Strategi Pengembangan Pimpinan Operasional Melalui Pelatihan Pada PD. Sari Sedap Indonesia

Nurcahyono, M. (1996) Strategi Pengembangan Pimpinan Operasional Melalui Pelatihan Pada PD. Sari Sedap Indonesia. Masters thesis, IPB.

[img] Microsoft Word
M_Nurcahyono_RE.doc - Published Version

Download (37kB)
[img]
Preview
PDF
R9-01-MNurcahyono-cover.pdf

Download (530kB)
[img]
Preview
PDF
R9-02-MNurcahyono-RE.pdf

Download (529kB)
[img]
Preview
PDF
R9-03-MNurcahyono-DaIsi.pdf

Download (508kB)
[img] PDF
R9-04-MNurcahyono-Bab1.pdf

Download (548kB)
[img] PDF
R9-05-MNurcahyono-Bab2DST.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Sumberdaya manusia merupakan aset utama suatu perusahaan, karena tanpa keikutsertaan mereka, aktivitas perusahaan tidak akan terjadi. Dalam proses pencapaian tujuan perusahaan, selalu digunakan faktor produksi seperti modal, material dan sarana kerja. Namun demikian faktor produksi tersebut tidak akan berarti tanpa adanya unsur manusia. Oleh karena itu, sumberdaya manusia tersebut perlu dicari, direncanakan dan dikembangkan serta harus diupayakan pemanfaatannya secara efisien dan efektif. Perusahaan menyadari bahwa untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia tidak hanya cukup didasarkan atas pengalaman kerja saja, tetapi strategi pengembangan sumberdaya manusia tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui penyelenggaraan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satu kelompok sumberdaya manusia yang mempunyai potensi untuk berkembang dan mempunyai peranan penting dalam kedudukannya pada PD. Sari Sedap lndonesia adalah pimpinan operasional, yang mempunyai aktivitas melaksanakan segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemilik dan memimpin sekelompok orang untuk melaksanakannya. PD. Sari Sedap lndonesia merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak dalam bidang industri kecap, sambal dan sirup. Pada awal berdirinya tahun 1971, perusahaan tersebut merupakan industri perumahan yang hanya memproduksi kecap dengan tenaga kerja sebanyak dua belas orang. Saat ini skala usahanya sudah besar dan jumlah tenaga kerjanya mencapai 970 orang. Dalam tingkat persaingan yang semakin ketat seperti saat ini, pemilik perusahaan menyadari bahwa kemampuan pimpinan operasional yang selama ini lebih didasarkan atas pengalaman kerjanya saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan yang semakin berat. Kondisi ini merupakan kendala bagi perusahaan karena para pimpinan operasional tersebut merupakan kunci keberhasilan perusahaan. Rumusan masalah yang dikemukakan adalah (1) Bagaimana mengembangkan sumberdaya manusia khususnya pimpinan operasional dalam upaya mengantisipasi tingkat persaingan yang semakin tajam pada masa yang akan datang (2) Bagaimana menentukan prioritas alternatif strategi pengembangan pimpinan operasional melalui pelatihan. Tujuan dari geladikarya ini melakukan analisis faktor, aktor dan tujuan yang dominan mempengaruhi pelaksanaan program pelatihan pimpinan operasional dan menentukan prioritas alternatif strateginya. Metoda penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan menggunakan daftar pertanyaan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan administrasi dan laporan perusahaan serta hasil studi pustaka. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan metoda Proses Hirarki Analitik (PHA). Pengolahan data dilakukan melalui komputer dengan menggunakan program Lotus 123 Release 5.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang dominan mempengaruhi program penyelenggaraan pelatihan ini adalah sumberdaya manusia pada perusahaan dengan bobot 0,389. Adapun aktor (pelaku) yang dominan adalah pemilik perusahaan dengan bobot 0,366 sebagai penentu kebijakan perusahaan, disamping personalia dan pimpinan operasional sendiri masing-masing dengan bobot 0,195 dan 0,161. Sedangkan tujuan utama dari penyelenggaraan program ini adalah peningkatan produktivitas kerja dengan bobot 0,375 dan peningkatan omset dengan bobot 0,264. Urutan prioritas alternatif strateginya adalah pemilihan materi pelatihan dengan bobot 0,367, program tindak lanjut pasca pelatihan dengan bobot 0,245, pemilihan metoda dan pemilihan penyelenggara pelatihan masing-masing dengan bobot 0,224 dan 0,165. Dari analisis tersebut di atas tampak adanya keterkaitan yang erat pada level hirarkinya. Sumberdaya manusia pada perusahaan yang merupakan faktor yang dominan perlu ditingkatkan pengetahuan dan wawasannya melalui program pelatihan, sedangkan pemilik perusahaan sebagai penentu kebijakan yang merupakan aktor utama diperlukan komitmennya. Peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan omset merupakan tujuan utama baik dari pemilik maupun pimpinan operasional. Hal ini tercermin dari alternatif strategi yaitu pemilihan materi pelatihan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta program tindak lanjut pasca pelatihan yang komponen utamanya adalah promosi dan mutasi. Penyelenggaraan program pelatihan ini merupakan kebijakan perusahaan dalam mengantisipasi adanya perubahan-perubahan yang diperkirakan akan terjadi pada masa mendatang seperti diberlakukannya Undang-Undang Pangan ataupun persyaratan untuk memperoleh sertifikat IS0 9000. Keberhasilan dalam program pelatihan pimpinan operasional ini terkait dengan aspek lainnya seperti kejelasan uraian jabatan yang merupakan penjabaran dari struktur organisasi yang ada, tata letak pabrik yang berkaitan dengan efisiensi, dimana aspek-aspek ini pada PD. Sari Sedap Indonesia berdasarkan observasi masih belum sebagaimana mestinya sehingga dapat menjadi kendala. Berkaitan dengan hal-ha1 tersebut di atas, beberapa saran yang dapat diberikan antara lain ; (1) Dalam penyelenggaraan program pelatihan ini perlu dirancang secara benar dengan dan mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan sumberdaya lain yang dimiliki perusahaan seperti ketersediaan dana dan waktu (2) Melakukan seleksi pada calon peserta pelatihan agar materi dan metode yang digunakan sesuai, sehingga program dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien (3) Melakukan kajian khusus secara mendalam serta langkah-langkah antisipasinya terhadap kondisi yang diduga dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan program pelatihan bagi pimpinan operasional seperti kejelasan uraian jabatan maupun tata letak sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan Pimpinan Operasional, Pelatihan, PD. Sari Sedap Indonesia
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 18 Jan 2012 03:43
Last Modified: 18 Jan 2012 03:43
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/656

Actions (login required)

View Item View Item