Strategi Meningkatkan Kegiatan Operasional Kelompok Tani dan Koperasi PIR-TRANS PT. X Melalui Proses Perbandingan Kinerja dengan PIR-OPHIR

Naniek, Ariyani (1998) Strategi Meningkatkan Kegiatan Operasional Kelompok Tani dan Koperasi PIR-TRANS PT. X Melalui Proses Perbandingan Kinerja dengan PIR-OPHIR. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
2-01-NaniekAriyani-cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2-02-NaniekAriyani-daftarIsi.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2-02-NaniekAriyani-RingkasanEksekutif.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2-04-NaniekAriyani-pendahuluan.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://mb.ipb.ac.id/

Abstract

Dalam PIR Perkebunan, petani yang jumlahnya secara total sangat besar dan merupakan potensi ekonomi yang sangat besar pula dalam menggerakkan pembangunan di pedesaan, namun kemampuannya baik secara teknis maupun manajerial berada dalam kondisi sub marginal. Kondisi ini telah dijadikan alasan oleh sebagian besar perusahaan inti untuk tidak terlibat banyak dalam pembinaan dan pengembangan petani, kecuali yang berkaitan dengan teknis kebun. Penelitian dilakukan di PIR-TRANS PT. X berlokasi di kabupaten Ogan Komering Ulu, propinsi Sumatera Selatan, sedangkan untuk analisa pratlsl terbaik dipilih model pembinaan dan pengembangan kelompok tani dan koperasi yang telah berhasil di PIR OPHIR di propinsi Sumatera Barat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan proses perbandingan. Permasalahan yang dihadapi adalah : 1. Apakah model pembinaan dan pengembangan petani dan organisasi petani PIR-OPHIR dapat diterapkan pada PIR-TRANS PT. X, sehingga kinerja kegiatan operasional kelompok tani dan koperasi PIR-TRANS PT. X. dapat ditingkatkan. 2. Bagaimana model pembinaan dan pengembangan kelompok tani dan koperasi PIR-OPHIR, sehingga mampu melaksanakan kemitraan dan menjadikan masyarakat pekebun yang sejahtera. 3. Bagaimana kinerja kegiatan operasional kelompok tani dan koperasi PIRTRANS PT. X dibandingkan dengan PIR-OPHIR. Tujuan dari penelitian ini adalah : I. Menganalisa kinerja kegiatan operasional kelompok tani dan koperasi PIROPHIR dan model pcmbinaan serta pcngcmbangannya, yang selanjutnya akan diterapkan pada PIR-TRANS PT. X. 2. Menganaliasa kinerja kegiatan operasional kelompok tani dan koperasi PIRTRANS PT. X. dan membandingkannya dengan keberhasilan PIR OPHIR. 3. Merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja kegiatan operasional kelompok tani dan koperasi PIR-TRANS PTX. setelah melalui proses perbandingan dengan PIR-OPHIR. 4. Menyusun implementasi strategik meningkatkan kinerja kelompok tani dan koperasi PIR-TRANS PT. X, sebagai hasil proses pcrbandingan kelompok tani dan koperasi PIR-TRANS PT. X dengan PIR-OPHIR. Kegiatan operasional kelompok tani PIR-TRANS PT. X dengan PIROPHIR secara umum adalah sarna. Perbedaan dari kinerja kegiatan operasional kelompok tani di kcdua PIR tcrscbut ditunjukkan oleh hal sebagai berikut : I. PertemuanJRapat Kelompok Tani Partisipasi aktif anggota dalam rapat pada PIR-OPHIR lebih tinggi dari pada PIR-TRANS PTX 2. Menyusun Rcncana Kcrja Pada PIR-OPHIR seluruh kelompok tani telah marnpu menyusun rencana kerja kelompok sendiri. 3. Kegiatan Teknis Kebun Kelompok tani PIR-OPHIR memiliki kinerja yang lebih baik dari PIRTRANS PTX yang ditunjukkan oleh : kemarnpuan pengelola kebun, mempunyai rasa kepentingan, kebersarnaan ekonomi dan tanggung jawab yang kuat terhadap pengelolaan kebun hal ini ditunjukkan melalui tabungan untuk pupuk, obat-obatan, jalan, replanting, hasil kebun tarawat baik, terhindar hamalpenyakit, keamanan terjamin, produktivitas tinggi. 4. Simpan Pinjam Kemarnpuan memberikan pinjaman kepada anggota dan kelancaran pcngcmbaliannya. Di lain pihak perbedaan kinerja kegiatan dan bidang usaha KUD kedua PIR terlihat pada hal-hal sebagai berikut : I. Simpan Pinjam Kemampuan memberikan pinjaman kepada anggota .dan pengembalian pinjaman tepat waktu. 2. Warung Serba Ada (Waserda) Dalam jcnis barang yang tcrscdia di wascrda dan pembayaran kredit 3. Teknis Kebun Kegiatan teknis kebun yang dilakukan oleh KUD PIR-OPHIR mempunyai kinerja yang lebih baik dari PIR-TRANS PT.X yang ditunjukkan oleh : dalam pemeliharaan kebun, KUD bertindak sebagai koordinator seluruh program kelompok, pada pemumukan KUD mengkoordinir kebutuhan seluruh areal plasma dan KJUB melakukan pembelian/pengadaan pupuk, KUD melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan, untuk angkutan TBS, KUD telah mampu melaksanakan angkutan seluruh TBS petani plasma dan menyusun rencana/jadwal angkutan. Penyebab perbedaan kemampuan kegiatan operasional kelompok tani dan KUD PIR-OPHIR dengan PIR-TRANS PT. X pada prinsipnya adalah pada PIR-OPHIR kelompok tani yang terbentuk adalah kelompok tani produktifyang masing-masing individunya memiliki semangat kebersamaan ekonomi dan adanya tenaga pendamping (pembina), sedangkan pada PIR-TRANS PT. X lebih banyak menfokuskan pada pembangunan fisik dari pada kelembagaan petani. Di lain pihak terdapat kendala yang sangat penting untuk dapat menerapkan model seperti di PIR-OPHIR pada PIR-TRANS PT. X yaitu biaya yang cukup besar untuk model seperti PIR-OPHIR. Dengan mcmpertimbangkan manfaatnya yang cukup nyata dari hasil pembinaan dan pengembangan petani plasma dan kelembagaan petaninya serta kendala yang ada, maka strategi yang akan ditempuh adalah : I. Model dan proses pembinaan dan pengembangan petani plasma dan organisasinya mcncrapkan scsuai dcngan yang telah diterapkan di PIROPHIR, dengan biaya dari perusahaan inti. 2. Peranan petugas pendamping (pembina) adalah dari perusahaan inti dan merupakan beban perusahaan inti. 3. Pemerintah memberikan dorongan kepada perusahaan inti, dorongan tersebut berupa anjuran dan sifatnya bukan instruksi tetapi penjelasan akan manfaatnya bagi perusahaan inti. Waktu yang diperlukan untuk proses pembinaan dan pengembangan tersebut adalah 2 (dua) tahun dengan rincian kegiatan setiap tahunnya adalah sebagai berikut : Tahun pertama meliputi Lokakarya kepada perusahaan inti, penyiapan tenaga pendamping (pembina) dan pelatihan petani plasma. Pada tahun pertama untuk pelatihan petani plasma dilaksanakan untuk petani yang telah melaksanakan pengalihan pemilikan kebun sebanyak 1.500 KK dan dilanjutkan pelatihan kelompok tani, yang diikuti oleh pengurus kelompok tani dari petani yang telah dilatih. Pelatihan pctani plasma pada tahun kedua dilaksanakan untuk petani plasma yang belum dilatih pada tahun pertama yaitu sebanyak 1.500 KK dan untuk tingkat kelompok tani yaitu kelompok tani yang terbentuk dari 1.500 KK yang baru dilatih pada tahun kedua ini sebanyak 68 kelompok tani serta pelatihan untuk tingkat koperasi yaitu sebanyak 8 koperasi yang diberikan kepada pengurus koperasi. Perkiraan biaya untuk pembinaan dan pengembangan petani plasma dan organisasi petani yang dilaksanakan selama 2 (dua) tahun berjumlah Rp.809.452.000,-. Perkiraan biaya tersebut terdiri dari perkiraan biaya tahun pertama sebesar Rp.424.982.000,- dan tahun kedua sebesar Rp.379.560.000,-.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Meningkatkan Kegiatan Operasional Kelompok Tani dan Koperasi PIR-TRANS PT. X Melalui Proses Perbandingan Kinerja dengan PIR-OPHIR
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 06:42
Last Modified: 02 Jan 2012 06:42
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/741

Actions (login required)

View Item View Item