Kajian Strategi Teknologi Dalam Upaya Peningkatan Nilai Tambah Proses Pengolahan Kelapa Sawit Pada PT. Tolan Tiga Indonesia

Kamsari, Rudi (1999) Kajian Strategi Teknologi Dalam Upaya Peningkatan Nilai Tambah Proses Pengolahan Kelapa Sawit Pada PT. Tolan Tiga Indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r14_01-RudiKamsari-cover.pdf

Download (378kB)
[img]
Preview
PDF
r14_02-RudiKamsari-ringkasaneksekutif.pdf

Download (367kB)
[img]
Preview
PDF
r14_03-RudiKamsari-daftarisi.pdf

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
r14_03-RudiKamsari-pendauluan.pdf

Download (408kB)

Abstract

Kelapa Sawit adalah komoditi strategis yang diharapkan dapat memberikan konstribusi yang besar bagi devisa negara, khususnya karena permintaan minyak sawit yang terus meningkat dan banyaknya derivatif produk bernilai ekonomis tinggi, sehingga memungkinkan pengembangan industri hilirnya. Dalam mewujudkan misinya menjadi negara nomor satu penghasil minyak sawit, Indonesia berusaha untuk menggeser dominasi Malaysia melalui pengembangan industri hilir kelapa sawit. Perkembangan teknologi pengolahan kelapa sawit yang semakin pesat menimbulkan perubahan yang cepat pada industri kelapa sawit. Untuk itu setiap perusahaan dituntut proaktif dalam mengantisipasi setiap perubahan tersebut dengan menerapkan konsep nilia tambah agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Persoalan tidak efisiennya pengolahan kelapa sawit seperti rendahnya kapasitas terpakai pabrik masing sering terjadi, disebabkan oleh pengelolaan teknologi yang belum optimal. SIPEF (Societe Internationale de Plantation et de Finance) Group adalah salah satu Perusahaan Modal Asing (PMA) berbentuk holding company yang bergerak di bidang agroindustri. PT. Tolan Tiga Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan yang melaksanakan kegiatan perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit dan berperan sebagai agen yang mengelola manajemen semua anak perusahaan yang berada di bawah SIPEF Group di Indonesia. Produk olahan utamanya adalah CPO dan Inti Sawit yang dipasarkan di dalam dan di luar negeri. Untuk mengantisipasi persaingan yang semakin ketat dan dinamika perubahan yang cepat, PT. Tolan Tiga Indonesia dituntut untuk memiliki keunggulan teknologi, sehingga menghasilkan produk - produk yang berdaya saing dengan nilai tambah yang tinggi. Strategi teknologi dapat dilakukan dengan mengelola komponen - komponen teknologi secara optimal. Sampai saat ini SIPEF Group melalui PT. Tolan Tiga Indonesia belum mengelola teknologinya secara optimal. Dalam upaya untuk mewujudkan visinya menjadi perusahaan terkemuka dalam agribisnis, perusahaan perlu mengetahui sampai dimana tingkat teknologinya dan mengkaji strategi yang tepat bagi pengembangan usahanya. Berdasarkan kondisi diatas maka masalah yang dirumuskan dalam Geladi Karya ini adalah "Bagaimana strategi yang tepat bagi PT. Tolan Tiga Indonesia dalam melaksanakan dan mengembangkan manajemen teknologi proses pengolahan kelapa sawit dalam rangka meningkatkan nilai tambah produknya dan berdaya saing di pasar global, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dalam upaya mencapai tujuan perusahaan". Tujuan dari geladikarya ini adalah : (1) mengkaji penerapan strategi teknologi proses pengolahan kelapa sawit. (2) mengindentifikasi faktor - faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan manajemen teknologi. (3) mengkaji nilai tambah produk CPO dan Inti Sawit. (4) merumuskan altematif strategi teknologi dan strategi bisnis yang dapat diterapkan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Ruang lingkup kajian adalah pengkajian penerapan strategi teknologi proses pengolahan kelapa sawit dan mengindentifikasi faktor - faktor yang mempengaruhi penerapan manajemen teknologi di PT. Tolan Tiga Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai tambah untuk bersaing di pasar global. Kajian hanya mencakup pemberian alternatif strategi teknologi dan bisnis sedangkan implementasinya diserahkan pada pihak manajemen perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif. Untuk analisis internal - eksternal perusahaan menggunakan alat analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks I-E. Analisis manajemen teknologi menggunakan metode STMIS (Science and Technological Management Information Systems) terhadap indikator transformasi teknologi dan kemampuan teknologi. Data diolah dengan program minitab for windows dengan alat analisis Mann- Whitney dan Chi-Square. Pengkajian dilakukan terhadap empat komponen teknologi yaitu perangkat teknologi (Technoware), perangkat manusia (Humanware), perangkat informasi (Inforware), dan perangkat organisasi (Orgaware). Analisis nilai tambah dilakukan dengan menggunakan metode Hayami. Berdasarkan hasil analisis dengan matriks internal - eksternal diperoleh bahwa PT. Tolan Tiga Indonesia terletak pada posisi pertumbuhan dan stabilitas. Strategi tingkat korporat (grand strategy) yang perlu dikembangkan adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal antar lini manajemen tanpa ada perubahan terhadap laba dan terus melakukan ekspansi untuk pertumbuhan melalui ekstensifikasi, intensifikasi dan akuisisi. Strateai tingkat tingkat coruorate ini penerapannya akan dijabarkan dalam strategi teknologi melalui kajian manajemen teknologi terhadap indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Hasil kajian empat komponen teknologi untuk kajian indikator transformasi teknologi pada PT. Tolan Tiga Indonesia adalah sebagai berikut : (1) Perangkat teknologi proses pengolahan kelapa sawit perusahaan berada antara peralatan serbaguna, peralatan khusus sampai peralatan otomatis dengan median 5. Kondisi ini berbeda nyata dengan yang diharapkan perusahaan yaitu peralatan khusus, otomatis sampai komputer dengan median 6. (2) Perangkat manusia berada pada kemampuan mengeset, mereparasi hinggai kemampuan mereproduksi dengan median 4. Kondisi ini tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaitu kemampuan mereparasi, mereproduksi sampai kemampuan mengadaptasi dengan median 5. (3) Perangkat informasi PT. Tolan Tiga Indonesia telah memiliki kemampuan menggunakan fakta, memahami fakta, sampai menggeneralisasi fakta (median 6) dan kondisi ini tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaitu kemampuan memahami, menggeneralisasi, sampai mengkaji fakta (median 7). (4) Perangkat organisasi perusahaan berusaha pada tahap melindungi pola kerja hingga tahap menstabilkan pola kerja (median 5,5). Kondisi ini tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaitu kemampuan menstabilkan pola kerja hingga memapankan pola kerja (median 6,5). Untuk kajian kemampuan teknologi diperoleh bahwa posisi PT. Tolan Tiga Indonesia terletak diantara sebanding dengan pesaing di dalam negeri hingga terbaik di Indonesia (median 2.5). Posisi tersebut tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaitu terbaik di Indonesia dan sebanding dengan pesaing intemasional. Analisis kontingensi memperlihatkan bahwa indikator transformasi teknologi dan indiltator kemampuan telcnologi adalah indipendent atau tidak saling mempengaruhi. Analisis nilai tambah memperlihatkan bahwa nilai tambah produk CPO dan Inti Sawit pada tahun 1997 adalah Rp. 23,494l Kg dengan rasio 8,114 5dan pada tahun 1998 terjadi kenaikan menjadi Rp. 180,64251Kg. Kenaikan ini disebabkan beberapa faktor yaitu nilai tukar rupiah yang menguntungkan untuk industri kelapa sawit, dan efisiensi yang dilakukan perusahaan. Sementara faktor transformasi tidak memberikan andil pada kenaikan nilai tambah tersebut. Beberapa kebijakan yang perlu dikembangkan diantaranya untuk penerapan strategi tingkat fungsional adalah melalui upaya proaktif dalam mengantisipasi meningkatnya permintaan CPO dan Inti Sawit dan memasuki pasar Uni Eropa melalui kerja sama dengan divisi pemasaran SIPEF Group pusat di Belgia; melalui pembentukan dan pemberdayaan devisi litbang dan menerapkan manegement linkages antara unit litbang, unit produksi dan perguruan tinggi untuk menghasil inovasi baik dalam proses maupun produk; efisiensi biaya produksi tennasuk di dalamnya efisiensi bahan baku dan efisiensi pengutipan minyak dan inti; penerapan Total Quality Management dan pengketatan Quality Control terhadap bahan baku, proses dan produk dan berupaya memperoleh sertifikasi IS0 9000 dan 14000 Untuk mencapai posisi stabilitas dan pertumbuhan, integasi strategi teknologi dan strategi bisnis yang perlu dikembangkan pada PT. Tolan Tiga Indonesia adalah strategi pemanfaatan teknologi standar yang tersedia dipasar dan strategi unggul mutu dengan tetap mengupayakan minimisasi biaya sehingga unggul dalam ha1 harga. Beberapa ha1 yang disarankan untuk pengelolan teknologi yang ada adalah (1) Memanfaatkan seoptimal mungkin perangkat teknologi (technowere) dengan melakukan perencanaan kapasitas, melakukan pembelian bahan baku dari pihak ketiga dengan tingkat harga yang kompotitif, menyederhanakan layout pabrik, schedule yang ketat terhadap pemeriksaan, perawatan, dan regenerasi peralatan yang obsolute. (2) Meningkatkan pengembangan sumberdaya manusia melalui pelatihan yang intensip, studi banding, seminar dan pengiriman staf berprestasi untuk mengikuti studi lanjutan di dalam dan diluar negeri. (3) Mengoptimalkan pemanfaatan perangkat informasi melalui penerapan sistem infonnasi manajemen yang terintegrasi dengan menerapkan sistem LAN (local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). (4) Melengkapi dan menyempumakan bentuk dan struktur organisasi yang sudah ada melalui pembentukan dan pemberdayaan devisi HRD (Human Resource Development). (5) Peningkatan kemampuan nilai tambah melalui optimasi kapasitas terpakai pabrik dengan cara pembelian bahan baku dari pihak ketiga dengan tingkat harga yang kompetitif. (6) Penerapan Managenzenr Linkages antar Innovation triangel (unit produksiloperasi, unit Litbang, perguruan tinggi sehingga dapat diperoleh inovasi baik dalam proses maupun produk. (7) Melakukan upaya untuk memperoleh sertifikasi IS0 9000 .

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kelapa Sawit, PT. Tolan Tiga
Subjects: Manajemen Teknologi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 04:20
Last Modified: 02 Jan 2012 04:20
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/731

Actions (login required)

View Item View Item