Strategi Pengembangan Usaha Ternak Di Kabupaten Bulukumba. Propinsi Sulawesi Selatan

Achmad, Machmud (2001) Strategi Pengembangan Usaha Ternak Di Kabupaten Bulukumba. Propinsi Sulawesi Selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
e6-01-machmud-achmad-cover.pdf

Download (278kB)
[img]
Preview
PDF
e6-02-machmud-achmad-ringkasaneksekutif.pdf

Download (334kB)
[img]
Preview
PDF
e6-03-machmud-achmad-daftarisi.pdf

Download (275kB)
[img]
Preview
PDF
e6-04-machmud-achmad-pendahuluan.pdf

Download (420kB)

Abstract

Strategi pembangunan ekonomi daerah yang sesuai dengan asas demokrasi ekonomi yakni dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat adalah strategi pembangunan yang yang berbasis pada pendayagunaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berkelanjutan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk lebih menggalakkan pembangunan di kawasan timur Indonesia maka diperlukan adanya usaha-usaha pengembangan agribisnis secara terpadu dengan mengikutsertakan berbagai potensi daerah. Tujuan dari pengembangan tersebut harus dapat meningkatkan pendapatan petani yang berpendapatan rsndah, membangun agribisnis sebagai usaha terpadu, pemanfaatan sumberdaya lahan yang berdayaguna dan berhasil guna serta pemerataan pendapatan di pedesaan. Dalam konteks pembangunan agribisnis, setiap daerah perlu mengembangkan kegiatan agribisnis secara spesifik berdasarkan keunggulan masing-masing daerah. Berdasarkan kondisi agroekologisnya untuk wilayah Sulawesi memiliki kekhususan dalam perkebunan, peternakan, pangan dan hortikultura. PUTKATI (Proyek pengembangan usahatani dan ternak di kawasan timur Indonesia) yang dilakukan secara terpadu antara subsektor peternakan, pertaniantanaman pangan dan hortikultura serta perkebunan dengan lokasi kegiatan di sembilan kabupaten di tiga propinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku adalah salah satu contoh dari upaya mengembangkan usaha ternak di Kawasan Timur Indonesia. Masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha ternak di Kabupaten Bulukumba adalah petani yang tidak diberdayakan dalam kemampuan usahanya. Usaha ternak yang dikembangkan hanya te&atas pada pernberian input saja. Pengembangan usaha ternak didalam pelaksanaannya sering terfokus hanya pada salah satu subsektor saja serta kurang mengoptimalkan peran atau partisipasi peternak sebagai pelaku utama dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan. Keberhasilan pengembangan usaha ternak di kawasan timur Indonesia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sumber daya alam, manusia dan teknologi. Selain itu, kebijakan yang berubah - ubah dari para pengambil keputusan di daerah dapat menjadi masalah dalam pengembangan usahe ternak. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi upaya untuk memperbaiki kesejahteraan peternak di daerah miskin yang menjadi tujuan dari pengembangan agribisnis di Kawasan Timur Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak di Kabupaten Bulukumba, Propinsi Sulawesi Selatan dan (2) memilih strategi yang tepat untuk pengembangan usaha ternak di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripti dalam bentuk studi kasus. Studi kasus yang digunakan adalah proyek pengembangan usaha ternak (PUTKATI) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada para pelakudan aktor yang terlibat dalam pengembangan usaha ternak serta obsewasi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain visi, misi dan tujuan pembangunan ekonomi Kabupaten Bulukumba, data sistem atau pola pengembangan agribisnis termasuk usaha ternak yang dilakukan, data faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak di Kabupaten Bulukumba sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka (literatur), Direktorat Jenderal Peternakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Responden dalam penelitian, ini dipilih dengan menggunakan metode pengambilan contoh tidak berpeluang (non probability sampling) secara disengaja (purposive sampling). Responden dipilih dengan pertimbangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidang yang diteliti. Responden dalam penelitian ini terbaai meniadi dua kelomwok vakni kelokpok petanilpeternak (masyarakat) ian pengambil kebijakan (akrat). Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan program excel pada MS Office 1998 untuk pengolahan matrik AHP selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk menyusun alternatif strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang berupa kekuatan dan kelemailan yang dimiliki oleh Kabupeten Bulukumba serta ancaman dan peluang yang dihadapi dapat mempengaruhi pengembangan usaha ternak Faktor kekuatan yang dimiliki oleh Kabupaten Bulukumba adalah (1) luas lahan yang has, (2) letak geografis, (3) iklim kering yang cocok dan (4) sistem irigasi yang baik. Adapun kelemahan yang dimiliki adalah (1) aspek modal, (2) sumberdaya manusia, (3) teknik budidaya, (4) sarana dan prasarana, (5) kelembagaan serta (6) keterkaitan dengan sektor lain. Adapun peluang yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha temak di Kabupaten Bulukumba adalah (I) pasar yang masih terbuka akibat pengembangan wilayah di kawasan Timur Indonesia, (2) otonomi daerah, (3) kebutuhan daging sapi yang makin tinggi di Propinsi Sulawesi Selatan, (4) adanya bantuan dana luar negeri, (5) program swasembada daging tahun 2005 dan (6) kebijakan pemerintah untuk pengembangan KTI. Sementara itu ancaman yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha ternak adalah (1) nilai tukar rupiah yang tidak menentu, (2) kondisi politik yang belum stabil serta (3) masih tingginya import daging. Strategi pengembangan usaha ternak di Kabupaten Bulukumba berdasarkan hasil dari penelitian ini sesuai dengan prioritasnya alternatif strateginya adalah (1) mengembangkan usaha ternak melalui pengadaan modal, (2) menjalin kemitraan usaha ternak antara petani dan pengusaha (3) mengembangkan secara bersama - sama infrastruktur, menetapkan rencana pengembangan usaha ternak yang jelas serta peningkatan pembinaan kepada kelompok tani dan (4) melakukan pengembangan usaha ternak secara ekstensif dengan tujuan (1) meningkatkan pendapatan petani, (2) membangun usaha ternak, (3) memanfaatkan sumberdaya lahan dan (4) meningkatkan populasi sapi Bali. Pelaku yang terlibat dalam strategi pengembangan usaha temak di Kabupaten Bulukumba adalah (1) peternak, (2) Ginas Peternakan, (3) BAPPEDA, (4) lembaga permodalan, (5) Direktorat Jenderal Peternakan serta (6) institusi pendidikan. Sedangkan faktor penentu keberhasilan usaha ternak adalah (1) dukungan keterkaitan dengan sektor lain, (2) dukungan sarana dan prasarana, (3) modal, (4) kelembagaan dan regulasi, (5) daya dukung lingkungan dan ketersediaan lahan, aspek teknologi dan budidaya dan yang terakhir (6) ketersediaan dan kualitas SDM yang baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan, Usaha Ternak, Bulukumba
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 31 Dec 2011 02:17
Last Modified: 31 Dec 2011 02:17
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/575

Actions (login required)

View Item View Item