STRATEGI PEMBANGUNAN WILAYAH BATAM MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR AGRIBISNIS MENUJU ERA OTONOMI DAERAH

Kunradt, Kun (2001) STRATEGI PEMBANGUNAN WILAYAH BATAM MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR AGRIBISNIS MENUJU ERA OTONOMI DAERAH. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E5b_01-Kun_Kunradt-cover.pdf

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
E5b_02-Kun_Kunradt-ringkasaneksekutif.pdf

Download (355kB)
[img]
Preview
PDF
E5b_03-Kun_Kunradt-daftarisi.pdf

Download (272kB)
[img]
Preview
PDF
E5b_04-Kun_Kunradt-pendahuluan.pdf

Download (401kB)

Abstract

Batam adalah kotamadya kedua di Propinsi Riau setelah Kotamadya Pekanbaru yang bersifat otonom. Tetapi, dengan Keppres No.2811992 wilayah Otorita Batam diperluas meliputi Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sehingga luasnya melebar dari luasan daratan 612 km2 atau sekitar 67% dari wilayah Singapura menjadi 715 km2 atau sekitar 15%. Secara geografis, Batam merupakan kawasan yang sangat strategis. Namun demikian, agar mampu bersaing dengan kawasan lain selain keunggulan lokasinya, Batam perlu mengembangkan keunggulankeunggulan lainnya. Apalagi pembangunan Batam yang diarahkan pada daerah otonomi bersama pulau Rempang dan Galang menjadi propinsi atau Kabupaten Kotamadya yang berdiri sendiri pemerintahannya, sebagaimana yang telah dirakit oleh pemerintah pusat dalam strategi pembangunan wilayah bagi daerah-daerah otonom dalam berlakunya UU No. 2211999 tentang pemerintahan daerah dan UU No. 2511999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berdasarkan analisa kebutuhan daerah, lndustri yang paling unggul di Pulau Batam adalah industri pengolahan, sedangkan sebagian besar bahan inputnya berasal dari luar Pulau Batam. Hal ini sebetulnya memberikan peluang bagi sektor pertanian daerah di sekitar Pulau Batam ataupun nasional untuk ikut berkembang dengan kemajuan teknologi yang ada di Pulau Batam. Dengan peran agribisnis, maka pengembangan agribisnis merupakan jalur pilihan strategis pembangunan ekonomi nasional untuk mengembangkan ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan devisa. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengetahui komoditi ungulan agribisnis tersebut dan merumuskan strategi pengembangannya. Hal itu berarti tanggung jawab agribisnis Indonesia cukup berat sehingga memerlukan strategi pengembangan yang tepat. Komoditas unggulan merupakan komoditas yang diusahakan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komperatif yang ditopang oleh pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan agroekosistem sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan memiliki multiplier effect terhadap perkembangan sektor lainnya. Dari sisi permintaan komoditi unggulan mempunyai pasar yang riil dan berkembang, baik di tingkat konsumen langsung maupun sebagai bahan baku industri. Sedangkan dari sisi penawaran, komoditas unggulan ditopang oleh kesesuaian agroekosistem dan biofisik wilayah serta pengusaan teknologi produksi oleh petani. Dari beberapa identifikasi permasalahan yang dapat dilakukan sehubungan dangan latar belakang mengenai pengembangan sektor pertanian atau agribisnis yang ada di era otonomi daerah dalam upaya strategi pembangunan wilayah Batam, maka perumusan masalah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Menentukan potensi dan hambatan sektor pertanian yzitu agribisnis dalam perkembangan perekonomian di Pulau Batam. 2. Bagaimana pengelolaan sektor pertanian terutama agribisnis di wilayah pembangunan Batam sebagai salah satu sektor yang menuniana perekonomian Batam. 3. komoditi uggulan agribisnis apa sajakah pada setiap subsektor yang dikembangkan, guna menunjang keberhasilan sektor pertanian dalam perkembangan perekonomian di Pulau Batam. 4. Bagaimana strategi pengembangan potensi komoditi unggulan agribisnis pada setiap subsektor dalam upaya peng- emban-g an sektor perekonomian ke arah otonomi daerah Batam. Sedangkan, strategi pembangunan wilayah melalui pengembangan sektor agribisnis dalam menuju era otonomi daerah Pulau Batam ini dilakukan bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi potensi dan hambatan sektor agribisnis dalam pengembangan perekonomian Batam menuju pembangunan wilayah otonom. 2. Menentukan komoditi unggulan agribisnis pada setiap subsektornya guna menunjang pengembangan dan kemajuan perekonomian Batam menuju era otonomi daerah. 3. Merumuskan strategi pengembangan sektor agribisnis melalui pengembangan komoditi unggulan di setiap sub-sektornya dalam mengelola dan mendayagunakan wilayah Batarn menuju era otonomi daerah. Dalam metodologi, analisis data dilakukan secara deskriptif, pengolahan data yang dilakukan untuk data kualitatif dan kuantitatif akan dianalisa dengan beberapa tahap, yaitu: (1) Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), yang digunakan untuk menentukan komoditi unggulan agribinis di tiga sub-sektor (sub-sektor perikanan, sub-sektor peternakan,-dan sub-sektor tanaman pangan darl hortikultura) yang telah ditentukan dari beberapa komoditi alternatif. dilakukan dengan menentukan nilai kriteria dan bobot kriteria dari setiap komoditi unggulan tersebut, (2) Matriks SWOT, yang digunakan untuk menentukan strategi pengembangan komoditi unggulan agribisnis di tiga sub-sektor tersebut. Hasil penentuan komoditi unggulan agribisnis dl Pulau Batam yang dilakukan pada tiga sub-sektor, yaitu sub-sektor perikanan, sub-sektor peternakan, dan sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura, maka. komoditi unggulan agribisnis pada setiap sub-sektor diambil sebanyak lima komoditi dengan menggunakan analisis Metode Perbandingan Eksponensial, yaitu: Sub-sektor perikanan, meliputi komoditi ikan segar campuran, kepiting, udang lobster, ikan mas, dan ikan ungar. Sub-sektor ini merupakan sub-sektor yang paling berpotensial dalam mengembangkan komoditi agribisnis. Komoditi perikanan merupakan komoditit agribisnis yang memiliki nilai jual paling tinggi (apalagi dalam bentuk makanan jadi) di pasar konsumen Kota Batam khususnya dan Singapura (ekspor) umumnya. Komoditi perikanan yang terbesar berasa! dari perairan laut, karena didukung oleh kemampuan sumberdaya alam yang ada, oleh karena itu, berdasarkan analisis SWOT, maka strategi pengembangan sub-sektor perikanan antara lain melalui pengembangan budidaya di sekitar pantai Pulau Batam, atau perluasan areal budidaya ke pulau sekitar. membanaun terminal agribisnis perikanan dikota Batam, membangun usaha penyediaan sarana produksi yang efisien dan harga murah, memberikan penyuluhan pelatihan mengenai budidaya perikanan perairan laut, peningkatan kesadaran tentang teknik penangkapan ikan, dan memberikan kebijakan yang mempermudah pengembangan usaha perikanan baik oleh masyarakat setempat maupun perusahaan besar. Sub-sektor peternakan, meliputi komoditi ayam ras pedaging, babi, sapi potong, ayam ras petelur, dan kambing. Walaupun selama ini pemenuhan daging hewan dari kelima komoditi tersebut dipasok dari luar negeri, tetapi pihak pemerintah dan Otorita Batam terus merencanakan pengembangan komoditi agribisnis peternakan ini baik akan dilakukan di Kota Batam maupun pulau sekitar. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan komoditi unggulan agribisnis di sub-sektor ini antara lain yaitu melakukan budidaya di Kota Batam dan pulau sekitar, memberikan kebijakan dan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan sahamnya ke sector pertanian, membangun sarana peternak seperti RPU, RPH, Breeding Fann, Haffchery dan Faffening di Kota Batam, memberikan subsidi penyediaan sarana produksi terutama pakan dan obat-obatanlvaksin, meningkatkan SDM peternak, dan melakukan rekayasa kelembagaan. Sub-sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, yaitu meliputi komoditi padi, sayuran segar, buahan segar, kacang kedelai, dan bawang merah. Permasalahan yang mendominasi pada perkembangan komoditi unggulan agribisnis di sub-sektor ini adalah sulitnya melakukan pengadaan sendiri oleh Pulau Batam (Kegiatan budidaya pertanian). Oleh karena itu, berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan komoditi unggulan agribisnis sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura antara lain berupa usaha budidaya komoditi hortikultura di sekitar Kota Batam dan di pulau sekiar, mengusahakan peningkatan jumlah komoditi hortikultura untuk memenuhi kebutuhan pasarlocal, memberikan bantuan sarana produksi terutama pupuk dan bibit, dan pemberdayaan lembaga masyarakat bagi petani.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Komoditi Unggulan Agribisnis, Kota Batam. Otonomi Daerah
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:14
Last Modified: 28 Dec 2011 06:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/532

Actions (login required)

View Item View Item