Penyusunan Sistem Penggajian PT. FTI Jakarta

Inayah, Naeli (1999) Penyusunan Sistem Penggajian PT. FTI Jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r14_01-NaeliInayah-cover.pdf

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
r14_02-NaeliInayah-ringkasaneksekutif.pdf

Download (341kB)
[img]
Preview
PDF
r14_03-NaeliInayah-daftarisi.pdf

Download (275kB)
[img]
Preview
PDF
r14_04-NaeliInayah-pendahuluan.pdf

Download (318kB)

Abstract

PT. FTI merupakan perusahan swasta nasional yang bergerak di bidang minuman. Produk utama PT. FTI adalah susu sapi pasteurisasi clan yoghurt. Dalam menjalankan perusahan, PT. FTI didukung oleh 51 orang karyawan yang terdiri dari 45 orang tenaga ke rja laki-laki clan 6 orang tenaga kerja wanita. Karyawan sebagai sumberdaya manusia perusahaan merupakan aset penting yang harus dikelola dengan baik Perusahaan harm dapat memotivasi karyawannya agar dapat bergairah dalam bekeja dan memberikan kemampuannya untuk berprestasi secara optimal demi tercapainya tujuan perusahaan. Salah satu cara untuk memotivasi kerja karyawan adalah dengan memberikan imbalan, baik secara finansial maupun non finansial melalui sistem penggajian yang tepat memenuhi prinsip keadilan internal dan eksternal. Hasil identifikasi terhadap masalah yang ada pada PT. FTI dapat diketahui bahwa PT. FTI belum mengkaitkan nilai jabatan atau pekerjaan masing masing karyawan dengan gaji yang diterimanya. Dengan kondisi demikian prinsip keadilan internal belum terpenuhi dalam struktur penggajiannya. Pihak manajemen PT. FTI menghendaki untuk melakukan perbaikan struktur penggajiannya, tetapi mendapat kesulitan karena tidak mempunyai tenaga kerja profesional di bidang tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang dapat diformulasikan adalah (1) Bagaimana sistem penggajian yang berlaku pada PT. FTI dan bagaimana tanggapan karyawan atas sistem penggajian tersebut ?, (2) Bagaimana cara menyusun sistem penggajian yang memenuhi prinsip keadilan internal dan eksternal ?. Adapun tujuan dari penelitian yang berupa geladikarya ini adalah untuk mengkaji sistem penggajian karyawan PT. FTI serta untuk memformulasikan sistem penggajian yang memenuhi prinsip keadilan secara internal dan eksternal. Ruang lingkup Geladikarya ini lebih difokuskan pada perbaikan struktur penggajian yang telah ada agar sistem penggajian PT. FTI dapat memenuhi prinsip-prinsip keadilan yang diharapkan karyawan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner yang terbagi menjadi dua yaitu (1) kuesioner untuk para manajer dan supervisor yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis peke jaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya , dan (2) kuesioner yang dibagikan kepada seluruh karyawan untuk mengetahui tanggapan atas kondisi sistem penggajian yang berlaku. Data kemudian diolah secara manual dan ditabulasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penggajian yang ada belum memberikan kepuasan yang optimal dan karyawan merasakan bahwa imbalan yang diterima belum sebanding dengan beban pekerjaannya. Hal ini tejadi karena PT. FTI belum melakukan penilaian terhadap suatu jabatan atau pekejaan sehingga dalam melakukan penggolongan karyawan tidak berdasarkan nilai pekerjaan yang setara, melainkan hanya berdasarkan struktur jabatan yang ada. Golongan karyawan tersebut terdiri dari 4 golongan, yaitu golongan manajer, asisten manajer, supervisor dan pelaksana. Kondisi ini memungkinkan pekerjaan yang nilainya lebih tinggi diperlakukan sama dengan pekerjaan yang relatif lebih rendah. Kondisi ini merupakan indikasi ketidakadilan internal di dalam mengelola penggajian karyawan. Struktur gaji yang ada belum mempunyai pola yang ideal, karena kisaran gaji untuk masing-masing golongan mempunyai persentase yang berbeda-beda (50, 71,43, 30,77, dan 57, 41 persen) dan tidak diperhitungkan adanya kenaikan gaji berkala dengan masa kejanya. Selain itu, dalam struktur penggajiannya masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antar golongannya. Garis tendensi gaji yang ada juga masih berbentuk garis patah yang menunjukkan bahwa struktur penggajian perusahaan belum memenuhi prinsip keadilan intemal. Struktur gaji yang ada pada PT. FTI mempunyai kisaran sebagai berikut : Golongan Pelaksana = Rp 200.000,OO - 300.000,OO Golongan Supervisor = Rp 350.000,OO - 600.000,OO Golongan Asisten Manajer = RP 650.000,OO - 850.000,OO Golongan Manajer = FE' 700.000,OO - 1.100.000,OO Langkah yang dilakukan untuk menyusun struktur penggajian yang mengkaitkan nilai suatu pekejaan adalah melalui evaluasi pekerjaan dengan metode point system. Untuk mengetahui jenis pekerjaan yang ada di PT. FTI dan faktor -faktor pekerjaan yang mempengaruhinya, disebarkan kuesioner kepada semua manajerlasisten manajer dan supervisor. Langkah selanjutnya adalah memberi nilai pada masing-masing pekerjaan yang ada pada masing-masing departemen dengan berpegang pada 10 faktor pekerjaan yang telah ditetapkan, yaitu faktor pendidikan minimal, pengalaman minimal, inisiatif, tanggung jawab adminiskasi, tanggung jawab alat, tanggung jawab material bahan, tanggung jawab terhadap orang lain, usaha fisik, resiko bahaya dan kondisi keja. Dari hasil penilaian terhadap semua jenis peke jaan, selanjutnya dilakukan pengelompokkan pekejaan. Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang nilainya tidak jauh berbeda berada dalam kelompok yang sama. Hasil dari pengelompokkan ini digunakan untuk penggolongan karyawan. Banyalcnya golongan yang diusulkan adalah sebanyak 5 golongan, yaitu golongan I, !III,I, I V dan V. Dengan melakukan penilaian pekerjaan, maka struktur penggajian yang diusulkan telah menggolongkan karyawannya berdasarkan nilai suatu pekejaan. Sehingga besamya gaji yang diterima oleh karyawan menggambarkan nilailvalue pekerjaan yang dipegang oleh karyawan tersebut. Struktur gaji yang diusulkan mampu menampung kenaikan berkala karyawan dan mengatasi kesenjangan antar golongan. Struktur gaji tersebut juga mempunyai pola kisaran gaji yang sama untuk semua golongannya (210 persen) dan kenaikan gaji antar golongan menurun seiring dengan meningkatnya golongan (45, 40, 35, 30 dan 25 persen) sehingga memperkecil perbedaan antara gaji yang terendah dengan gaji yang tertinggi di perusahaan. Besarnya kisaran gaji dalam satu golongan tersebut mencakup kemungkinan masa keja dalam satu golongan selama 30 tahun dan besarnya kenaikan gaji berkala sebesar 7 persen. Garis tendensi gaji yang dihasilkan pada struktur yang diusulkan berbentuk garis lurus yang mencerminkan adanya prinsip keadilan internal. Besarnya kisaran gaji tersebut adalah : Golongan I = Rp 231.000,OO - 716.100,OO Golongan 11 = Rp 323.400,OO - 1.002.540,OO Golongan III = RP 436.590,OO - 1.353.429,OO Golongan IV = RP 567.567,OO - 1.759.458,OO Golongan V = RP 709.458.80 - 2.199.322,OO Agar sistem penggajian yang diusulkan menjadi lebih sempuma, disarankan bagi perusahaan untuk mengevaluasi sistem dan prosedur penilaian prestasi keja karyawan. Dengan penyempumaan pelaksanaan penilaian prestasi ke j a yang telah dipraktekkan oleh PT. FTI, diharapkan konsistensi kenaikan gaji karena prestasi yang dicapai oleh karyawan dapat tejadi. Selain itu perlu dilakukan survey gaji secara formal agar keadilan eksternal dapat tercapai.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sistem Penggajian, PT. FTI, Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 03:53
Last Modified: 02 Jan 2012 03:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/711

Actions (login required)

View Item View Item