Kajian Pengaruh Turunnya Harga DOC dan Kenaikan Harga Pakan Terhadap Laba dengan Analisis Biaya, Kapasitas dan Laba di PT. Baros Sukabumi

Firdaus, Mochamad (1997) Kajian Pengaruh Turunnya Harga DOC dan Kenaikan Harga Pakan Terhadap Laba dengan Analisis Biaya, Kapasitas dan Laba di PT. Baros Sukabumi. Masters thesis, IPB.

[img] Microsoft Word
Mochamad_Firdaus_RE.doc - Published Version

Download (34kB)
[img]
Preview
PDF
R9-01-MochamadFirdaus-cover.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
R9-02-MochamadFirdaus-RE.pdf - Published Version

Download (308kB)
[img]
Preview
PDF
R9-03-MochamadFirdaus-DaIsi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
R9-04-MochamadFirdaus-Bab1.pdf - Published Version

Download (360kB)
[img] PDF
R9-05-MochamadFirdaus-Bab2DST.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

PT. Baros Sukabumi adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha peternakan Day Old Chicken (DOC). Perusahaan telah sepuluh tahun lebih bergerak dalam usaha ini,didirikan bulan Desember 1985. Kapasitas maksimum yang dimiliki saat ini adalah 11.570 box perbulan. Struktur biaya perusahaan tahun 1994 adalah biaya tetap 30,27% dan biaya variabel 69,73%; tahun 1995 biaya tetap 30,46% dan biaya variabel 69,54%; sedangkan tahun 1996 biaya tetap 29,28% dan biaya variabel 70,72% dari total biaya. Pada perusahaan ini biaya variabel lebih dominan dari biaya tetapnya. Perusahaan mendapat laba tahun 1994 sebesar Rp.728.109.248,- dan tahun 1995 sebesar Rp.732.943.165,-, namun selama semester I/1996 perusahaan hanya mendapat laba Rp.2.030.955,- walaupun kapasitas penjualan meningkat yaitu tahun 1995 dibandingkan tahun 1994 meningkat 15,40% dan tahun 1996 dibandingkan tahun 1995 meningkat 3,76% . Hal ini terutama disebabkan oleh turunnya harga DOC yang cukup tajam selama tahun 1996. Harga jual DOC perbox rata-rata tahun 1995 dibandingkan dengan tahun 1994 menurun 1,82% dan tahun 1996 dibandingkan dengan tahun 1995 menurun cukup tajam yaitu 16,26% . Selama tahun 1994 dan 1995 harga terendah masih Rp.65.000,- namun tahun 1996 harga terendah mencapai Rp.40.000, -. Harga pakan juga pada tahun 1996 ada sedikit peningkatan, namun pengaruhnya kecil sekali seperti terlihat dari biaya variabel tahun 1994 sebesar Rp.40.961,-, tahun 1995 sebesar Rp.41.006, - dan tahun 1996 adalah Rp.41.106, -. Peningkatannya kurang dari 1% , dilain pihak biaya tetap cash setiap tahun meningkat cukup besar tahun 1995 dibandingkan tahun 1994 meningkat 16,24% dan tahun 1996 dibandingkan tahun 1995 meningkat 8,89%, ha1 ini disebabkan meningkatnya gaji karyawan. Pada tahun 1994 dengan harga rata-rata Rp.70.765,-/box titik impasnya adalah 3.012 box, tahun 1995 dengan harga rata-rata Rp.69.477,-/box titik impasnya meningkat 22,14% atau menjadi 3.679 box dan tahun 1996 dengan harga rata-rata Rp.58.179,- titik impas baru tercapai jika perusahaan bisa menjual 6.024 box setiap bulan atau meningkat 63.74% dari tahun 1995. Dengan demikian jika harga jual lebih rendah dengan asumsi biaya relatip sama, maka titik impas semakin tinggi atau besar. Tahun 1997 perusahaan mentargetkan penjualan minimum perbulan rata-rata 7.250 box atau berproduksi pada tingkat 63% dari kapasitas maksimum. Jika biaya produksi sama dengan tahun 1996 dan perusahaan berproduksi sesuai targetnya, maka perusahaan akan mencapai titik impas jika harga mencapai Rp.55.290,45 dan BEP out of pocket pada harga Rp.47.752,69. Jika biaya variabel naik 0,25% dan biaya tetap naik 4% dari tahun 1996, maka titik impas tercapai jika harga jualnya Rp.55.960,83. Perusahaan memperkirakan harga jual tahun 1997 rata-rata Rp.65.000,-/box. Jika biaya terjadi sama dengan tahun 1996, maka titik impas adalah 4.304 box dan BEP out of pocket adalah 2.017 box. Dengan menjual sesuai target yaitu 7.250, harga jual sesuai dengan perkiraan yaitu Rp.65.000/box dan biaya diasumsikan sama dengan tahun 1996, maka selama tahun 1997 perusahaan diperkirakan akan mendapat laba rata-rata per bulan Rp.70.394.256,-. Namun jika harga terjadi sama dengan rata-rata tahun 1996 yaitu Rp.58.179,-/box, maka perusahaan hanya akan mendapat laba per bulan Rp.20.942.006,-. Jika perusahaan menginginkan kembali meraih laba minimal sama dengan tahun 1995 dan jika harga terjadi sama seperti tahun 1996, maka perusahaan harus mengoptimalkan kapasitas yang ada sehingga berproduksi pada tingkat 82,98% dari Kapasitas maksimum atau berproduksi/menjual 9.601 box perbulan. Batas aman atau Margin of Safety untuk tahun 1997 dengan target 7.250 box per bulan dan harga diperkirakan Rp.65.000,-/box adalah 40,63%, sedangkan jika harga terjadi sama seperti tahun 1996 yaitu Rp.58.179,-/box maka Margin of Safety hanya 16,91%, batas aman menjadi rendah. Agar perusahaan dapat meraih laba minimal sama dengan tahun 1995, untuk meningkatkan batas aman, menurunkan biaya rata-rata serta berjaga-jaga jika harga terjadi seperti tahun 1996, sebaiknya perusahaan mengoptimalkan kapasitas terpasang yang ada sehingga berproduksi pada tingkat 82,98% dari kapasitas maksimum. Alternatif lain yang dapat dipilih yaitu perusahaan meluaskan usahanya ke industri ayam potong, agar jika harga DOC turun rendah sekali, sebagian dipakai sendiri dan keuntungan dari industri ayam potong ini dapat menutup kerugian DOC.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Harga DOC, Harga Pakan, Analisis Biaya, Kapasitas dan Laba, PT. Baros Sukabumi
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 12:24
Last Modified: 02 Jan 2012 13:26
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/746

Actions (login required)

View Item View Item