Tipologi pedagang pengecer tanaman hias studi kasus jakarta selatan

Ferrianto Hadisetiawan, Djais (1997) Tipologi pedagang pengecer tanaman hias studi kasus jakarta selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
1-01-Ferrianto-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-02-Ferrianto-RingkasanEksekutif.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-03-Ferrianto-daftarIsi.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
1-04-Ferrianto-pendahuluan.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tanaman hias merupakan salah satu tanaman Hortikultura non pangan dan di budidayakan untuk dinikmati keindahan atau nilai estetikanya. Akhir-akhir ini tanaman hias mempunyai peluang pasar yang semakin membaik. Hal ini diantaranya disebabkan karena adanya perubahan pola tata kehidupan masyarakat dan perkembangan perumahan yang cukup tinggi. Peluang pasar yang cukup tinggi ini telah dimanfaatkan oleh para Pedagang Pengecer tanaman hias dengan mendirikan usaha perdagangan eceran tanaman hias, terutama disepanjang jalur jalan dan jalur hijau kota. Ditinjau dari sisi kegiatan agribisnis, usaha yang dilakukan oleh para Pedagang ini mempunyai posisi yang sangat penting karena merupakan salah satu rantai dalam kegiatan agribisnis. Dampak positif yang dapat dirasakan adalah tidak saja pada peningkatan pendapatan masyarakat atau ekonomi daerah akan tetapi juga dapat berperan sebagai katup penyedia lapangan kerja. Tumbuh dan berkembangnya para Pedagang Pengecer tanaman hias ini dicirikan oleh keragaman yang cukup bervariasi. Di satu sisi dapat ditemuinya Pedagang-pedagang Pengecer yang telah mampu berperan sebagai salah satu saluran distribusi dari Produsen (pembibit) kepada Konsumen. Namun disisi lain masih banyak dapat ditemui pedagangpedagang yang memiliki keterbatasan, terutama dalam usaha meningkatkan volume penjualannya. Alasan klasik yang biasa disampaikan adalah karena dihadapkan pada keterbatasan modal dan keterbatasan kemampuan pengelolaan. Terjadinya perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antar para Pedagang Pengecer tanaman hias diduga disebabkan karena adanya perbedaan intensitas dari pada variabel-variabel yang mempengaruhinya. Tidak semua Pedagang memiliki kemampuan untuk mengakomodasi atau mengembangkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi. Pembinaan dan tindak turun tangan dari para pembina pengusaha kecil sangat di harapkan agar para Pedagang Pengecer tanaman hias dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang diharapkan. Mengingat pada saat ini belum terkenalnya karakteristik dari para Pedagang Pengecer tanaman hias, maka kiranya akan dapat bermanfaat bila dilakukan penelitian terutama yang difokuskan pada pengenalan tipologi para Pedagang Pengecer tersebut sehingga para pembina pengusaha kecil dapat memberikan bantuan penangan an pengem bangan. Ada tiga permasalahan utama yang akan diteliti yakni perlama, adalah bagaimana karakteristik Pedagang Pengecer tanaman hias, kedua adalah bagaimana tingkat efisiensi dari para Pedagang Pengecer tanam an hias dalam mengelola kegiatan usahanya, dan ketiga adalah bagaimana arahan penanganan pengembangan untuk menghadapi masa yang akan datang. Berdasarkan atas uraian yang dikemukakan di atas maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah perlama, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi dan kedua adalah mengkaji tipologi para Pedagang Pengecer tanaman hias serta ketiga adalah merumuskan arahan penanganan pengembangan bagi para Pedagang Pengecer tanaman hias. Dalam melakukan penelitian tipologi Pedagang Pengecer tanaman hias dapat dideteksi dari pengenalan terhadap karakteristik penawaran yang dilakukan oleh para Pedagang (Supply Side Approached). Disamping itu karakteristik Pedagang Pengecer tanaman hias dapat dikenali dari struktur biaya yang digunakan dalam melakukan kegiatan usahanya, terutama sekali dalam kaitannya dengan usaha meningkatkan volume penjualan yang merupakan salah satu indikator keberhasilan para Pedagang. Dalam penerapannya, Wilson et. al (1992) menyatakan bahwa untuk dapat mengenali karakteristik Pedagang Pengecer ada empat aspek yang perlu dideteksi, yakni luasnya lini produk, bentuk kepemilikan, fasilitas yang digunakan, dan ukuran atau besaran kegiatan usaha. Berdasarkan atas keempat aspek ini dapat diturunkan sebelas variabel yang digunakan untuk mengenali tipologi Pedagang Pengecer tanaman hias tersebut. Kesebelas variabel tersebut adalah : VAR 01 nilai penjualan, VAR 02 tingkat pendidikan dan pengalam an, VAR 03 modal, VAR 04 biaya tranportasi, VAR 05 biaya pemeliharaan, VAR 06 biaya sewa lokasi, VAR 07 luas areal usaha, VAR 08 kedudukan tempat berusaha, VAR 09 fasilitas yang dimiliki, VAR 10 kepemilikan, VAR 11 kemampuan finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana pengambilan sampel yang dilakukan adalah mengikuti prinsip pengambilan sampel non acak (pengambilan sampel purposif), dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Dengan menggunakan analisa cluster, variabel-variabel yang dapat mempengaruhi atau mencirikan Pedagang Pengecer tanaman hias akan dianalisa tingkat keterdekatannya dan selanjutnya akan dikelompokan ke dalam beberapa cluster. Lebih lanjut, pada setiap kelompok/cluster Pedagang Pengecertanaman hias tersebut dianalisa perbandingan antara biaya produksi (fixed cost dan variabel cost) dengan output yang dihasilkannya. Dengan menggunakan analisa ini pada tahap awal dapat dikenali tingkat efisiensi dari setiap kelompok/cluster Pedagang Pengecer tanaman hias. Hubungan antarvariabel terutama antara variabel tidak bebas dengan variable bebas merupakan salah salu indikalor yang dapal digunakan untuk mengenali karaklelislik Pedagang Pengecer tanaman hias. Untuk ini pendekalan yang digunakan, adalah melode analisis regresi berganda. Berdasarkan alas hasil analisa yang lelah dilakukan dapal diperoleh empat kelompok/cluster Pedagang Pengecer tanaman hias di wilayah Jakarta Selaian. Setiap kelompok/cluster mempunyai karakteristik/ciri tersendiri baik dilihat dari sisi lokasi dan kesebelas variabel yang dikaji. Ditinjau dari segi lokasi dapat dikenali bahwa untuk kelompok/cluster pertama pada umumnya berada di kawasan Pamulang. Kelompok/cluster kedua berada di Kawasan Lebak Bulus dan TB. Simatupang. Kelompok/cluster keliga menyebar di kawasan TB. Simatupang, Blok P, Bintaro, dan Lebak Sulus. Sedangkan kelompok/cluster keempal berada pada tiga kawasan yakni TS. Simatupang, Siok P dan Kawasan TVRI. Rata-Rata nilai penjualan per minggu pada seliap kelompok/cluster Pedagang Pengecer tanaman hias berbeda cukup menonjol yakitu nilai terendah dimiliki oleh kelompok/cluster perlama yakni sebesar Rp 213.000,dan yang tertinggi adalah kelompok/cluster keempal yakni Rp 2.091.666,-. Disamping itu rata-Rata modal pada seliap kelompok/cluster Pedagang Pengecer tanaman hias juga memiliki pola yang sama dimana rata-Rata modal terendah dimiliki oleh kelompok/cluster perlama yakni sebesar Rp 800.000,dan tertinggi adalah dimiliki oleh kelompok/cluster keempat sebesar Rp 4.583.333,-. Khusus untuk nilai rata-Rata biaya total per minggu (terdiri dari biaya transportasi, biaya pemeliharaan, dan biaya sewa lokasi) dapal terlihat adanya perbedaan yang cukup menyolok anlar kelompok/cluster Pedagang. Kelompok/cluster pertama memiliki nilai biaya total terendah sebesar Rp 40.393,- sedangkan kelompok/cluster keempat memiliki nilai biaya total tertinggi yakni sebesar Rp 605.000,-. Modal dan biaya total bila dibandingkan dengan nilai penjualan akan dapat dikenali tingkat efisiensi dari setiap kelompok/cluster Pedagang Pengecer tanaman hias. Untuk pemanfaatan modal dapat dikenali bahwa kelompok/ cluster keempat memiliki tingkat efisiensi yang tertinggi, dimana untuk menghasilkan satu rupiah nilai penjualan dibuluhkan modal yang terendah yailu 2,19 persen. Sedangkan kelompok/cluster kedua memiliki tingkat efisiensi yang terendah dengan nilai 4,03 persen. Pada pemanfaalan biaya total, polanya agak berlainan dimana untuk menghasilkan satu rupiah nilai penjualan kelompok/cluster keempat harus mengeluarkan biaya total yang tertinggi. Hal ini menunjukkan tingkat efisiensi yang rendah. Untuk pemanfaalan biaya total dengan tingkat efisiensi tertinggi dimiliki oleh kelompok ketiga. Berdasarkan analisa hubungan anlara jum lah modal, biaya transportasi, biaya pemeliharaan dan biaya sewa lokasi, dikelahui bahwa pada tingkat kepercayaan 95 persen, ternyala secara terpisah hanya jumlah modal, biaya transportasi dan biaya sewa lokasi yang berpengaruh lerhadap nilai penjualan. Sedangkan secara bersama-sama modal, biaya transportasi, biaya pemeliharaan dan biaya sewa lokasi berpengaruh nyata terhadap nilai penjualan. Pada tingkat kepercayaan 80 persen, hasil analisa menunjukan bahwa baik secara terpisah maupun bersama-sama, jumlah modal, biaya transportasi, biaya pemeliharaan dan biaya sewa lokasi berpengaruh nyala lerhadap nilai penjualan. Berdasarkan analisa marjin, terlihat bahwa kelompok/cluster yang memiliki marjin absolut tertinggi adalah kelompok keempat yaitu dengan nilai marjin Rp 788.000,-. Namun jika ditinjau dari ratio antara biaya yang dikeluarkan dengan keuntungan yang diperoleh dengan tingkat teknologi yang diterapkan saat ini. ternyata kelompok/cluster ketiga merupakan kelompok/ cluster yang memiliki tingkat efisiensi tertinggi. Sedang kelompok/cluster keempat berada pada tingkat efisiensi terendah, yang ditunjukan dengan persentase biaya yang tertinggi serta persentasi keuntungan terendah. Dengan menggunakan pendekatan analisa SWOT, keempat kelompok/cluster Pedagang tersebut yang mana merupakan ciri dari pada tipologi para Pedagang Pengecer tanaman hias di telaah secara lebih mendalam terhadap aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Selanjutnya dirumuskan strategi penanganan pengembangan yang ditekankan pada : 1. Kelompok/cluster Pertama, Ditujukan pada usaha meningkatkan peranan atau posisi para pedagang dalam Iingkup pasar yang ada 2. Kelompok/cluster Kedua, Ditujukan untuk mengembangkan terobosan baru dalam meraih peluang pasar 3. Kelompok/cluster Ketiga, Ditujukan untuk peningkatan kemampuan pengelolaan dengan penekanan pada diversifikasi target pasar 4. Kelompok/cluster Keempat, Ditujukan untuk peningkatan pengelolaan dan perencanaan yang ditekankan pada diversifikasi target pasar dan diversifikasi kegiatan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tipologi pedagang pengecer tanaman hias studi kasus jakarta selatan
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 29 Dec 2011 04:49
Last Modified: 29 Dec 2011 04:49
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/581

Actions (login required)

View Item View Item