Pengembangan Strategi Pemasaran di PT Cherokendo Benua Wisata

Pandapotan Sitanggang, Pontas (1999) Pengembangan Strategi Pemasaran di PT Cherokendo Benua Wisata. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r14_01-pontasPSitanggang-cover.pdf

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
r14_02-pontasPSitanggang-ringkasaneksekutif.pdf

Download (329kB)
[img]
Preview
PDF
r14_03-pontasPSitanggang-daftarisi.pdf

Download (280kB)
[img]
Preview
PDF
r14_04-pontasPSitanggang-pendahuluan.pdf

Download (449kB)

Abstract

Industri wisata merupakan suatu industri yang komplek, didalamnya terdapat bermacam-macam industri seperti industri makanan, hotel, rumah tangga dan lainnya. Berkembangnya industri wisata akan mendatangkan keuntungan yang besar sehingga banyak negara bemsaha mengembangkan sektor ini. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengembangkan industri wisata, banyak daerah tujuan wisata yang bisa di kembangkan temtama wisata dam. Alam Indonseia yang masih alami merupakan suatu modal besar yang dapat di kembangkan sehingga menghasilkan devisa yang besar untuk negara. PT Cherokendo Benua Wisata melihat peluang dan mengembangkan wisata dam di daerah Sukabumi dan Puncak- Bogor, dipilihnya daerah ini karena target pasar dari perusahaan adalah daerah Jakarta dan sekitarnya. Terdapat banyak masalah dalam pengembangan pemasaran wisata dam sehingga menuntut pihak pengelola untuk membuat strategi yang terbaik dalam menghadapi para pesaing. Untuk itu di buat suatu penelitian terhadap konsumen agar bisa di mmuskan strategi yang akan di buat dalam menghadapi para pesaing dalam bisnis wisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dalam mengambil keputusan bagi pengembangan pemasaran perusahaan dalam menghadapi pesaing. Penelitian ini sifatnya studi kasus yang mengambil pada kasus pemasaran yang ada pada Cherokee. Penelitian di lakukan pada perusahaan wisata dam dengan pengelolanya PT Cherokendo Benua Wisata dengan nama Cherokee Arung Jeram atau Cherokee. Kantor pusat berada di Gedung Fortun lantai IV Jakarta Selatan dengan lokasi kegiatan di sungai Cicatih dan sungai Ciandiri di Sukabumi serta sungai Citameang di Puncak-Bogor. Penelitian dilakukan di sungai Cicatih Sukabumi dengan alasan pada saat ini sungai yang menjadi prioritas penggunaan oleh pihak pengelola adalah sungai Cicatih. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer di dapat dari pengisian kuesioner oleh para tamu Cherokee yang melakukan kegiatan wisata, serta wawancara yang di lakukan terhadap tamu secara langsung dan melalui telepon, selain itu juga di lakukan wawancara terhadap staf Cherokee dan guide yang ada di lapangan, sedangkan untuk data sekunder di dapat dari perusahaan, Depertemen Pariwisata, Seni dan Budaya (Deparsenibud), Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) serta para pakar pariwisata, kedua jenis data ini kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis citra, analisis deskriptif, analisis struktur industri dan analisis SWOT. Pada analisis persaingan industri terdapat beberapa beberapa kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri yaitu : 1. Persaingan di antara perusahaan yang mengelola wisata sejenis, persaingan itu diantaranya : jumlah pesaing yang banyak, pertumbuhan industri dan tidak ada standar harga di antara operator sungai. 2. Kekuatan tawar menawar pembeli, diantaranya : pembeli mempunyai informasi yang lengkap mengenai harga yang beredar di antara para pengelola, kelompok pembeli dalam jumlah besar mempunyai sikap tawar menawar yang tinggi terhadap harga, pembeli menginginkan mutu pelayanan yang prima. 3. Ancaman pendatang baru : skala ekonomis, biaya tak menguntungkan terlepas Dari skala, kekuatan pemerintah pada saat ini sangat mendukung sektor wisata, kebutuhan modal. 4. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok : dominasi oleh pemasok dalam negeri, produk pemasok sangat penting bagi kelanjutan usaha wisata ini, pemasok tidak mengahadapi produk pengganti lain untuk di jual kepada pengelola, pihak pengelola adalah industri yang merupakan pasar yang penting bagi pemasok.. 5. Produk pengganti : Produk pengganti jenis wisata alam ini sudah banyak terdapat di Indonesia di antaranya : wisata belanja, wisata budaya, wisata hiburan dan lainnya. Produk pengganti yang ada ini harus di antisipasi sebaik mungkin karena memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi pesaing. Penelitian ini juga menggunakan alat analisis SWOT (Strengh, Weakness, Opportunities, Treath) yaitu : 1. Faktor kekuatan internal (Strength) : kondisi sungai yang terbaik di daerah Sukabumi, memegang ijin pengelolaan tiga sungai, jenis perahu ada dua macam , memakai tenaga kerja setempat. 2. Faktor kelemahan Internal (Weakness): memakai tenaga kerja setempat, lokasi jauh, waktu melakukan kegiatan, fasilitas pengunjung, pelayanan kurang dan dana kurang. 3. Faktor peluang Eksternal (Oportunities) : trend wisata kembali ke dam, dam Indonesia masih dam dan kebijakan pemerintah yang mendukung 4. Faktor ancaman Eksternal (Treats) : persaingan dengan wisata sejenis, persaingan dengan wisata jenis lain dan masalah sosial ekonomi politik Berdasarkan analisis SWOT di dapat beberapa solusi di antaranya : 1. Berdasarkan kekuatan dan peluang : membuat beberapa jenis produk dan mengaktifkan kembali kegiatan di dua sungai yang pemakaiannya terhenti 2. Berdasarkan kelemahan dan peluang : mengaktikan promosi yang kurang, mencari suntikan dana segar, memberi informasi kepada calon tamu tentang kelebihan dalam melakukan kegiatan wisata 3. Berdasarkan ancaman dan kekuatan : meningkatkan kemampuan pengelolaan, memberdayakan semua kekuatan yang ada untuk menghadapi persaingan, membuat paket hemat dan mempekerjakan penduduk 4. Berdasarkan ancaman dan kelemahan : membuat efisiensi di semua sektor, menata kembali manajemen yang ada sehingga bisa bekerja dengan efektif, memperbaiki fasilitas yang rusak, menambah fasilitas yang kurang, mempekerjakan penduduk di sekitar aliran sungai Dari analisis deskriptif dapat di lihat masih banyak peluang untuk memasarkan paket wisata ini sehingga di butuhkan strategi yang baik sehingga dapat bersaing di antara pesaing yang ada. I Dari analisis deskriptif di ketahui bahwa sebagian besar tamu yang datang adalah laki-lab dan tamu pada umumnya ingin kembali lagi untuk melakukan kegiatan ini kembali. Promosi yang di lakukan oleh pihak Cherokee ternyata masih kurang, masih di butuhkan promosi yang lebih gencar agar para calon tamu mengenal tentang Cherokee. Pada kenyataannya pengaruh sosial, ekonomi dan politik juga mempunyai pengaruh yang besar dalam melakukan kegiatan wisata ini. Dari semua alat analisis penulis mendapat saran-saran untuk pihak pengelola yaitu : 1. Menyisikan uang hasil penjualan untuk dana konservasi sebesar 5%. 2. Melakukan koordinasi dengan penduduk di sekitar aliran sungai 3. Melakukan promosi. 4. Melakukan penelitian lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Pemasaran, PT Cherokendo, Benua Wisata
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 04:01
Last Modified: 02 Jan 2012 04:01
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/724

Actions (login required)

View Item View Item