Kajian Aplikasi Budaya Kerja dalam Meningkatkan Motivasi Pegawai (Studi Kasus pada PT. Bank “X” di Jakarta)

Djati, Yogini, Ratna , Eugenia (1997) Kajian Aplikasi Budaya Kerja dalam Meningkatkan Motivasi Pegawai (Studi Kasus pada PT. Bank “X” di Jakarta). Masters thesis, IPB.

[img] Microsoft Word
Eugenia_Yogini_Ratna_Djati_RE.doc - Published Version

Download (43kB)
[img]
Preview
PDF
R9-01-EugeniaYoginiRatnaDjati-cover.pdf

Download (543kB)
[img]
Preview
PDF
R9-02-EugeniaYoginiRatnaDjati-RE.pdf

Download (547kB)
[img]
Preview
PDF
R9-03-EugeniaYoginiRatnaDjati-DaIsi.pdf

Download (512kB)
[img]
Preview
PDF
R9-04-EugeniaYoginiRatnaDjati-Bab1.pdf

Download (583kB)
[img] PDF
R9-05-EugeniaYoginiRatnaDjati-Bab2DST.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Masalah budaya dalam organisasi dan manajemen, baik dalam kepustakaan maupun dalam praktek sehari-hari pada dua dasa warsa terakhir ini menjadi focus perhatian masyarakat. Hal ini disebabkan antara lain, setelah melihat kemajuan industry Jepang, yang dalam waktu cepat mampu memasuki pasar di seluruh penjuru dunia. Budaya perusahaan dipercayai sebagai salah satu alat untuk mencapai keunggulan perusahaan. Namun banyak perusahaan mengalami kesulitan untuk menggunakan sewa efektif karena terdapatnya dimensi-dimensi sub kultur yang mempengaruhi kekuatan budaya. Dimensi-dimensi ini tidaklah mudah untuk diidentifikasi dan dikendalikan. Bilamana pegawai mau menerima budaya yang telah disosialisasiian, maka iklim perusahaan akan sehat dan sebaliknya bila mereka tidak mau menerimanya maka iklim perusahaan tidak akan sehat. Dalam menghadapi era globalisasi yang mengakibatkan semakin tajamnya persaingan diantara sesama bisnis perbankan, PT. Bank “Xu” yang berdomisili di Jakarta dan berusaha di bidang perbankan sejak diperoleh kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai Kantor Wilayah memiliki 33 kantor cabang penuh dan 46 kantor cabang pembantu, menyadari bahwa keberhasilan suatu organisasi bisnis dalam menghadapi persaingan sangatlah ditentukan oleh kualitas dan kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya manusia bagi suatu perusahaan merupakan sumberdaya utama, karena kemampuan dan kualitasnya sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Agar dapat di peroleh sumberdaya manusia yang berkualitas salah satunya di perlukan suatu pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawainya. PT. Bank "X" telah merasakan bahwa dengan diadakannya konsolidasi atau pembenahan diri di bidang-bidang tertentu, salah satunya adalah di bidang budaya kerja, dapat membawa perusahaan menjadi bank yang berpredikat "Bank Sehat". Namun, predikat "Bank Sehat" saja tidak cukup, dunia perbankan bersaing untuk dapat memuaskan para pelanggannya yang selalu berusaha untuk memperoleh produk-produk baru yang diciptakan oleh pihak perbankan dengan mutu dan pelayanan yang memuaskan. Untuk itu pihak perbankan harus dapat menciptakan produk-produk baru, bukan saja yang diperlukan oleh para pelanggannya melainkan harus pula mampu menciptakan produk-produk baru yang dibutuhkan pelanggan, sebelurn pelanggan menyadari akan kebutuhannya. Kondisi demikian hanya dapat diciptakan oleh perusahaan yang memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas dan bermotivasi tinggi. Untuk menciptakan dan meningkatkan motivasi pegawai, manajemen harus mampu memenuhi kebutuhan pegawainya, memberikan perhatian terhadap bawahannya, mengganggap pegawai sebagai insan yang tidak semata-mata sebagai pegawai melalui pengamalan terhadap Budaya Kerja perusahaan. Oleh karena itu perumusan masalah berdasarkan hal-hal tersebut di atas adalah : 1. Bagaimana sikap pegawai terhadap norma-norma yang dimiliki perusahaan 2. Bagaimana Budaya Kerja berpengaruh terhadap perilaku yang dimiliki pegawai 3. Faktor-faktor apa yang menjadi sumber motivasi utama pegawai 4. Upaya-upaya apa yang perlu dilakukan untuk menanamkan pentingnya budaya kerja bagi peningkatan motivasi pegawai. Tujuan kajian ini adalah mengevaluasi sikap pegawai terhadap norma-norma yang dimiliki perusahaan, bagaimana pengaruh Budaya Kerja terhadap perilaku pegawai, mengidentivikasi motivasi kerja pegawai pada masing-masing jenjang dan faktor-faktor apa yang menjadi sumber motivasi utama serta mengidentitikasi upaya-upaya apa yang diperlukan agar budaya kerja dapat lebih meningkatkan motivasi pegawai. Ruang lingkup kajian dibatasi pada kajian mengenai aplikasi budaya kerja pada PT.Bank "X" dalam meningkatkan motivasi pegawai, terutama untuk mengeksplorasi butir-butir dalam 5 Pilar Budaya Kerja dan 12 Perilaku Pegawai, yang diduga dapat meningkatkan motivasi pegawai. Dengan batasan subyek penelitian adalah pegawai yang berstatus pegawai tetap dan pegawai kontrak, sedangkan pegawai honor dan tenaga borongan tidak dijadikan subyek dalam kajian ini. Metode penelitian adalah studi kasus dengan menggunakan metode analisis Deskriptip kualitatip dengan pembuktian secara kuantitatif, menggunakan analisis korelasi. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program Statistical Program for Social Science 6.0 for Windows. Subyek penelitian terdiri dari dua tahap, tahap pertama pada elisitasi respon dengan 53 responden dan tahap selanjutnya 46 responden. Pengambiian sampel dilakukan secara sengaja untuk manajer atas, manajer menengah dan bawah serta tenaga administrasi/non manajer. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala penilaian 1 untuk pernyataan sangat tidak setuju sampai dengan 6 untuk pernyataan sangat setuju, dilengkapi dengan wawancara. Pengujian alat dilakukan dengan analisis item dan guna menentukan peran dari 14 faktor motivasi yang diperoleh dari hasil wawancara digunakan analisis faktor. Hasil pengolahan data dengan menggunakan perhitungan rata-rata diperoleh 10 pegawai (52,6 %) dari 19 responden mempunyai sikap di atas rata-rata, 20 pegawai (52,6%) dari 38 responden memiliki perilaku di atas rata-rata, dan 25 pegawai (65,8%) dari 38 responden memiliki motivasi di atas rata-rata. Dengan analisis faktor, terdapat 11 faktor yang menjadi sumber motivasi pegawai (prestasi, pengembangan, pengakuan, gaji, keterlibatan, atasan, tanggung jawab, sikap bawahan, peraturan perusahaan, hubungan dengan sesama, dan lingkungan kerja), dengan uji korelasi 9 faktor (prestasi, pengembangan, pengakuan, gaji, keterlibatan, atasan, tanggung jawab, sikap bawahan, peraturan perusahaan) merupakan sumber motivasi pegawai yang terdapat pada Budaya Kerja. Berdasarkan hasil analisis, belum semua pegawai bersikap positip terhadap budaya kerja, demikian pula dengan perilaku dan motivasi mereka. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pegawai akan termotivasi untuk mengaplikasikan budaya kerja dengan baik jika 11 faktor motivator mereka sudah terpenuhi. Di lain pihak 9 faktor motivator yang terdapat dalam budaya kerja berhubungan secara signitikan (nyata) sehingga diharapkan dapat memotivator pegawai. Berdasarkan hal-ha1 di atas, disarankan agar pengamalan terhadap budaya kerja kepada pegawai dilakukan oleh atasan langsung yang dapat dicerminkan melalui perilaku baik terhadap atasan maupun terhadap bawahan dengan berlaku secara adil, tidak menjadikan Budaya Kerja hanya sebagai slogan. Hal ini dapat memotivasi pegawai untuk mengamalkan Budaya Kerja yang berakibat dapat pula memotivasi pegawai secara bersama-sama mencapai tujuan perusahaan dengan peningkatan produktivitas.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Budaya Kerja, Motivasi Pegawai
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 18 Jan 2012 03:42
Last Modified: 18 Jan 2012 03:42
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/653

Actions (login required)

View Item View Item