ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KARET ALAM PT. PERKEBUNAN NUSANTARA PADA KANTOR PEMASARAN BERSAMA

Bayu Lesmana, Eko (2000) ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KARET ALAM PT. PERKEBUNAN NUSANTARA PADA KANTOR PEMASARAN BERSAMA. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E5B-01-Eko-bayu-Lesmana-cover.pdf

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-02-Eko-bayu-ringkasaneksekutif.pdf

Download (348kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-03-Eko-bayu-daftarisi.pdf

Download (270kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-04-Eko-bayu-pendahuluan.pdf

Download (364kB)

Abstract

Krisis moneter yang berkepanjangan serta mata uang rupiah yang semakin terpuruk yang pada bulan Agustus 1998 telah mencapai dan mendekati Rp. 11.000,- per Dolar Amerika Serikat menyebabkan semakin terpuruknya industri yang komponen atau bahan bakunya mengandung komponen impor. Tingginya inflasi dan situasi politik yang belum stabil sehingga kalangan industri tidak dapat menjalankan roda usahanya. Apabila beberapa tahun sebelumnya sektor pertanian dan perkebunan kurang mendapat perhatian dengan pertumbuhannya tidak sepesat industri lainnya maka pada saat ini sektor pertanian dan perkebunan diharapkan menjadi primadona dan diharapkan dapat memasukkan devisa yang besar bagi negara. Pada umumnya sebagian besar komoditas perkebunan ditujukan untuk ekspor dan sebagian lagi untuk keperluan domestik. Dengan demikian subsektor perkebunan memegang peranan yang cukup penting khususnya dalam perolehan devisa negara. Meskipun lndonesia menghadapi persaingan yang ketat dengan negara produsen lainnya namun ekspor dari subsektor perkebunan setiap tahunnya meningkat. Salah satu yang merupakan komoditi perkebunan yang dinilai cukup penting mampu mendukung bagi perekonomian adalah karet alam yang diusahakan oleh beberapa PT.Perkebunan Nusantara dan dipasarkan oleh Kantor Pemasaran Bersama. Beberapa industri tertentu memiliki ketergantungan yang besar terhadap pasokan karet alam, misalnya industri ban yang merupakan pemakai terbesar karet alam. Beberapa jenis ban seperti radial, walaupun dalam pembuatannya dicampur dengan karet sintetis, tetapi jumlah karet alam yang digunakan tetap besar yaitu dua kali komponen karet sintetis. Pada saat ini harga karet di pasaran sangat didominasi dan ditentukan oleh negara konsumen karet, sedangkan lndonesia sebagai negara penghasil karet alam kedua setelah Thailand hingga saat ini masih belum dapat menjadi negara penentu harga. Selain itu harga karet alam lndonesia di pasaran rendah. Masalah lain yang sangat penting adalah persaingan pasar karet yang semakin berat dimana persaingan bukan hanya terbatas pada persaingan antara produsen karet alam tetapi juga produsen karet sintetis. Masalah-masalah diatas merupakan tantangan bagi industri karet alam lndonesia khususnya bagi PT. Perkebunan Nusantara yang. merupakan salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) perkebunan melalui Kantor Pemasaran Bersama untuk dapat bersaing melalui strategi pemasaran yang tepat dengan tujuan akhir mendapatkan devisa bagi negara. Dan Apab~la dilihat dari data serta keterangan yang ada maka permasalahan utama yang dihadapi karet alam Indonesia khususnya milik PT. Perkebunan Nusantara dan dipasarkan oleh Kantor Pemasaran Bersama adalah : 1. Bagaimana tingkat persaingan industri diantara produsen karet alam ? 2. Baaaimana kondisi strateai oemasaran komoditi karet alam di KPB ? 3.factor-faktor apa yang be'rpengaruh terhadap pemasaran produksi karet alam oleh PTPN di KPB? 4. Bagaimana strategi pemasaran yang dapat bersaing di industri karet bagi KPB dalam usaha meningkatkan komoditi karet alamnya ? Sedangkan penulisan tesis mengenai analisis strategi pemasaran karet alam PT Perkebunan Nusantara (PTPN) pada Kantor Pemasaran Bersama (KPB) ini bertujuan antara lain untuk: 1. Melakukan kajian terhadap strategi pemasaran yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama dalam meningkatkan hasil penjualan Karet alam PTP Nusantara. 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran Karet Alam PTP Nusantara pada KPB. 3. Merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk dapat bersaing dalam memasarkan karet alam Indonesia oleh Kantor Pemasaran Bersama. Pada tesis ini, diterapkan penggunaan analisis kualitatif dan analisis kualitatif yang dikuantatifkan. Analisis kualitatif yang dikuantatifkan yaitu pada analisis persaingan industri Porter, analisis strategi SWOT dan analisis strategi bisnis BCG. Selanjutnya analisis kualitatif deskriptif dilakukan pada strategi bauran pasar karet alam di KPB Dari hasil pengamatan dan analisis yang telah dilakukan maka dapat dilihat bahwa perusahaan kurang memiliki strategi pemasaran karet alam yang jelas, padahal dari segi potensi perusahaan sangat potensial untuk bersaing dan melakukan pengembangan pasar ke depan. Hal ini mengakibatkan kinerja perusahaan terutama pada divisi penjualan dan operasional sebagai ujung tombak perusahaan menjadi tidak terarah dalam melakukan kegiatannya dan cenderung terpaku pada rutinitas atau kebiasaan saja. Analisis persaingan industri karet alam rnenunjukkan intensitas persaingan yang dikategorikan tinggi (skor 3,124). Hal ini menunjukkan bahwa industri karet alam memiliki daya tarik industri dan potensi laba yang sangat besar. Daya tarik yang besar ini ditunjukkan oleh tingginya peningkatan pertumbuhan rata-rata industri karet (Tabel 2) pertahun. lntensitas persaingan industri karet alam yang tergolong tinggi ini disebabkan oleh: a. lntensitas ancaman pendatang baru yang tergolong tinggi dengan skor 3,124. Penyebab tingginya ancaman pendatang baru ini karena faktor skala ekonomis dan akses saluran distribusi yang tinggi. b. lntensitas rivalitas diantara pesaing yang tergolong sedang cenderung tinggi dengan skor 2,986. variabel jumlah pesaing (nilai 3,5) yang tinggi merupakan pemicu terbesar intensitas rivalitas diantara pesaing tergolong sedang. c. lntensiias tekanan dari produk pengganti yang tergolong tinggi dengan skor 3,156 dipicu oleh variabel- produk yang- memiliki fungsi yang sama yang sangat tinggi (nilai 3,6). d. lntensitas tawar-menawar pemasok tergolong tinggi pula dengan skor 3,150, dan disebabkan rata-rata oleh variabel karena menunjukkan nilai rerata diatas 3,O semua, dan yang paling besar pengaruhnya adalah peran produk yang dipasok bagi pelanggan pemasok. e. lntensitas tawar-menawar pembeli tergolong tinggi dengan skor3,202. Variabel informasi yang dimiliki oleh pembeli yang lengkap dan variabel jumlah pembeli yang merupakan mendukung intensitas tawarmenawar pembeli tergolong tinggi. Hasil analisa matriks IFE-EFE menunjukkan bahwa kondisi internal pemasaran di KPB secara keseluruhan berada di atas rata-rata industrinya (skor 3,23). Dan dari hasil analisis matriks IFE-EFE ini pula menunjukkan bahwa kondisi eksternal yang dapat diraih dan dihindarkan (Peluang dan ancaman) oleh KPB berada di atas rata-rata industrinya (skor 3,25). Sedangkan dari matriks TOWS bahwa terlihat posisi perusahaan pada posisi diversifikasi. artinya perusahaan dengan tingkat kekuatan dan keunggulan bersaing yang tinggi dan perusahaan yang sedang berkompetisi secara fair. Tetapi harus terus ditingkatkan dan diperhatikan karena ancaman yang sedikit lebih besar lagi mengubah. Strategi pemasaran yang perlu dilakukan terhadap kondisi perusahaan adalah ditempuh melalui Concentric horizontal integration. Berdasarkan hasil analisis bisnis matriks BCG, maka diketahui bahwa bisnis karet alam di KPB dalam kondisi question mark. Artinya menunjukkan bahwa bisnis karet alam perusahaan beroperasi pada pasar yang pertumbuhannya tinggi, namun pangsa pasamya relatif rendah. Sehingga, strategi yang sebaiknya diintegrasikan adalah strategi pengembangan pangsa pasar, karena pengembangan bisnis karet alam akan diarahkan menuju posisi star yang mana karet alam di KPB menjadi market leader di indutrinya. Strategi bauran pemasaran yang dihasilkan dari keempat alternatif strategi tersebut adalah: a. Strategi produk; berusaha meningkatkan pengawasan akan kualitas karet alam, meningkatkan inovasi dan diferensiasi produk yang selama ini jarang mengalami perubahan oleh teknologi. b. Strategi harga; melakukan penyesuaian harga yang bersaing tanpa tergantung dengan kebijakan pemerintah dan birokrasi . c. Strategi distribusi; dengan memperluas jalur distribusi dipasar ekspor, terutama negara yang dapat menjadi peluang pasar yang besar. d: Strategi promosi; Strategi promosi yang dilakukan meliputi penanaman branch image terhadap konsumen mengenai kualitas produk yang terbaik serta keunggulan yang hanya dimiliki oleh PTPN (company image)

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: STRATEGI PEMASARAN, KARET ALAM, PT. PERKEBUNAN NUSANTARA
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:12
Last Modified: 28 Dec 2011 06:12
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/540

Actions (login required)

View Item View Item