Analisis Kredit Koperasi Primer Untuk Anggota (KKPA) Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)

Suprayudi, Rudy (1999) Analisis Kredit Koperasi Primer Untuk Anggota (KKPA) Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r14_01-RudySuprayudi-cover.pdf

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
r14_02-RudySuprayudi-ringkasaneksekutif.pdf

Download (381kB)
[img]
Preview
PDF
r14_03-RudySuprayudi-daftarisi.pdf

Download (293kB)
[img]
Preview
PDF
r14_04-RudySuprayudi-pendahuluan.pdf

Download (481kB)

Abstract

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) berkeinginan untuk menyalurkan dana pada sektor yang kebal terhadap resesi dan tingkat suku bunga yang tinggi sehingga terhindar dari kemungkinan kredit macet. Untuk itu suatu permohonan kredit untuk melakukan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri hilimya harus dianalisis secara lebih mendalam dengan menggunakan alat analisis yang memadai agar diperoleh hasil analisis yang akurat clan proses yang cepat. Alat yang digunakan dalam melakukan analisis kredit adalah spreadsheet yang dapat berfungsi untuk melakukan perhitungan biaya investasi, aliran kas proyek, dan menghltung ratio kelayakan investasi. Kualitas suatu spreadsheet sangat ditentukan oleh penggunaan dasar atau asumsi perhitungan yang memenuhi spesifikasi teknis suatu sektor usaha. Dasar atau asumsi perhitungan yang digunakan akan sangat menentukan akurasi putusan pemberian kredit sehingga bank dapat terhindar dari praktek mark-up, dan pemberian persetujuan kredit atas suatu investasi yang sebetulnya tidak layak. Dasar asumsi perhitungan yang saat ini digunakan oleh BRI untuk melakukan analisis pemberian Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) - Perkebunan Kelapa Sawit perlu dikaji ulang dan disempurnakan sehingga dihasilkan suatu rekomendasi dasarlasumsi perhitungan analisis kredit penyaluran KKPA - Perkebunan Kelapa Sawit yang lebih sesuai dengan persyaratan dan ketentuan teknis perkebunan kelapa sawit. Dengan menggunakan dasar asumsi perhitungan yang tertuang dalam spreadsheet yang direkomendasikan tersebut, akan dihitung ulang suatu permohonan KKPA atas nama PT. BKB dan hasilnya akan dibandingkan dengan hasil dari analisis yang dilakukan oleh BRI. Dari perbandingan tersebut akan diidentifikasi perbedaan yang tejadi, dikaji penyebab dari perbedaan tersebut, implikasi dari perbedaan tersebut, serta solusi yang sebaiknya dilakukan oleh BRI apabila ditemukan suatu kelemahan dalam proses pengambilan keputusan kredit. Geladikarya ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi perhitungan analisis kelayakan kredit yang dilakukan . oleh BRI untuk mengetahui kelemahan yang masih tejadi. 2. Mendesain spreadsheet analisis kredit yang dibuat dengan menggunakan program Microsoft Excel, didasarkan atas dasarlasumsi perhitungan yang sesuai dengan spesifikasi teknis perkebunan kelapa sawit. 3. Menghitung ulang kelayakan investasi suatu permohonan KKPA atas nama PT. BKB dengan menggunakan spreadsheet yang direkomendasikan. 4. Membandingkan hasil pen&tungan ulang tersebut dengan hasil analisis BRI, mengidentifikasi kelemahan yang terjadi, merekomendasikan altematif strategi dan implikasi dari penerapan strategi tersebut. Ruang linglap Geladikarya dibatasi pada menghitung ulang kelayakan suatu permohonan fasilitas KKPA yang diajukan oleh PT. BKB kepada BRI dengan menggunakan dasadasumsi perhitungan dalam suatu spreadsheet yang direkomendasikan untuk kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil analisis yang telah dilakukan oleh BRI, mengidentifikasi kelemahan yang tejadi, merekomendasikan alternatif strategi dan implikasi dari penerapan strategi tersebut. Geladikarya ini merupakan studi kasus terhadap permasalahan yang dihadapi oleh BRI dalam melakukan analisis keuangan untuk menetapkan putusan atas permohonan kredit KKPA-Perkebunan Kelapa Sawit. Data dikumpulkan dengan cara studi pustaka untuk memperoleh data yang terkait dengan usaha di bidang perkebunan kelapa sawit dan indushi pengolahannya. Baik dari konsultan, Biro Pusat Statistik, maupun departemen terkait dan dengan melakukan wawancara dan observasi lapangan untuk memperoleh data-data dan kondisi nyata di lapangan. KKPA adalah suatu jenis kredit, baik merupakan kredit investasi maupun kredit modal kerja yang diberikan oleh Bank Kepada Koperasi Primer, untuk diteruskan kepada anggotanya guna membiayai usaha yang produktif, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota KoperasiKUD, meningkatkan produksi, dan meningkatkan devisa. Usaha yang dapat dibiayai adalah usaha produktif pada semua sektor ekonomi yang diberikan dalam bentuk KI dan atau KMK, kecuali simpan pinjam. Dalam Laporan Geladikarya ini direkomendasikan spreadsheet analisis kredit KKPA - Perkebunan Kelapa Sawit yang dimodifikasi dan altematif strategi untuk mengatasi kelemahan yang tejadi pada pelaksanaan perhitungan kelayakan kredit KKPA - Perkebunan Kelapa Sawit khususnya maupun perhitungan kredit lainnya pada umumnya yang tejadi di BRI serta implikasi dari penerapan strategi tersebut. Untuk pembuatan suatu spreadsheet analisis kredit perkebunan kelapa sawit perlu difahami mengenai spesifikasi teknis perkebunan kelapa sawit yang meliputi tahapan pembangunan proyek untuk menentukan besarnya biaya proyek (Project Cost) yang nantinya akan menentukan besarnya kredit yang dapat diberikan, serta perhitungan kelayakan proyek yang ditentukan oleh tingkat Net Present Value, Benefit and Cost Ratio dan Internal Rate of Return yang memenuhi standar kelayakan suatu proyek yang dihitung berdasarkan proyeksi pendapatan dari hail panenan Tandan Buah Segar (TBS) dan proyeksi biaya biaya yang harus dikeluarkan yang berkaitan dengan perolehan pendapatan tersebut (Harga Pokok Penjualan) maupun biaya-biaya operasional lainnya Pada altematif spreadsheet KKPA yang direkomendasikan ini, penentuan biaya investasi menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan biaya investasi berdasarkan biaya tenaga kerja dan biaya bahanlalat kerja yang digunakan untuk masing-masing jenis peke jaan serta pendekatan satuan biaya kebun plasma kelapa sawit tahun 199811999 yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionaI Kepala Bappenas. Dari perbandingan hasil perhitungan analisis kelayakan investasi atas nama PT. BKB yang dilakukan oleh BRI dengan hasil analisis yang menggunakan spreadsheet yang direkomendasikan diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang cukup siginifikan mengenai besarnya kredit yang dapat diberikan dan tingkat kelayakan investasi. Hal ini dapat diindikasikan masih adanya kelemahan &lam proses analisis kredit. Berdasarkan analisis tersebut, diambil suatu kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan analis kredit tentang spesifikasi teknis komoditi agribisnis kelapa sawit masih perlu ditingkatkan, alat analisis kredit yang digunakan masih perlu disempurnakan agar diperoleh hasil perhitungan yang lebih akurat, hasil perhitungan kelayakan kredit yang dilakukan oleh BRI mash memiliki banyak kelemahan yang dapat membuka peluang terjadinya pengelembungan kredit, tingkat keiayakan kredit yang kurang akurat dan belum adanva mekanisme early warning system yang baik, serta masih kurangnya informasi dan data agribisnis yang sangat berguna bagi pengembangan kredit agribisnis. Untuk mengatasi kelemahan tersebut direkomendasikan beberapa altematif strategi sebagai berikut : 1. Peningkatan kualitas alat analisis kredit dan aspek bank teknis. 2. Peningkatan akurasi perhitungan biaya investasi yang wajar untuk suatu proyek agribisnis. 3. Peningkatan akurasi perhitungan kelayakan kredit. 4. Program pelatihan SDM untuk meningkatkan pernahaman terhadap agribisnis baik berupa pengetahuan maupun praktek di lapangan bagi para analis-kredit. 5. Pembentukan Pusat Informasi Agribisnis BRI. Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi strategi tersebut di atas perlu dilaksanakan ha1 sebagai berikut : 1. Bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang mempunyai kapabilitas di bidang agribisnis untuk menyiapkan modul pelatihan agribisnis. 2. Pembentukan tim t e p d u antara pihak bank dengan lembaga pendidikan ataupun konsultan bisnis untuk pembuatan alat analisis kredit dan penyempumaan aspek bank teknis. 3. Bekerjasama dengan bank ataupun lembaga keuangan dalam dan luar negeri untuk menimba pengalaman dalam proses analisis kredit dan pengelolaan kredit agribisnis. 4. Bekerjasama dengan Departemen Keuangan, Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Departemen Pertanian, dan Bappenas untuk memperoleh pembaharuan standar satuan biaya investasi agribisnis. 5. Bekejasama dengan lembaga pengembangan agribisnis untuk memperoleh data dan informasi agribisnis terkini dan valid. 6. Melibatkan nasabah dalam mengumpullcan informasi agrribisnis. Adapun manfaat yang akan diperoleh dari penerapan strategi dan implikasi penerapan strategi tersebut adalah : 1. Peningkatan akurasi has8 analisis kredit. 2. Peningkatan akurasi putusan kredit. 3. Mengurangi resiko te rjadinya kredit bermasalah. 4. Pengembangan peluang pasar BRI di bidang perkreditan. 5. Pengembangan skala bisnis debitur yang akan membawa dampak positif pula bagi pengembangan bisnis BRI.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kredit Koperasi, KKPA, Kelapa Sawit, PT. Bank Rakyat Indonesia
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 04:24
Last Modified: 02 Jan 2012 04:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/732

Actions (login required)

View Item View Item