR sangat besar bahkan jika harga lebih rendah dari Rp. 50,00 maka keuntungan (IRR) semakin tinggi semakin tidak layak.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisa penetapan harga komoditi ubu kayu (manihot esculenta gantz)di daerah transmigrasi mesuji atas sp 11/g/7,8 kab. lampung utara propinsi lampung
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:14
Last Modified: 28 Dec 2011 06:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/523

Actions (login required)

View Item View Item