Analisis peluang pengembangan ternak sapi pedaging di daerah transmigrasi propinsi kalimantan timur

Bakri , Beck (1998) Analisis peluang pengembangan ternak sapi pedaging di daerah transmigrasi propinsi kalimantan timur. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
1-01-Bakri-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Bakri-RingkasanEksekutif.pdf

Download (950kB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Bakri-daftarIsi.pdf

Download (872kB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Bakri-pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kebutuhan daging sapi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Produksi dalam negeri tidak lagi mampu memasok peningkatan kebutuhan ini. Penurunan populasi ternak juga terjadi terutama di jawa dan Bali. Daya dukung daerah ini untuk peternakan mulai surut akibat pertumbuhan industri, pemukiman, dan pembangunan prasarana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengembangan pola usaha peternakan sapi di daerah transmigrasi. Propinsi Kalimantan Timur merupakan daerah transmigrasi yang cukup potensial untuk pengembangan pola ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung tingkat konsumsi, produksi, dan peluang pasar daging/ternak sapi di lokasi transmigrasi, dalam hal ini kasus di propinsi Kalimantan Timur, (2) memberikan alternatif strategi pengembangan untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan pola usaha transmigrasi peternakan sapi, (3) menghitung keuntungan ekonomis dari usahatani petani peserta program transmigrasi dengan pola usaha peternakan sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan bantuan metode analisis regresi untuk menghitung konsumsi, produksi, dan peluang pasar dengan analisis SWOT serta analisis usaha tani untuk mengetahui keuntungan ekonomis transmigran. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Prakiraan konsumsi daging sapi di Propinsi Kalimantan Timur lebih besar dari prakiraan produksi sapi lokalnya. Selisih ini cukup besar yaitu per tahun dan merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan daging sapi. Perhitungan proyeksi besaran peluang pasar untuk 10 tahun mendatang (tahun 1996-2007) berkisar antara 6.474 ton sampai 8.759 ton per tahun daging sapi atau kalau dikonversi dalam bentuk ternak sapi hidup 30.176 ekor sampai dengan 44.803 ekor sapi hidup. Strategi pemasaran untuk masuk ke pasar daging sapi di Kalimantan Timur dapat dibagi dua, yaitu untuk pasar tradisional dan pasar perusahaan asing. Untuk pasar tradisional, yaitu pasar pedagang/pejagal di pasar hewan, perlu dilakukan penetrasi pasar dengan cara menjual dengan harga yang relatif lebih rendah. Sedangkan untuk pasar perusahaan asing, diperlukan daging dengan kuali tas tinggi akan tetapi dengan harga lebih rendah dari daging impor. Dengan program transmigrasi, perusahaan berpeluang mencapai keunggulan kompetitif biaya yang rendah karena adanya bantuan pemerintah dalam pembangunan sarana dan prasarana, maupun kredit untuk plasma. Pola pengembangan usaha peternakan sapi pedaging dikaitkan dengan permukiman transmigrasi dilaksanakan melalui hubungan kemitraan antara transmigran dan perusahaan inti (investor) dibawah bimbingan dan pembinaan Pemerintah (Departemen Transmigrasi dan PPH dans instansi terkait). Transmigran mempunyai tanggung jawab melakukan budidaya peternakan sapi pedaging, budidaya pertanian dan pemanfaatan kompos. Perusahaan inti (investor) mempunyai tanggung jawab menyediakan bibit/bakalan ternak, obatobatan, pakan ternak, membangun facilitas usaha, membina manajemen usaha peternakan, membeli hasil usaha transmigran dan sebagai avalist KKPA serta membantu pengembalian kredit KKPA transmigran. Dari faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi perilaku pasar dan dapat menentukan dan mengantisipasi ancaman serta memanfaatkan peluang yang ada dalam kehidupan. Kekuatan (strength) • Peraturan mengenai kegiatan usaha ternak di propinsi Kalimantan Timur menjadikan prioritas. • Paj ak untuk usaha ternak transmigran sehingga akan menambah profit tansmigran. tidak ada • Adanya kebij akan pengembangan ternak sapi pedaging di Kalimantan Timur. Kelemahan (Weaknesses) • Kurang adanya investor yang berpengalaman dalam usaha peternakan, khususnya sapi pedaging. • Fasilitas pengembangan ternak belum ada. • Kurangnya tenaga terampil di bidang usaha ternak sapi di Kalimantan Timur. Peluang (Opportunities) • Minat investor tinggi. • Daerah Kalimantan Timur masih mempunyai keunggulan komparatif. • Kebijakan pemerintah dalam hal ini Transmigrasi dan PPH mengembangkan sapi daerah transmigrasi sebagai prioritas. Departemen pedaging di Kalimantan Timur Ancaman (Threat) • Resiko kematian tinggi yang disebabkan kelembaban nisbi di Kalimantan Timur tidak menentu/cukup tinggi. • Teknologi ternak sapi pedaging berkembang pesat dan biaya ekonomi teknologinya tinggi. • Usaha ternak sapi di Kalimantan Timur mempunyai resiko tinggi ( high risk ). strategi yang dapat di tempuh dalam pengembangan ternak sapi pedaging di Propinsi Kalimantan Timur dengan memperhatikan strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang) dan threat (ancaman) yang ada yaitu: • Melibatkan investor (mitra usaha) dalam pengembangan usaha ternak sapi pedaging mulai dari pembibitan sampai dengan pemasaran. • Menjadikan usaha ternak sapi pedaging sebagai usaha pokok pada suatu lokasi pemukiman transmigrasi. • Memberikan kredit lunak, penyuluhan dan pelatihan tentang pengembangan ternak sapi pedaging.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis peluang pengembangan ternak sapi pedaging di daerah transmigrasi propinsi kalimantan timur
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:14
Last Modified: 28 Dec 2011 06:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/529

Actions (login required)

View Item View Item