Tipologi koperasi unit desa di daerah transmigrasi

Burhanudin, Burhanudin (1997) Tipologi koperasi unit desa di daerah transmigrasi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
1-01-Burhanudin-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Burhanudin-ringkasanEksekutif.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Burhanudin-daftarIsi.pdf

Download (967kB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Burhanudin-pendahuluan.pdf

Download (2MB)

Abstract

Daerah transmigrasi merupakan daerah baru yang diarahkan untuk menjadi pusat produksi pertanian dan pusat pertumbuhan ekonomi. Departemen Transmigrasi dan PPH dalam melaksanakan kegiatannya memerlukan koordinasi dengan berbagai instansi teknis, mulai dari penyiapan permukiman dan lingkungan sampai pembinaan masyarakat transmigrasi dan Pemerintah Daerah setempat. Kegiatan pembinaan ekonomi di daerah transmigrasi meliputi penyediaan sarana produksi, pengolahan hasil dan pemasaran serta pembinaan kelembagaan. Kegiatan pembinaan ekonomi yang Lelah dilaksanakan meliputi kegiatan penyediaan sarana produksi, pengolahan hasil, kelembagaan dan pemasaran, masing-masing merupakan kegiakan yang saling berkaitan dan terpadu, sehingga penanganannya harus secara simultan dan berkesinambungan. Kegiatan pembinaan terhadap Koperasi. Unit Desa (KUD) oleh Departemen Transmigrasi dan PPH dimulai dengan pembentukan kelompok usaha bersama sampai terbentuknya koperasi unit desa. Pada setiap tahap kegiatan telah diberikan bantuan dan bimbingan terhadap KUD dalam bentuk bimbingan manajemen, permodalan dan sarana usaha. Dalam kenyataannya hasil pembinaan dan bimbingan yang telah diberikan tidak sama. Perkembangan KUD di daerah transmigrasi dipengaruhi oleh banyak faklor, baik faktor intemal maupun faktor ekstemal. Faktor intemal yang berpengaruh terhadap perkembangan KUD antara lain pengurus, manajer, permodalan dan usaha yang dijalankan. Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh antara lain kondisi lokasi, sosial ekonomi dan penduduk di lokasi. Oleh karena itu, untuk lebih memacu perkembangan KUD di daerah transmigrasi perlu dipelajari secara seksama di setiap KUD yang sedang dibina agar dapat diberikan bimbingan dan pembinaan secara tepat. Melalui penentuan tipologi unit desa dapat diketahui ciri dan karakteristik setiap koperasi unit desa sehingga disusun rencana bimbingan dan pembinaan secara tepat. Dalam pelaksanaan pembinaan dan bimbingan yang diberikan oleh Departemen Transmigrasi dan PPH dan Departemen Koperasi dan PPK pada setiap koperasi diperlakukan sama tanpa memperhatikan kondisi dan perkembangan koperasi. Bantuan sarana usaha dan permodalan .serta bimbingan manajemen diberikan sama kepada setiap koperasi. Sehingga hasil pembinaan dan bimbingan terhadap koperasi unit desa tidak optimal. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan penelitian dan kondisi di daerah transmigrasi dan tidak terlepas dari kriteria yang sudah ada. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak tujuh belas kriteria yang berpengamh terhadap perkembangan koperasi unit desa di daerah transmigrasi, yaitu meliputi keanggotaan, pengurus, badan pemeriksa, rapat anggota tahunan, ketatalaksanaan, unit usaha, partisipasi anggota, modal sendiri, kredit, rasio keuangan, aset, volume usaha, sisa hasil usaha/modal sendiri, kerjasama usaha dan penggunaan dan pembangunan. Dengan menggunakan analisa skoring dapat diketahui pengaruh variabel berpengaruh terhadap KUD dan bobot setiap. koperasi yang dianalisis. Selanjutnya untuk mengelompokan koperasi unit desa yang diteliti digunakan analisis kluster. Dalam analis is ini masing-masing koperasi dikelompokan berdasarkan kedekatan jarak antara variabel dalam kelompok. Sedangkan melalui analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan terhadap masingmasing koperasi dan untuk menentukan arah pembinaan dan bimbingan terhadap koperasi unit desa. Dari hasil analisis kluster yang dilakukan terhadap koperasi dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pertama, kelompok kedua dan kelompok ketiga. Setiap kelompok mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri. Karakteristik koperasi unit desa pada kelompok pertama antara lain rata-rata modal Rp. 57.512.591,5 dengan rasio solvabilitas lebih dari empat unit usaha dan telah mengadakan kerjasama dengan lima badan usaha serta volume usaha yang diperoleh lebih dari dua kali modal sendiri. Karakteristik koperasi unit desa pada kelompok kedua antara lain modal Rp. 29.386.859 dengan rasio solvabilitas lebih besar dari empat dan rasio rentabilitas lebih besar dari tiga. Unit usaha yang dikelola sebanyak tiga unit usaha dan telah mengadakan kerjasama dengan lima badan usaha serta volume usaha yang diperoleh lebih dari tiga kali modal sendiri. Sedangkan karakteristik koperasi unit desa pada kelompok ketiga antara lain modal yang dimiliki Rp. 5.364.000 dengan rasio solvabilitas kurang dari dua dan rasio rentabilitas kurang dari satu. Unit usaha yang dikelola satu unit usaha dan telah mengadakan kerjasama dengan lima badan usaha serta volume usaha yang diperoleh koperasi telah dari tiga kali modal sendiri. Kinerja yang dicapai koperasi unit desa pada kelompok pertama mempunyai rasio volume usaha/aset kurang dari dua, kelompok kedua mempunyai rasio volume usaha/aset lebih besar dari dua dan koperasi pada kelompok ketiga mempunyai rasio volume usaha/aset kurang dari satu. Hal ini disebabkan oleh banyaknya unit usaha yang dijalankan, kerjasama dengan badan usaha lain dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk memacu perkembangan koperasi unit desa di daerah transmigrasi. Untuk kriteria anggota, pengurus, badan pemeriksa, rapat anggota tahunan, ketatalaksanaan dan penggunaan dana pembangunan dari ketiga kelompok koperasi unit desa tidak ada perbedaan yang nyata. Hal ini disebabkan variabel tersebut merupakan persyaratan administrasi pembentukan dan pembinaan koperasi di daerah transmigrasi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa pada kelompok pertama dana tersimpan cukup banyak dan perlu usaha pemanfaatan yang produktif serta kegiatan usaha berjalan belum efisien, pada kelompok kedua pemanfaatan dan yang ada sangat baik dan pada kelompok ketiga perlu ada penambahan dana dan mengembangkan usaha melalui kerjasama dengan badan usaha lainnya. Selain itu perkembangan koperasi di daerah transmigrasi dipenganihi juga oleh aset yang dimiliki koperasi yang akan berkaitan langsung dengan volume usaha dan kinerja yang dicapai oleh koperasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tipologi koperasi unit desa di daerah transmigrasi
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:14
Last Modified: 28 Dec 2011 06:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/527

Actions (login required)

View Item View Item