ANALISIS KELAYAKAN PEMBUKAAN KANTOR CABANG PEMBANTU ( Studi Kasus Pada Bank BNI )

Prasetio, Muhammad (2002) ANALISIS KELAYAKAN PEMBUKAAN KANTOR CABANG PEMBANTU ( Studi Kasus Pada Bank BNI ). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
8e-01-mohammad-cover.pdf - Published Version

Download (55kB)
[img]
Preview
PDF
8e-02-mohammad-ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (145kB)
[img]
Preview
PDF
8e-03-mohammad-daftarisi.pdf - Published Version

Download (80kB)
[img]
Preview
PDF
8e-04-mohammad-bab1pendahuluan.pdf - Published Version

Download (211kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sampai saat ini jaringan bisnis Bank BNI yang berada di daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman, baru dapat dikelola oleh Kantor Cabang Bukittinggi yang dibantu oleh dua unit usahanya, yakni Capem Padang Panjang dan satu unit Kas Mobil di Pasar Aur Kuning, beroperasi selama empat jam pada setiap hari Senin dan Rabu (dua kali dalam satu minggu). Jaringan ini masih jauh dari memadai dibandingkan keharusan penerapan rencana strategis dari corporate plan Bank BNI, terutama yang terkait dengan masalah aktivitas di segmen retail dan sosialisasi konsep perbankan universal. Dilihat dari sisi lokasi, sudah sangat tepat ketika Bank BNI menempatkan unit usahanya di Bukittinggi, karena daerah ini merupakan pusat pengembangan Keparawisataan ; Perdagangan ; industri Rakyat 1 Kerajinan Rumah Tangga ; Kebudayaan dan Pendidikan. Namun bagi pebisnis yang mempunyai fokus terhadap perdagangan, untuk saat ini perlu memperhatikan eksistensi dari pasar Aur Kuning Bukittinggi yang telah berubah menjadi sentra bisnis (pasar regional) perdagangan grosir dan eceran garmen di wilayah Sumatera, terutama Sumatera Barat (termasuk Padang), Sumatera Utara bagian selatan. Riau. Jambi, Bengkulu dan Palembang. Kontribusi aktivitas perbankan Pasar Aur Kuning dibandingkan 2 (dua) pasar lainnya, yaitu Pasar Atas dan Pasar Bawah diperkirakan mencapai 75% dari total aktivitas perbankan di ketiga pasar tersebut, sementara kontribusi bisnis Bank BNI di Pasar Aur Kuning hampir menguasai 30% dari total pangsa pasar perbankan yang ada di Pasar Aur Kuning. Oleh karena itu sisa pangsa pasar yang ada merupakan lahan yang potensial untuk dijadikan target market Bank BNI. Kondisi ini ditunjang karena di masyarakat Bukittinggi, Bank BNI sudah sedemikian terposisi sebagai Bank yang mempunyai citra (reputasi) bank yang positif dan mampu memenuhi kebutuhan akan fasilitas perbankan yang lengkap dan modern, sehingga pada masa krisispun Bank BNI masih dapat eksis di lokasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganaiisis kelayakan aspek teknis, ekonomis dan komersial dengan menggunakan analisis lingkungan perusahaan, khususnya untuk Bank BNI kantor Cabang Bukittinggi, (2) menganalisis kelayakan finansial pembukaan Kantor Cabang Pembantu di pasar Aur Kuning Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kelayakan pembukaan Kantor Cabang Pernbantu (Capem). Tinjauan kelayakan dilihat dari aspek lingkungan perusahaan, yaitu (1) aspek pasar dan pemasaran. (2) aspek teknis dan teknologi. (3) aspek rnanajemen operasi, (4) aspek keuangan BNI Cabang Bukittinggi. Selanjutnya penelitian juga akan membahas secara fokus pada kelayakan finansial dengan metode analisis break even point dan payback period. Adapun kriteria kelayakan finansial untuk pembukaan Kantor Cabang Pembantu didasarkan kepada keharusan unit-unit operasional untuk mampu memperoleh laba sebelum tahun ketiga. Dengan kata lain bahwa unit operasional tidak boleh rugi selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Hasii peneiitian ini menunjukkan bahwa produk dana dan kredit Bank BNI cukup dominan di Pasar Aur Kuning, sehingga sangat potensial untuk berkembang di masa yang akan datang. Di samping itu untuk produk jasa Bank BNI juga potensial untuk berkembang mengingat perilaku masyarakat di sekitar pasar Aur Kuning, pada umumnya sensitif terhadap kecepatan pelayanan Bank yang dapat menunjang percepatan transaksinya, misalnya transfer untuk pembelian barang dari kota-kota lain dipulau Jawa dan segera menyimpan hasil transaksinya di rekening Bank masing-masing. Ditambah lagi dengan tingkat kriminalitas yang sudah rnulai tinggi, sementara para pembeli umumnya melakukan pembayaran secara cash, kecenderungannya para pedagang berusaha untuk langsung dapat menyetorkan hasil penjualannya ke Bank. Dengan menganalisis aspek pasar dan pemasaran diperoleh sasaran Kantor Cabang Pembantu Pasar Aur Kuning yaitu (1) Pedagang, para pedagang yang berusaha di lokasi tersebut, baik melalui proses intensifikasi market (sudah menjadi nasabah) maupun ektensifikasi market, dengan produk yang terkait langsung dengan usaha perdagangan, antara lain Tabungan Plus, Giro, sarana Kiriman/Transfer. Uang, Kartu ATM, Kliring/lnkaso. Kredit Modal Kerja dan investasi perdagangan, serta Kartu Kredit, (2) Pekerja, para pekerja yang terlibat dalam proses perdagangan namun bukan merupakan pemilik toko untuk target pemasaran produk tabungan plus dan ATM. Lebih jauh termasuk mahasiswa dan Civitas Akademika lainnya. (3) Pembeli, para pembeli yang membutuhkan dana tunai dan memerlukan jaringan online Bank BNI, serta para pembeli dari luar negeri (Malaysia) yang membutuhkan jasa money changer, (4) lnstansi Pemerintahan, yaitu Kantor Pelayanan Pajak dan lnstansi lainnya, untuk produk taplus, pembayaran gaji, kartu ATM, kredit konsumtif dan pembayaran pajak. Analisis aspek teknis dan teknoiogi memberikan gambaran bahwa infrastruktur teknologi yang dibutuhkan untuk merealisasi rencana pembukaan Kantor Cabang Pembantu tersebut tidak rnasalah, karena Bank BNI telah memiliki jaringan antar cabang yang terhubung secara online. Sarana yang diperlukan adalah jaringan komunikasi yang dapat menghubungkan outlet yang akan dibuka tersebut dengan jaringan sistem yang ada dan yang paling mudah adalah dengan menggunakan VSAT. Pembahasan aspek manajemen operasi sangat terkait dengan operasional dari unit-unit operasional yang dapat dibedakan dari aktivitas usaha dari masing-masing unit operasional'. Untuk setingkat Kantor Cabang Pembantu dibutuhkan tenaga yang terdiri dari 1 (satu) Pemimpin, 1 (satu) Penyelia Pemasaran/RKJ, 1 (satu) Asisten Pemasaran. 1 (satu) Asisten RKJ, 2 (dua) Teller, 1 (satu) Satpam, 1 (satu) Sopir dan 1 (satu) Penjaga Malam. Aspek perusahaan lainnya adalah aspek keuangan yang dalam penelitian ini akan dibahas mengenai aspek keuangan BNI Cabang Bukittinggi dengan hasil bahwa sesuai data keuangan perusahaan. Cabang Bukittinggi adalah merupakan cabang penghimpun dana, artinya dibandingkan perolehan pendapatan dari penyaluran kredit, cabang Bukittinggi lebih berpotensi dari sisi perolehan pendapatan dari penghimpunan dana. Walaupun potensi cabang adalah sebagai cabang penghimpunan dana, dari aspek ekonomi dan komersial ha1 ini tidak menjadi masalah karena yang terpenting cabang dapat memperoleh laba. Oleh karenanya sasaran yang paling utama adalah pelayanan kepada nasabah dana menjadi penting, sehingga sudah sangat tepat bila Bank BNI membuka outlet baru di Pasar Aur Kuning guna menjaring pangsa pasar yang belum tersentuh dan memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Selanjutnya dikaitkan dengan kelayakan finansial dalam rangka pembukaan Kantor Cabang Pembantu Pasar Aur Kuning, yaitu dengan metode break even point dan payback period dengan hasil : (1) skenario optimis untuk aktivitas yang berasal dari Nasabah Lama & Baru, BEP tercapai pada dana sebesar Rp.3.310.050.000,- dengan komposisi Giro Rp.127.310.000,- (3.85%), Deposito Rp.1.273.100.000,- (38,46%) dan Tabungan Rp.1.909.650.000,- (57,69%), serta lamanya waktu pengembalian investasi (payback period) adalah pada bulan kesepuluh tahun pertama; (2) skenario pesimis untuk aktivitas yang berasal dari Nasabah Lama & Baru, BEP tercapai pada dana sebesar Rp.3.950.170.000,- dengan komposisi Giro Rp.151.930.000.- (3,85%), Deposito Rp.1.519.300.000,- (38,46%) dan Tabungan Rp.2.278.950.000,- (57,69%), serta lamanya waktu pengembalian investasi (payback period) adalah pada bulan kesebelas tahun pertama; (3) skenario optimis untuk aktivitas yang berasal dari Nasabah Baru, BEP tercapai pada dana sebesar Rp.2.870.580.000,- dengan komposisi Giro Rp.168.860.000.- (5,88%), Deposito Rp.337.720.000,- (1 1,76%)' dan Tabungan Rp.2.364.010.000,- (82,35%), serta lamanya waktu pengembalian investasi (payback period) adalah pada bulan ketiga tahun kedua; (4) skenario pesimis untuk aktivitas yang berasal dari Nasabah Lama & Baru, BEP tercapai pada dana sebesar Rp.3.352.520.000,- dengan komposisi Giro Rp.197.210.000.- (5.88%), Deposito Rp.394.210.000,- (11,76%) dan Tabungan Rp.2:760.900.000,- (82,35%), serta lamanya waktu pengembalian investasi (payback period) adaiah pada bulan kelima tahun kedua. Dengan hasil analisis kelayakan finansial tersebut dan mengacu kepada ketentuan bahwa unit operasional harus profit sebelum 3 (tiga) tahun beroperasi, maka pembukaan Kantor Cabang Pembantu Pasar Aur Kuning - Bukittinggi dapat dikatakan layak secara finansial.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Kelayakan. Analisis Lingkungan Perusahaan. Analisis Deskriptif, Studi Kasus, Location Quotient (LQ), Pasar Aur Kuning Bukittinggi Sumatera Barat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Break Even Point, Payback Period, Perbankan. Investasi. Dana Masyarakat, Kredit. Jasa, Pendapatan dan Biaya.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: Staff-3 Perpustakaan
Date Deposited: 31 Dec 2011 02:19
Last Modified: 31 Dec 2011 02:19
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/626

Actions (login required)

View Item View Item