Analisis Budaya Organisasi Pada PT. XYZ.

Saragih, Juliana (2001) Analisis Budaya Organisasi Pada PT. XYZ. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E5B-01-Juliana-Saragih-cover.pdf

Download (298kB)
[img]
Preview
PDF
E5b-01-Juliana-Saragih-ringkasaneksekutif.pdf

Download (344kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-03-Juliana-Saragih-daftarisi.pdf

Download (272kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-04-Juliana-Saragih-pendahuluan.pdf

Download (365kB)

Abstract

Krisis ekonomi dan moneter yang melanda lndonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah melumpuhkan sebagian besar aktivitas perekonomian lndonesia. Namun demikian krisis ekonomi dan moneter juga telah membuka mata dunia bisnis lndonesia bahwa sektor agribisnis yang berorientasi ekspor adalah sektor yang dapat diandalkan dalam meraih keuntungan. Pada krisis ekonomi yang melanda lndonesia tampaknya komoditi perkebunan kelapa sawit justru merupakan salah satu investasi yang banyak diburu para investor, ha1 tersebut karena sektor ini sudah terbukti tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi. PT. XYZ adalah perusahaan yang salah satu aktivitasnya bergerak di bidang perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit. Di dalam pencapaian tujuan PT.XYZ menghadapi beberapa persoalan antara lain rendahnya kepercayaan karyawan terhadap manajemen karena tidak ada aturan yang jelas mengenai jalur karir, promosi atas prestasi bagi kesejahteraan yang menimbulkan rendahnya moral karyawan. Tidak adanya suatu sikap kepemimpinan pada pihak manajemen yang mana selama ini pengambilan keputusan bersifat terpusat dan satu arah. Belum adanya asumsi atau nilai dasar yang jelas yang merupakan landasan model Budaya Organisasi yang dipergunakan untuk menghadapi perubahan eksternal. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas menunjukkan perlu adanya perbaikan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan manajemen perusahaan. Budaya organisasi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam melakukan fungsi-fungsi manajerial karena berperan sebagai jembatan bagi orang-orang yang berbeda latar belakang untuk bersama-sama mencapai. Tujuan perusahaan. Dalam menjawab persoalan tersebut , maka yang perlu diteliti adalah bagaimana dan seberapa jauh -tingkat adaptasi dan kekuatan budaya organisasi pada PT. XYZ. Kemudian yang kedua, adalah budaya organisasi apa yang sesuai dengan perkembangan organisasi dan perubahan lingkungan yang mempengaruhi PT. XYZ. Untuk menjawab persoalan bagaimana dan seberapa jauh tingkat adaptasi dan kekuatan budaya organisasi pada PT. XYZ maka dipergunakan tiga variabel yang dikaji, yaitu kekuatan budaya (strength of culture), budaya kemasyarakatan kontekstual dan pertumbuhan organisasi yang adaptif. Ketiga variabel diuji dengan alat analisis statistik non-parametrik Chi Square. Dengan alat analisis ini dapat diperoleh hasil analisis yang menunjukkan seberapa kuat pengaruh masing-masing faktor secara nominal dan menentukan model budaya organisasi pada PT. XYZ. Terdapat tiga model umum budaya organisasi yaitu Strong Culture, Strategically Appropriate/Contexf Fit Culture, dan Adaptive Culture. Faktor kekuatan budaya diukur dengan tiga indikator yaitu kekentalan budaya (thickness of culture), penyebaran kebersamaan nilai (extent of sharing) dan kejelasan prioritas tujuan (clarify of ordering). Sementara factor budaya kemasyarakatan kontekstual dihubungkan dengan pelaksanaan dalam perusahaan yang berkaitan dengan motivasi kerja, kepemimpinan, efisiensi, produktivitas, komitmen dan kepuasan kerja. Faktor yang ketiga dianalisis dengan menghubungkan pada tahapan pertumbuhan organisasi dan hubungannya dengan kemampuan perusahaan beradaptasi sesuai dengan tahapan pertumbuhannya. Hasil identifikasi model budaya organisasi pada PT. XYZ dapat dipergunakan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan pada budaya organisasi yang telah ada dan menentukan kebutuhan budaya organisasi. Penentuan prioritas kebutuhan budaya organisasi akan menjadi masukan untuk dapat menjawab tujuan penelitian yang kedua yaitu budaya organisasi apa yang sesuai dengan perkembangan organisasi PT. XYZ. Alat ukur yang digunakan adalah ranking skala Likert. Dengan skala Likert dapat diketahui apa saja kebutuhan perubahan yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan budaya organisasi yang lebih baik sehingga menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan. Dengan nilai indeks akan diketahui seberapa besar nilai pada masing-masing aspek dan kemudian disusun suatu ranking mengenai prioritas kebutuhan yang perlu dilakukan oleh PT. XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai statistik t hitung atas kekentalan budaya PT XYZ adalah.30 sementara nilai statistik t tabel dengan df = 16 pada selang kepercayaan 95% adalah 26,30. Perhitungan atas budaya kemasyarakatan kontekstual PT. XYZ menunjukkan t hitung sebesar 120,OO sementara t tabel dengan df = 28 pada selang kepercayaan 95% adalah 41,34. Sementara untuk pertumbuhan organisasi yang adaptif nilai t hitung yang diperoleh adalah 14,40 dan nilai t tabel pada df = 8 dengan selang kepercayaan 95% adalah 15,51. Hal ini menunjukkan bahwa PT. XYZ memiliki kekentalan budaya pada tingkat yang lemah, tidak memiliki budaya kernasyarakatan kontekstual serta cukup memiliki pertumbuhan organisasi yang memberikan wadah bagi adaptivitas perusahaan. Dengan demikian hasil ini menunjukkan bahwa model budaya organisasi pada PT. XYZ adalah pada model budaya Strong Culture dengan tingkat lemah. Berdasarkan identifikasi model budaya organisasi yang telah dilakukan dan hasil analisis data yang diberikan oleh responden maka terdapat enam prioritas kebutuhan organisasi pada PT. XYZ, yaitu pertarna kebutuhan perubahan manajemen untuk dapat meningkatkan kinerja (nilai indeks 11,8), yang kedua adalah kebutuhan agar manajemen memperhatikan hubungan yang harmonis antara pelanggan, pemegang saham dan karyawan (nilai indeks 11,O) Yang ketiga adalah pelaksanaan manajemen yang sesuai dalam hubungannya dengan efisiensi, produktivitas, kepemimpinan, motivasi kerja serta komitmen (nilai indeks 10,6). Yang keempat kebutuhan pemberian penghargaan pada karyawan yang berprestasi (nilai indeks 10,4) Yang kelima yaitu mengenai kejelasan kriteria dan jangka waktu promosi jabatan (nilai indeks 10,O). Dan yang keenam adalah memberlakukan jenjang karir yang jelas dan atas dasar prestasi (nilai indeks 9,8). Dengan mempertimbangkan model budaya organisasi yang telah ada dan prioritas kebutuhan perubahan budaya organisasi (corporafe culture) yang berhasil diidentifikasi maka penulis merekomendasikan suatu model budaya organisasi baru bagi PT. XYZ yaitu budaya organisasi Strong- Context Fit-Adaptive. Artinya adalah PT. XYZ harus mengembangkan budaya organisasi yang kuat dengan karakter kepemimpinan yang memiliki strong leadership, insider resources dan outsider perspective, dan membangun visi dan misi bisnis yang jelas dan dipatuhi serta benar-benar dilaksanakan dalam keseharian oleh semua anggota organisasi dengan berlandaskan pada nilai-nilai dasar pada PT. XYZ yaitu kejujuran dan komitmen serta koordinasi. Sementara itu juga tidak mengabaikan budaya kemasyarakatan kontekstual sehingga terdapat keselarasan antara fungsi manajerial yang dijalankan dengan berbagai aspek seperti cara bagaimana perusahaan melakukan pembiayaan, bagaimana hubungan ketenagakerjaan dan bagaimana agar perusahaan mampu memberikan kepuasan pada pelanggan. Demikian pula model baru ini memberikan kesempatan untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mendorong munculnya perilaku kepemimpinan pada semua anggota sehingga dapat dengan mudah melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan dalam lingkungan. Perubahan model budaya organisasi menuju model budaya Sfrong- Context Fit-Adaptive juga memerlukan pertimbangan akan metode perubahan budaya yang efektif. Berdasarkan analisis tahapan perturnbuhan organisasi maka PT. XYZ adalah pada tahap pertumbuhan atau kelahiran awal dimana metoda perubahan yang efektif adalah dengan menggunakan salah satu dari metode evolusi secara alami, evolusi terpimpin, evolusi melalui terapi organisasi dan evolusi melalui perubahan manajemen yang ditangani oleh pihak luar (change agent). Metode yang paling tepat untuk PT. XYZ adalah evolusi terpimpin atau evolusi melalui terapi organisasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis, Budaya, Organisasi
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Dec 2011 06:12
Last Modified: 28 Dec 2011 06:12
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/541

Actions (login required)

View Item View Item