Kajian kemitraan petani, mitra kerja bulog, dan perum bulog dalam pengembangan tanaman padi (studi kasus di perum bulog sub divre wilayah iii sidrap kabupaten sidenreng rappang propinsi sulawesi selatan

Alwi, Wahidah (2006) Kajian kemitraan petani, mitra kerja bulog, dan perum bulog dalam pengembangan tanaman padi (studi kasus di perum bulog sub divre wilayah iii sidrap kabupaten sidenreng rappang propinsi sulawesi selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R32-01-Wahidah-Cover.pdf - Published Version

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R32-02-Wahidah-Abstract.pdf - Published Version

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R32-03-Wahidah-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R32-04-Wahidah-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R32-05-Wahidah-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (325kB) | Preview

Abstract

Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan daerah agraris dan salah satu sentra produksi beras di Sulawesi Selatan serta tergolong dalam wilayah pengembangan sentra tanaman padi BOSOWASIPILU. Potensi pertanian sawah seluas 46.985 hektar atau 24,95 persen dari total luas wilayah Kabupaten Sidrap. Sebagai lumbung pangan Kabupaten Sidenreng Rappang terus mengembangkan pola penanganan beras. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pengembangan kemitraan yang merupakan aliansi strategi antara dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh manfaat bersama berdasarkan prinsip saling percaya, saling membantu, saling membesarkan, saling menguntungkan, dan saling menghormati serta saling keterbukaan. Pola kemitraan pengembangan tanaman padi dicanangkan oleh semua stakeholder agribisnis perberasan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Kinerja pelaksanaan dan dampak dari pola kemitraan diharapkan tidak hanya menguntungkan pihak Perum Bulog beserta mitra kerja Bulog, melainkan juga harus membawa dampak positif bagi petani. Untuk melihat seberapa jauh tingkat efektifitas pelaksanaan pola kemitraan pengembangan tanaman padi, maka perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaannya. Beberapa masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah 1) Sampai sejauh manakah pelaksanaan pola kemitraan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Sidenreng Rappang? 2) Sejauh manakah pelaksanaan kemitraan memberikan kepuasan dan manfaat serta dampaknya terhadap pendapatan petani dan mitra kerja Bulog, serta manfaat apa saja yang diperoleh Perum Bulog sub divre wilayah III Sidrap? 3) Bagaimanakah alternatif perbaikan pelaksanaan kemitraan? Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji pelaksanaan pola kemitraan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Sidenreng Rappang. 2) Menganalisis pelaksanaan pola kemitraan yang berkaitan dengan kepuasan dan manfaat serta dampaknya terhadap pendapatan petani dan mitra kerja Bulog, serta mengetahui manfaat pola kemitraan yang diperoleh Perum Bulog sub divre wilayah III Sidrap. 3) Merumuskan alternatif rekomendasi kebijakan pelaksanaan kemitraan. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada responden petani dan mitra kerja Bulog yang mengikuti pola kemitraan pengembangan tanaman padi dan hanya difokuskan pada hubungan kemitraan antara petani, mitra kerja Bulog dan Perum Bulog sub divre wilayah III Sidrap melalui pola kemitraan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2006 di Kabupaten Sidenreng Rappang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif, melalui metode survei. Teknik pengambilan contoh terhadap responden petani, mitra kerja Bulog, dan Perum Bulog sebagai peserta pola kemitraan tanaman padi dilakukan berdasarkan faktor kemudahan (convenience) peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengikuti kemitraan tergabung dalam KTNA Kabupaten Sidenreng Rappang terdiri dari 92 kelompok tani dengan jumlah petani 3.010 orang, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Slovin diperoleh 97 responden petani. Sedangkan responden mitra kerja Bulog yang terdiri dari 91 mitra kerja Bulog diperoleh 47 responden. Untuk responden Perum Bulog dipilih secara sengaja dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, uji t, tabulasi silang, uji chi-square, analisis kuadran, dan uji tanda dua contoh berhubungan. Pola kemitraan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Sidenreng Rappang sudah berjalan tiga musim tanam (MT). Musim tanam pertama (MT I) dengan luas binaan 4.558,29 hektar, 88 jumlah mitra kerja Bulog dengan 88 kelompok tani. Untuk periode musim tanam kedua (MT II) luas binaan 2.568 hektar, 61 jumlah mitra kerja Bulog dengan 65 kelompok tani. Sedangkan musim tanam ketiga (MT III) luas binaan 6.511,88 hektar, 91 mitra kerja Bulog dengan 92 kelompok tani. Sasaran yang telah dicapai dalam pelaksanaan pola kemitraan tanaman padi antara lain peningkatan produktivitas gabah yang dulunya 5-6 ton per hektar kini meningkat menjadi 6-8 ton per hektar GKP, peningkatan kualitas produksi dan rendemen sehingga pemasaran lebih terjamin, hilangnya praktek ijon, petani menjadi lebih bergairah dalam mengelola usahatani, tingkat pengembalian kredit 100 persen, lebih mudah memperoleh sarana produksi pertanian, dan pengembangan usaha penggilingan lebih prospektif. Berdasarkan analisis dampak kemitraan terhadap pendapatan petani setelah mengikuti kemitraan menunjukkan adanya peningkatan pendapatan sebesar 66,92 persen yang disebabkan oleh peningkatan produktivitas gabah. Sedangkan peningkatan pendapatan riil sebesar 35,10 persen. Hasil uji t yang menunjukkan t hitung 26,565 lebih besar dari t tabel 1,99 yang berarti Ho ditolak yaitu adanya adanya ada perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan petani sebelum dan sesudah mengikuti pola kemitraan. Demikian juga hal pada mitra kerja Bulog peningkatan pendapatan mencapai 115 persen dan pendapatan riil 74,01 persen, hasil uji t 19,678 lebih besar dari t tabel 2,01. Berdasarkan analisis kepuasan terhadap responden petani dengan menggunakan tabulasi silang variabel yang masih dirasakan kurang tingkat kepuasannya adalah; kemudahan administrasi pencairan dan pengembalian kredit, kemudahan saprodi, penetapan harga gabah sesuai HPP, dan prinsip keadilan. Uji chi-square, variabel kepuasan yang menunjukkan adanya hubungan antara periode keikutsertaan responden menjadi peserta pola kemitraan dengan tingkat kepuasan adalah; sosialisasi pola kemitraan, kemudahan dalam mendapatkan saprodi, dan penetapan harga gabah sesuai dengan HPP. Analisis kepuasan pelaksanaan kemitraan pada petani dengan menggunakan analisis kuadran, variabel yang perlu ditingkatkan kinerjanya sosialisasi pola kemitraan, bimbingan teknis dan kawalan teknologi budidaya dan usaha tani, kemudahaan dalam mendapatkan benih unggul, pestisida, dan pupuk, penetapan harga gabah sesuai dengan HPP, jaminan mitra untuk membeli seluruh hasil panen, dan perkembangan/kemajuan usaha selama melakukan kemitraan. Variabel-variabel ini penanganannya perlu diprioritaskan karena tingkat pelaksanaannya berada di bawah titik kepuasan yang seharusnya dicapai, dan keberadaan variabel ini dinilai berada diatas titik kepentingan yang diinginkan responden petani. Pada umumnya dari pihak mitra kerja Bulog telah merasakan kepuasan dalam pelaksanaan pola kemitraan. Berdasarkan uji chi-square variabel kepuasan yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan responden mitra kerja Bulog untuk tetap bermitra dengan tingkat kepuasan yang dirasakan, adalah kemudahan dalam pemasaran, penetapan harga gabah sesuai dengan HPP, dan kualitas gabah dari petani. Sedangkan analisis kuadran pada mitra kerja Bulog hanya variabel tata cara pelaksanaan pola kemitraan yang dinilai penting oleh mitra kerja Bulog tetapi tingkat pelaksanaannya belum memuaskan sehingga perlu diprioritaskan penanganannya. Sedangkan kesepuluh variabel lainnya yang berada pada kuadran I yang berarti perlu dipertahankan karena pada umumnya tingkat pelaksanaannya telah sesuai dengan titik kepentingan dan titik kepuasan mitra kerja Bulog yang seharusnya dicapai. Hasil tabulasi silang menunjukkan pada umumnya petani merasakan manfaat dari pola kemitraan kecuali variabel lapangan kerja baru. Uji chi-square, yang menunjukkan adanya hubungan periode keikutsertaan responden dalam pola kemitraan tanaman padi dengan tingkat manfaat adalah; penguasaan ilmu pengetahuan dan usaha tani padi, kemandirian, dan kepastian pasar. Evaluasi dampak pelaksanaan kemitraan yang bertujuan untuk melihat adanya perubahan yang cukup signifikan terhadap responden. Penilaian ini membandingkan variabel-variabel pelaksanaan kemitraan dari tingkat manfaat dengan tingkat kepentingannya. Hasil uji tanda dua contoh berhubungan secara nyata tampak pada mutu produksi, lapangan kerja baru, keberanian untuk berusaha, jiwa wirausaha, dan kepastian pasar. Dari pihak mitra kerja Bulog, variabel manfaat yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan responden mitra kerja Bulog untuk tetap bermitra dengan tingkat manfaat yang diperoleh, antara lain; penghasilan, jiwa wirausaha, dan kepastian pasar. Hasil uji tanda dua contoh berhubungan menunjukkan variabel modal, produktivitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi penggilingan, lapangan kerja baru, keberanian untuk berusaha, kemandirian, jiwa wirausaha, dan kepastian pasar secara nyata telah dirasakan manfaatnya oleh mitra kerja Bulog. Manfaat yang diperoleh pihak Perum Bulog adalah tersedianya pasokan gabah yang berkualitas baik, sehingga beras yang dikelola dapat ditingkatkan dan mampu bersaing dengan beras impor di pasar, dukungan dan penilaian masyarakat khususnya petani terhadap kegiatan Perum Bulog meningkat, dan terjalinnya hubungan yang harmonis antara stakeholder agribisnis perberasan. Implikasi manajerial yang dapat disarankan adalah membantu petani dalam upaya memperkuat posisi tawar petani dengan penguatan kelembagaan petani, menumbuhkan pola hubungan yang setara dengan menciptakan lingkungan kondusif, dan menyerap aspirasi petani. Perlunya adanya pemberian insentif kepada petani dan mitra kerja yang menjual produksi gabah berkualitas walaupun terjadi kenaikan harga pasaran, perbaikan jaringan dengan produsen saprodi, serta perlunya sosialisasi metode pemeriksaan kualitas dalam kegiatan pengadaan. Pola kemitraan pengembangan tanaman padi memberikan pada umumnya berdampak positif terhadap petani dan mitra kerja Bulog, sehingga disarankan perlu dipertahankan dan lebih diperluas areal tanamnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kemitraan, Tanaman Padi, Mitra Kerja Bulog, Perurn Bulog, Manajemen Strategi, Analisis Pendapatan, Uji Chi-Square, Analisis Kuadran, Uji Tanda Dua Contoh Berhubungan, Kabupaten Sidemeng Rappang Sulawesi Selatan
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 07:12
Last Modified: 05 Aug 2016 04:21
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/749

Actions (login required)

View Item View Item